News

85 Karya Ternekat Hingga Paling Mengusik Menangi Lomba Mural Dibungkam

Ada juga kategori Paling Keras Kepala lho


85 Karya Ternekat Hingga Paling Mengusik Menangi Lomba Mural Dibungkam
Piagam dan mural di tembok bawah Jembatan Kleringan Kewek, Kota Yogyakarta (akurat.co/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Total sekitar 120 karya terkumpul dalam Lomba Mural Dibungkam yang dihelat Gejayan Memanggil. Sebanyak 85 hasil goresan seniman keluar sebagai jawaranya.

"Kita umumkan bersamaan dengan Hari Demokrasi Internasional yang diperingati 15 September tiap tahunnya," kata Mimin Muralis (bukan nama sebenarnya), selaku Humas Gejayan Memanggil untuk Lomba Mural Dibungkam, Rabu (15/9/2021).

"Kita tunjuk 85 dari 120an karya yang dari Yogyakarta, Jakarta, Denpasar, Banjarmasin, Medan, Tangerang, Karawang, bahkan kota-kota di Papua," sambung Mimin yang ditemui di sebuah kafe daerah Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Mimin berujar, para pemenang dibagi ke dalam 14 kategori berbeda. Antara lain, Paling Memanggil; Paling Nekat; Paling Bisaan; Paling Misterius; Paling Teatrikal; Paling Nyentil; Paling Strategis; Paling Berwarna; Paling Mengusik; Paling Suka Begadang; Paling Hits; Paling Keras Kepala; dan Favorit.

Jumlah karya pemenang berbeda di tiap kategori. Kecuali untuk yang terfavorif hanya dipilih satu saja. Yakni, mural bikinan @tuvarepstreetwall dari Karawang, Jawa Barat.

Mimin berujar, mural terfavorit ini dipilih dengan pertimbangan mempunyai dampak besar terhadap dinamika daerah tempat karya itu berada. Karya @tuvarepstreetwall, lanjutnya, bahkan sampai memantik pemerintah daerah setempat untuk menyelenggarakan kompetisi mural.

"Pemerintah daerahnya bikin lomba mural, sampai diajak negosiasi, tapi teman-teman menolak dan hanya beberapa muralis yang ikut untuk merayakan hari daerah tersebut," ujar Mimin.

Kemudian, kata Mimin, karya paling kritis masuk dalam kategori Paling Nyentil, sementara yang sampai membuat aparat risih jadi juara di kategori Paling Mengusik. Artinya, secara cepat dihapus atau ditindih cat milik petugas. Sedangkan karya-karya yang dibuat di tempat 'rawan' masuk kategori Paling Nekat.

85 Karya Ternekat Hingga Paling Mengusik Menangi Lomba Mural Dibungkam - Foto 1
akurat.co/Kumoro Damarjati

Ada juga kategori Paling Keras Kepala. Bamsuck, seniman jalanan asal Kota Yogyakarta yang sempat bikin geger karena muralnya di bawah Jembatan Kewek masuk sebagai salah satu pemenang.

"Bamsuck itu paling dicari, karena terus melawan (dengan mural) dan vandal juga. Makanya dia masuk kategori Paling Keras Kepala. Dia sekarang lagi sembunyi dulu," beber Mimin geli.

Bukan cuma Bamsuck, kata Mimin, banyak seniman lain yang juga masuk daftar buruan karena tindakan serupa.

Hasil seleksi pemenang secara keseluruhan dapat dilihat di beberapa unggahan dalam akun Instagram resmi Gejayan Memanggil. Adapun hadiah dari panitia berupa suvenir merchandise berbentuk kaos atau jaket.

Ada pula hadiah lain yang berasal dari mereka yang simpati terhadap lomba ini. Wujudnya bermacam-macam, mulai dari kopi hasil perkebunan sendiri, voucher belanja serta makan gratis di resto, sepatu, tas, dan masih banyak lagi.

"Lomba ini merepresentasikan suara seniman dalam menangkap perasaan kita hari ini. Karenanya kami anggap semua adalah pemenang sehingga perlu ada penyerahan simbolis tembok-tembok yang punya peristiwa seperti di Jembatan Kewek dan Perempatan Tukangan," sebut Mimin.

Piagam ini lanjutnya, merupakan simbol penghargaan terhadap dinding yang jadi kanvas sekaligus saksi beraneka ragam aspirasi masyarakat. Piagam juga menjadi bentuk perlawanan kepada aparat yang kian represif menyikapi coretan kritis di dinding-dinding ruang publik.

"Kita pilih Tukangan dan Kewek karena banyak dimural, dihapus, dimural, dihapus, dan itu menjadi hal yang paling sakral. Kami tahu piagam itu akan diamankan oleh aparat karena mengusik dan jadi musuh. Ketika diambil, maka menandakan isi piagam itu, yakni kemunduran demokrasi kita," pungkasnya. []