Lifestyle

9 Cara Agar Anak Tak Pilah-Pilih Makanan

Sebagai orang tua, perlu mencari cara mengajarkan anak agar bisa menikmati semua makanan. Berikut 9 cara agar anak tidak menjadi pemilih-pemilih makanan


9 Cara Agar Anak Tak Pilah-Pilih Makanan
Ilustrasi anak tidak mau makan (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Apakah Ayah dan Bunda kesulitan mengajari anak tidak pilah-pilih makanan? Anak pilah-pilih makan memang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi kebanyakan orangtua.

Sebagai orangtua, Ayah dan Bunda perlu mencari cara mengajarkan anak agar bisa menikmati semua makanan. Salah satunya dengan cara mencari tips, agar dia lahap makan.

Pasalnya, jika orangtua hanya memberikan makanan yang mereka sukai saja, hal itu akan menjadikan masalah bagi anak di masa depan. Maka, perlu sekali orangtua mengajarkan pada anak-anak untuk mencoba berbagai varian makanan, tentunya juga memperhatikan kandungan gizinya.

Berikut 9 cara agar anak tak menjadi pemilih-pemilih makanan.

Hargai keinginan anak untuk makan atau tidak

Hal pertama dalam mengatasi anak pemilih makanan adalah tidak memaksa anak untuk makan, kalau mereka tidak lapar. Sebab, ada beberapa orangtua yang suka memaksa anaknya untuk makan.

Hal ini hanya bisa menciptakan suasana tegang, sehingga memicu adu mulut saat sedang makan di meja makan. Lalu, anak mengamuk masuk ke kamar dan menjadi tidak makan sama sekali.

Paksaan yang Ayah dan Bunda yang dilakukan terus menerus, justru membuat anak mengaitkan kegiatan makan dengan kecemasan dan frustrasi. Alhasil, anak cenderung lebih mengabaikan rasa kenyang dan laparnya sendiri.

Apabila dia yang suka milih-milih makanan dan mau makan, pertama, sajikan makanan dengan porsi kecil untuk menghindari kekenyangan. Lalu, berilah anak kesempatan untuk menambah porsi makannya sendiri.

Taati jadwal makan rutin

Buatlah jadwal makan rutin yang teratur, misalnya sajikan makanan berat dan camilan di waktu yang sama setiap hari seperti sarapan pukul enam pagi dan sajikan cemilan saat anak pulang dari sekolah.

Bila Ayah dan Bunda membiarkan anak minum jus, susu, atau makan camilan sepanjang hari tanpa jadwal, ini bisa menurunkan nafsu makan berat saat waktu makan tiba.

Bersabar dengan menu baru

Mengatasi anak yang suka pilih makanan memang harus sabar. Bila Ayah dan Bunda menyajikan seporsi menu makanan baru di meja makan, biasanya anak akan menyentuh atau mencium makanan terlebih dulu.

Setelah mencicipi, mereka mungkin menaruh kembali makanan tersebut ke atas piring. Biasanya anak butuh proses untuk menyicipi makanan baru, sebelum akhirnya terbiasa dan mau dengan menu makanan baru.

Buatlah kegiatan makan jadi menyenangkan

Cara membuat kegiatan makan menjadi menyenangkan, bisa dengan Ayah dan Bunda menyajikan wortel rebus dengan saus keju favorit anak. Agar lebih menarik, potong wortel menjadi bentuk unik.

Selain itu, Bunda bisa mencoba untuk menyajikan berbagai makanan dengan warna cerah agar menarik perhatiannya.

Ajak anak berpartisipasi menyiapkan makanan

Bila anak hobi pilah-pilih makanan, coba libatkan dia dalam kegiatan yang berhubungan dengan urusan makan keluarga seprti mengajaknya berbelanja ke pasar atau ke supermarket.

Lalu, mintalah bantuan anak untuk memilih buah-buahan, sayuran, dan makanan sehat lainnya saat berbelanja. Hindari mampir ke rak yang berisi makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi anak.

Ketika sampai di rumah, lakukan hal yang sama dengan melibatkan anak untuk mencuci sayuran, mengaduk adonan atau memilihkan piring saji.

Gunakan kreativitas dalam memasak

Untuk mengantisipasi masalah anak susah makan, Ayah dan Bunda harus kreatif. Kreasikan masakan seperti menambahkan brokoli cincang atau paprika hijau, dalam ayam tumis kesukaan anak.

Ada baiknya hal ini dilakukan agar anak suka dengan berbagai makanan sehat, meskipun dia sebenarnya tidak menyukai makanan tertentu.

Jauhi hal yang mengganggu waktu makan

Matikan TV dan smartphone milik anak, saat sedang makan. Hal ini akan membantunya lebih fokus pada makanan. Perlu diingat bahwa iklan TV atau tontonan Youtube-nya mungkin juga mendorong keinginan anak untuk mengonsumsi makanan manis atau makanan yang kurang bergizi.

Makan bersama keluarga

Sebelum makan bersama, Ayah atau Bunda bisa mendiskusikan menu apa yang diinginkan oleh semua anggota keluarga untuk makan malam. Libatkan anak untuk merencanakan makan malam bersama, ini membuat anak lebih bisa menerima makanan yang disediakan.

Tidak menjadikan makanan sebagai hadiah atau hukuman

Hindari menjadikan makanan sebagai hadiah atau hukuman untuk anak. Sebab, agar tidak tercipta emosi negatif terhadap makanan tertentu pada anak.

Menjadikan makanan tertentu sebagai hadiah membuat sebuah makanan tersebut menjadi sesuatu yang spesial. Sebaliknya, menjadikan makanan tertentu sebagai hukuman membuat makanan tersebut dihindari oleh anak.[]