Tech

9 Tanda Mobil Kamu Harus Turun Mesin

Turun mesin dilakukan jika mobil mengalami kerusakan


9 Tanda Mobil Kamu Harus Turun Mesin
Ilustrasi mobil bekas (AKURAT.CO/Yusuf Tirtayasa)

AKURAT.CO, Turun mesin mobil merupakan proses pembongkaran dan pelepasan mesin dari kendaraan untuk selanjutnya diperiksa dan ditangani masalahnya. Pada proses ini, kamu dapat mengetahui kerusakan yang di alami oleh kendaraan kamu. Dengan begitu, perbaikan terhadap kerusakan bisa lebih tepat.

Turun mesin dilakukan jika mobil mengalami kerusakan yang mengharuskan untuk mengecek dan memperbaiki komponen yang berada di pusat mesin. Berikut adalah 9 tanda mobil kamu harus turun mesin.

1. Overheating

Turun mesin overheat ini adalah hal yang kerap menyebabkan mobil mogok. Untuk overheating sendiri, bisa menyebabkan berbagai kerusakan lainnya seperti kepala silinder melengkung, bercampurnya oli dengan air dan berbagai gangguan pada mesin mobil lainnya. 

Hal ini bisa kamu perhatikan Jika kamu sedang berkendara dengan laju yang pelan tapi suhu mesin selalu naik, saat itulah kamu harus menaruh curiga pada kondisi sini. Jangan paksakan kendaraan melaju, dan segera matikan mesin mobil. Jika komponen di dalam mesin mengalami kerusakan, sudah bisa dipastikan diharuskan mobil turun mesin untuk dilakukan perbaikan. 

Cara memperbaikinya yaitu dengan membongkar mesin kemudian silinder head dilepas dan dilakukan perataan. Pastikan yang melakukan perbaikan adalah orang yang handal di bidangnya ya, karena jika asal akan membahayakn mobil kamu dan diri kamu sendiri.

2. Mesin terendam air

Penyebab turun mesin mobil yang satu ini kerap terjadi ketika musim hujan yang menyebabkan banjir. Mengendarai mobil saat banjir akan mengakibatkan mesin mobil terendam air. Nah, air yang masuk ke mesin kemudian akan ikut berada di ruang bakar, sehingga hal ini tentu bisa menimbulkan sesuatu yang berbahaya. 

Jika ini terjadi karena tekanan dari piston, maka bisa menyebabkan piston menjadi berlubang atau bahkan bisa pecah. Gejala tersebut biasanyanya disebut water hammer dan sangat bisa menyebabkan turun mesin mobil jika tidak mendapatkan penanganan lebih lanjut. Oleh karena itu, jangan memaksakan mobil melaju melewati genangan air yang tinggi.

3. Oli bercampur dengan air

Ketika air berdiam di ruang bakar juga akan menyebabkan bercampurnya antara oli dan air. Ciri-ciri mobil yang mengalami hal ini adalah warna oli mesin yang berubah warna menjadi kecoklatan, layaknya susu coklat. 

Kondisi tersebut bisa menyebabkan terjadinya korosi pada silinder head, sistem sirkulasi menjadi kacau, hingga terbentuknya busa atau buih pada mesin. Jika hal ini sudah terjadi, turun mesin menjadi pilihan yang tepat guna dilakukan pengurasan serta penggantian oli dan pembersihan.

4. Pelumasan buruk

Penyebab turun mesin pada mobil selanjutnya adalah dikarenakan sistem pelumasan yang buruk atau tidak bisa bekerja dengan baik. Sistem pelumasan mobil ini sangat penting sekali pada komponen mobil, pelumasan mobil ini dibutuhkan untuk menjaga pergesekan di dalam mesin mobil agar tidak terjadi pemanasan yang terlalu tinggi. 

Sehingga, ketika sistem pelumasan ini tidak bekerja dengan baik, maka tentu saja komponen-komponen tersebut mengalami kerusakan karena gesekan tanpa adanya pelumas. Untuk mengetahui apakah pelumasan mobil kamu berfungsi dengan baik yaitu dengan mengecek berapa liter oli yang tersisa dengan bantuan deep stick oil secara rutin. 

