Ekonomi

87 Persen Pemegang Polis Ikut Program Restrukturisasi Jiwasraya

87% pemegang polis kategori Bancassurance mengikuti program restrukturisasi polis Jiwasraya


87 Persen Pemegang Polis Ikut Program Restrukturisasi Jiwasraya
Warga melintas di depan halaman kantor pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Kementerian BUMN mengkawatirkan Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya direalisasikan akan membuat investor takut menanamkan modalnya. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Tim Percepatan Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatat sampai 30 Maret 2021, terdapat 87% atau 15.123 peserta dari pemegang polis kategori Bancassurance mengikuti program restrukturisasi polis Jiwasraya.

Saat yang sama, sekitar 71% atau 131.111 peserta dari kategori pemegang polis korporasi dan sekitar 80% atau sebanyak 110.829 peserta dari kategori pemegang polis ritel juga telah mengikuti program restrukturisasi.

"Dalam dua bulan pelaksanaan program restrukturisasi sejak diumumkan, total jumlah pemegang polis yang mengikuti restrukturisasi terus meningkat," kata Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya R Mahelan Prabantarikso kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Mahelan menjelaskan untuk bisa mendukung kegiatan sosialisasi program restrukturisasi polis Jiwasraya pihaknya telah mengerahkan lebih dari 1.000 karyawan dan agen Jiwasraya.

Pengerahan ribuan karyawan dan agen Jiwasraya untuk memberikan informasi yang utuh dan lengkap mengenai tujuan dari program restrukturisasi, hingga menjelaskan keberadaan perusahaan baru bernama IFG Life yang akan melanjutkan pemberian manfaat asuransi kepada pemegang polis eks Jiwasraya.

Dengan demikian, diharapkan seluruh pemegang polis dapat mengikuti program restrukturisasi demi menghindari kerugian akibat kondisi Jiwasraya yang sudah tidak mampu memenuhi kewajiban.

Hal ini mengingat pelaksanaan program restrukturisasi polis Jiwasraya merupakan hasil dari pembahasan yang panjang di antara pemegang saham, otoritas, Dewan Perwakilan Rakyat, hingga lembaga pengawas.

"Tugas kami dimulai dari mempertahankan Jiwasraya dengan kondisi keuangan yang sudah tidak memungkinkan, hingga mencari solusi dengan menyiapkan opsi-opsi penyelamatan melalui skema restrukturisasi yang telah disepakati bersama," ujar Mahelan yang juga mantan Direktur Kepatuhan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ini.

Audit polis

Sumber: ANTARA