News

9 Bulan Tak Terima Insentif, 30 Perawat Melapor ke Bupati Morut

Sebanyak 30 perawat mendatangi Wakil Bupati Morowali Utara untuk melaporkan bahwa selama sembilan bulan tidak pernah mendapatkan insentif


9 Bulan Tak Terima Insentif, 30 Perawat Melapor ke Bupati Morut
Petugas medis mengenakan alat pelindung diri (APD) di Puskesmas Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (11/4/2020). Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cipondoh ketika merabaknya wabah pandemi Covid-19, mewajibkan seluruh tenaga medisnya menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti baju hazmat, masker dan face shield yang sudah berjalan sekitar dua minggu. Menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Puskesmas Cipondoh, Melya Yuliastiny, layanan saat ini pun dibagi dua, untuk pasien yan (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Sebanyak 30 perawat mendatangi Wakil Bupati Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, H Djira K untuk melaporkan bahwa selama sembilan bulan tidak pernah mendapatkan insentif penanganan pasien COVID-19 dari RSUD Kolonodale tempat mereka bekerja.

"Kami datang mewakili teman-teman perawat yang selama ini mendapat tugas khusus menangani pasien yang terindikasi positif COVID-19," kata Ketua Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Morut, Marsoni Sule, Kamis (03/06/2021).

Ia juga sudah menanyakan kepada pimpinan RSUD Kolonodale dan Dinas Kesehatan, namun tidak mendapatkan jawaban.

Di depan Wabup mereka mengaku terkahir mendapat insentif penanganan pasien COVID-19 Agustus 2020.

Marsoni mengemukakan para perawat itu mendapat Surat Keputusan (SK) khusus untuk menangani para pasien COVID-19.

"Dengan demikian mereka mendapat honor atau insentif khusus selain honor yang mereka terima setiap bulannya sebagai perawat," ujarnya.

Wabup Morut H Djira K dalam pertemuan itu menyampaikan agar para perawat tersebut bicara apa adanya tanpa ditambah atau dikurangi.

"Bicara terbuka saja, jangan takut-takut. Nanti kita cari tahu apa masalahnya," ujarnya.

Ia menjanjikan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk mengkonfirmasi laporan para perawat tersebut.

Djira juga sempat menanyakan besaran honor tiap perawat dari dana COVID-19 tersebut. Ini dimaksudkan untuk mengetahui angka total honor yang mereka persoalkan.

"Besarnya honor tergantung dari jumlah pasien COVID-19 yang dirawat. Semakin banyak pasien yang dirawat maka semakin besar nominalnya," ucap Marsoni.[]

Sumber: ANTARA