Selain itu perhatikan indikator oli pada dashboard mobil. Ada gambar cangkir tetesan di sana. Jika gambar itu menyala, berarti ada masalah pada pelumasannya. Bisa jadi karena kurang tekanan, sirkulasi oli yang buruk. Dikhawatirkan saluran oli tersumbat atau pompa oli rusak. Jika oli mesin mobil tinggal sedikit segera bawa mobil ke bengkel untuk penggantian oli mesin agar terhindar dari turun mesin mobil.

5. Timing belt putus

Timing belt yang putus juga dapat menjadi penyebab turun mesin mobil. Timing belt pada mobil berfungsi sebagai penyalur tenaga dari poros engkol. Jika timing belt putus, maka yang akan terjadi adalah piston dan katup-katupnya bertubrukan. Tentu saja hal ini akan membuat kerusakan pada katup dan pistonnya. 

Namun, ada juga beberapa kasus yang sama dengan tidak menyebabkan terjadinya gangguan pada mesin yang signifikan namun tetap bisa membuat mobil mogok dan tidak bisa dihidupkan.

6. Asap knalpot berwarna putih

Penyebab turun mesin selanjutnya adalah ketika mobil kamu mengeluarkan asap berwarna putih pekat. Jika hal itu terjadi, berarti ada masalah dengan mesinnya. Asap putih ini disebabkan oleh masuknya oli ke ruang bakar dan busi ikut terbakar. 

Hal itu biasanya berimbas pada berkurangnya oli secara signifikan. Akibatnya, akan berdampak pada komponen lainnya, seperti seperti silinder head, piston, packing head, bore silinder, serta seal valve. Semua komponen tersebut berada dalam blok mesin, sehingga untuk memperbaikinya perlu dilakukan turun mesin.

7. Kurangnya air radiator

Air radiator yang berkurang juga dapat menjadi penyebab mobil turun mesin. Hal ini bisa kamu lihat saat mobil distarter lalu air radiator berkurang drastis atau menyembur. Kerusakan bisa terjadi pada silinder head, silinder gasket, atau kebocoran pada radiator, mesin, maupun water pump.

8. Air radiator berminyak

Masalah air radiator selanjutnya yang bisa menyebabkan turun mesin pada mobil yaitu air radiator yang berminyak. Peristiwa ini kerap terjadi akibat silinder head yang berkarat sehingga membuat beberapa lubang yang menyebabkan oli masuk ke dalam saluran air atau air masuk ke ruang kompresi. 

Masalah ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan penggantian silinder head baru. Namun, jika kondisi oli sudah berwarna kecoklatan dan bercampur air radiator maka terpaksa harus turun mesin.

9. Suara mesin kasar

Bagi kamu yang memiliki mobil berbahan bakar bensin sudah sepatutnya mesin mengeluarkan suara yang halus atau cenderung minim suara. Berbeda dengan mobil berbahan bakar diesel yang bersuara kasar. Tetapi jika mobil bensin maupun diesel milikmu makin lama mengeluarkan suara kasar dan keras, maka perlu diwaspadai. 

Apabila setelah dilakukan pemeriksaan dan masalahnya pada pulley di depan mesin atau karena timing chain, maka dapat diperbaiki tanpa turun mesin.Tetapi bila kedua komponen dalam kondisi baik, maka mau tidak mau harus dilakukan turun mesin untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Nah itu dia beberapa tanda mobil kamu harus turun mesin. Adapun, turun mesin mobil dilakukan ketika mobil mengalami kerusakan yang berat. Jika kamu telat atau tidak melakukan turun mesin mobil, komponen yang berada di dalam kendaraan lama-kelamaan mengalami penurunan performa, tidak terkecuali komponen transmisi. Namun, sebenarnya proses turun mesin dianjurkan untuk dilakukan agar performa mesin bisa kembali prima. Dianjurkan mobil dibongkar mesin per 150 ribu km.