News

902 Orang Mengungsi, 2 Kecamatan Terdampak Awan Panas, 8 Dihujani Abu Vulkanik

Dampak guguran awan panas dan abu vulkanik erupsi Gunung Semeru, Lumajang, melanda 10 kecamatan.


902 Orang Mengungsi, 2 Kecamatan Terdampak Awan Panas, 8 Dihujani Abu Vulkanik
Guguran lava pijar Gunung Semeru terlihat dari Desa Pranajiwo, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (4/3/2020). Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur meningkat sejak sepekan terakhir dengan intensitas delapan kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 200 hingga 1.000 dari pusat guguran gunung dan status Siaga level II atau waspada. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

AKURAT.CO - Sebanyak 10 kecamatan di Lumajang, Jawa Timu, terdampak guguran awan panas dan abu vulkanik erupsi Gunung Semeru. Dua kecamatan diantaranya terdampak sabaran awan panas, sementara delapan kecamatan lainnya terdampak abu vulkanik. Tak kurang dari 900 orang mengungsi akibat kejadian erupsi itu. 

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan itu dalam keterangannya, Minggu (5/12/2021). 

"Sebaran awas panas guguran juga berdampak pada dua kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo pada Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang dan Kecamatan Candipuro pada Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur," katanya.

Selain itu, tercatat delapan kecamatan diselimuti abu vulkanik semburan perut gunung Semeru. Itu menandakan bahwa erupsi Semeru memberi dampak yang cukup luas bagi masyarakat di sekitar maupun yang jauh dari puncak gunung Semeru. 

"Terdapat delapan kecamatan dan beberapa desa yang terdampak abu vulkanik," katanya lagi. 

Berikut daerah-daerah yang terdampak erupsi Gunung Semeru:

1. Kecamatan Ampelgading pada Desa Argoyuwono.

2. Kecamatan Tirtoyudo pada Desa Purwodadi dan Desa Gadungsari.

3. Kecamatan Pagelaran pada Desam Clumprit.

4. Kecamatan Wajak pada Desa Bambang.

5. Kecamatan Kepanjen pada Desa Panggungrejo dan Mojosari.

6. Kecamatan Dampit pada Kelurahan Dampit.

7. Kecamatan Bantur pada Desa Bantur dan Rejosari.

8. Kecamatan Turen pada Desa Talok.

Dia menambahkan, berdasarkan laporan BPBD Lumajang, hampir seribu orang mengungsi akibat erupsi gunung tersebut. Warga yang mengungsi itu, kata dia, tersebar di bebarapa posko pengungsian yang dibangun. 

"BPBD Kabupaten Lumajang juga melaporkan terdapat 902 warga mengungsi yang tersebar di beberapa titik kecamatan," ujarnya. 

Berikut data pengungsi dan lokasi pengungsian: 

1. 305 orang mengungsi di beberapa fasilitasi pendidikan dan balai desa di Kecamatan Pronojiwo dengan rincian :

- SDN Supiturang 04 ± 80 orang

- Masjid Baitul Jadid Dsn. Supiturang ± 50 orang

- SDN Oro-Oro Ombo 3, ± 20 orang

- SDN Oro-Oro Ombo 2, ± 35 orang

- Masjid Pemukiman Dusun Kampung Renteng Desa Oro-oro Ombo ± 20 orang

- Balai Desa Oro-Oro Ombo ± 40 orang

- Balai Desa Sumberurip ± 25 orang

- SDN Sumberurip 2, ± 25 orang

- Sebagian masyarakat mengamankan diri di rumah keluarganya di sekitar ketinggian Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus, Desa Oro-Oro Ombo.

2. 409 orang di lima titik balai desa di Kecamatan Candipuro dengan rincian :

- Balai desa Sumberwuluh

- Balai desa Penanggal

- Balai desa Sumbermujur

- Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh

- Dusun Kajarkuning, Desa Sumberwuluh

3. 188 orang mengungsi di empat titik yang terdiri dari rumah ibadah dan balai desa di Kecamatan Pasirian dengan rincian :

- Balai desa Condro

- Balai desa Pasirian

- Masjid Baiturahman Pasirian 

- Masjid Nurul Huda Alon-Alon Pasirian.