Olahraga

Aaron/Soh Diguyur Bonus Rp1,65 Miliar, Rexy Dapat Rp99 Juta

Aaron/Soh Diguyur Bonus Rp1,65 Miliar, Rexy Dapat Rp99 Juta
Pebulutangkis ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di podium Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 di Tokyo, Jepang, 28 Agustus lalu. (TWITTER/BWF)

AKURAT.CO, Sukses pasangan ganda putra bulutangkis Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, mencetak sejarah menjadi juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 mendatangkan bonus berlimpah untuk mereka. Aaron/Soh tercatat mendapatkan bonus total 500 ribu Ringgit Malaysia atau sekitar Rp1,65 miliar.

Sebagaimana dikabarkan New Strait Times, bonus tersebut diserahkan secara langsung oleh Presiden Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM), Norza Zakaria, di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (6/9). Rinciannya adalah 300 ribu Ringgit dari BAM dan masing-masing 100 ribu Ringgit dari sponsor.

“Apa yang dicapai Aaron/Wooi Yik luar biasa. Mereka pantas mendapatkan penghargaan. Saya ingin berterimakasih terhadap BAM, sponsor kami Petronas, Yonez, dan 100Plus. Saya berharap ini akan menginspirasi (pemain) yang lain,” kata Norza.

baca juga:

Penghargaan yang cukup pantas mengingat Aaron/Soh bukan saja meraih gelar juara dunia pertama untuk mereka namun juga untuk Malaysia. Pada final di Tokyo, Jepang, 28 Agustus lalu, Aaron/Chia mengalahkan duet kawakan Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dengan skor 21-19 dan 21-14.

Pun demikian, rezeki juga turun untuk pelatih yang mendampingi mereka di Kejuaraan Dunia lalu. BAM memberikan bonus untuk direktur kepelatihan sektor ganda mereka, Rexy Mainaky, dan asistennya, Tan Bin Shen.

BAM memberikan Rexy dan Tan bonus masing-masing sebesar 30 ribu Ringgit atau masing-masing Rp99,34 juta. Bonus tersebut sekaligus bukti kepercayaan BAM terhadap Rexy dan Tan untuk menyiapkan Aaron/Soh mengejar gelar mereka impikan, yakni medali emas Olimpiade Paris 2024.

“Kami bertahan dengan rencana kami dan percaya pada proses. Hari ini, tiga tahun berjalan, kita mendapatkan gelar juara dunia pertama kita (bersama Aaron/Wooi Yik). Kami akan terus, dan kami percayay diri ini akan membawa kita ke hal-hal yang lebih besar,” kata Norza.

Malaysia akan datang ke Olimpiade Paris dengan ambisi karena mereka belum pernah meraih emas di pesta olahraga terbesar di dunia itu. Bersamaan di tahun yang sama, Malaysia juga bersiap untuk merebut Piala Thomas yang sudah 30 tahun lepas dari tangan mereka.

“Menyusul penampilan yang mengecewakan di beberapa tahun terakhir, kami datang dengan Project 2024–sebuah rancangan strategi dengan target untuk memenangi medali emas pertama di Olimpiade Paris 2024 dan mendapatkan Piala Thomas di tahun yang sama,” kata Norza.[]