News

KSP: Jangan Panik! 

90 Sekolah di Jakarta Hentikan PTM


KSP: Jangan Panik! 
Sejumlah siswa-siswi mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Labu 01, Jakarta Selatan, Senin (3/1/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Kantor Staf Presiden meminta masyarakat supaya tidak panik berlebihan dalam menyikapi penghentian sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 90 sekolah di Jakarta. 

"Waspada harus proporsional, jangan panik berlebih. Kita ribut dengan penutupan 90 sekolah, padahal di Jakarta ada 6.421 sekolah," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat(28/1/2022). 

Abraham menegaskan bahwa kebijakan pemerintah terkait PTM, mengacu pada SKB 4 menteri, di mana jumlah kehadiran siswa dalam PTM ditentukan dari level PPKM tiap daerah, sehingga bukan satu kebijakan untuk seluruh wilayah Indonesia. 

baca juga:

"Jika angka kasus di Jakarta semakin naik dan level PPKM jadi level 3, maka otomatis PTM dibatasi maksimal 50 persen. Tapi jika level PPKM kembali membaik maka PTM dinaikkan lagi hingga 100 persen. Ini diatur dalam SKB 4 menteri," katanya. 

Selain itu, Abraham juga mengatakan bahwa hasil verifikasi lapangan menunjukkan pembelajaran jarak jauh berdampak terhadap kualitas belajar anak atau peserta didik saat pandemi COVID-19. 

"Menurut kajian Kemendikbud dan Kemenag, hanya 15 persen anak SD kelas 1 yang nilainya sesuai standar. Hasil verifikasi lapangan KSP malah menemukan 50 persen anak SD kelas 1 belum bisa baca tulis," ungkapnya. 

Abraham menekankan, bagaimanapun juga, belajar dengan cara tatap muka lebih baik dan perlu terutama pada tingkat dasar. 

Diketahui sebelumnya, pada Selasa(25/1/2022) Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa total ada 90 sekolah yang ditutup akibat temuan kasus Covid-19, yang tersebar di lima kota Jakarta. 

Sekolah terbanyak yang ditutup ada di Jakarta Timur Wilayah 1, yakni 22. Selanjutnya di Jakarta Timur Wilayah 2 (20 sekolah), Jakarta Selatan Wilayah 2 (16 sekolah), dan Jakarta Selatan Wilayah 1 (15 sekolah). 

Meski demikian, Riza mengatakan bahwa saat ini Jakarta masih akan melanjutkan PTM 100 persen sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri karena masih memenuhi syarat untuk pembelajaran tatap muka. 

Menurut Riza Jakarta masih memberlakukan PPKM Level 2 dan tingkat vaksinasinya sudah memenuhi syarat atau di atas 80 persen dan bahkan 98 persen tenaga pendidik yang sudah divaksin. Dengan alasan itu Pemprov DKI Jakarta belum akan mencabut kebijakan PTM.