Ekonomi

AAUI Targetkan Premi Naik 10 Persen, dengan Jurus Literasi Keuangan


AAUI Targetkan Premi Naik 10 Persen, dengan Jurus Literasi Keuangan
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (Anggi Dwifiani)

AKURAT.CO Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengharapkan pendapatan premi 2019 naik 10 persen dibandingkan 2018.  Halini dapat didorong oleh naiknya kebutuhan asuransi di semua sektor lini, terutama properti dan kendaraan bermotor.

"Kami menargetkan selalu premi 2019 itu naik 10 persen dibandingkan 2018. Kontributor paling besar itu properti dan kendaraan bermotor, selain itu lini bisnis lainnya juga diupayakan, termasuk pengangkutan, hal ini karema memang dorongan pemerintah dari pembangunan infrastruktur," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Indonesia (AAUI) Dody A.S Dalimuthe, di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Namun untuk mencapainya, menurut AAUI terdapat tantangan, yaitu literasi asuransi.

"Tantangan di literasi asuransi di Indonesisa turun, penetrasi asuransi kita tidak bergerak, total cuma 2,9 persen itu stagnan. Densitas asuransi nasional 1,5 juta orang selama satu tahun. Dari 1,5 juta asuransi umum Cuma 250 ribu lebih banyak ke asuransi jiwa. Nah karema itu, terbukti literasi adalah tantangan bagi industri asuransi umum untuk bisa meningkatkan penetrasi asuransi," katanya.

Oleh karena itu, AAUI menjalankan literasi asuransi, termasuk diantaranya program insurrancee goes to campus, insurrance goes to school.

"Termasuk juga kami mempersuasi kementrian lembaga pemerintah supaya bisa ikut mengasuransikan stakeholdernya. Makanya kenapa ada asuransi pertanian, itu kerjasama kementrian pertanian dan industri asuransi, dengan kementrian perikanan, asuransi budaya udah, perikanan kecil, nanti berikutnya lagi kementrian pariwisata asuransi jaka wisata itu. Itu yang kita lakukan, dengan terealisasinya asuransi bencana ini dengan kementrian BNN maka nanti akan meningkatkan penetrasi asuransi," katanya.

Pendapatan premi asuransi umum pada 2018 sebesar Rp69,9 triliun, tumbuh sebesar 9,8 persen dibandingkan dengan pada 2017 sebesar Rp63,6 triliun.

Lini bisnis asuransi umum yang membukukan pertumbuhan negatif pada akhir 2018 yaitu hanya asuransi rangka kapal, asuransi energi dan asuransi kecelakaan. Diharapkan kondisi ini bisa segera membaik di masa mendatang.[]