News

8 Kecaman Dunia terhadap Bentrokan di Masjid Al-Aqsa, Bagaimana Reaksi Indonesia?

Berbagai negara dan organisasi menyatakan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas bentrokan di Masjid Al-Aqsa antara warga Palestina dan polisi Israel.


8 Kecaman Dunia terhadap Bentrokan di Masjid Al-Aqsa, Bagaimana Reaksi Indonesia?
Bentrokan antara warga Palestina melawan polisi antihuru-hara Israel pada Jumat (7/5) di Masjid Al-Aqsa menjadi puncak kekerasan selama sepekan terakhir di Kota Suci dan Tepi Barat yang diduduki. (Foto: REUTERS)

AKURAT.CO, Lebih dari 200 warga Palestina dan 17 petugas polisi Israel dilaporkan terluka dalam bentrokan antara demonstran dan polisi antihuru-hara di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat (7/5). Insiden ini pun menjadi puncak kekerasan selama sepekan terakhir di Kota Suci dan Tepi Barat yang diduduki.

Awal tahun ini, pengadilan distrik memutuskan bahwa sejumlah rumah warga Palestina di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, resmi menjadi milik keluarga Yahudi. Hal ini sontak memicu protes berulang dan bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel.

Dilansir dari CGTN, berikut reaksi komunitas internasional terhadap bentrokan di Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah.

1. PBB

AFP

Perwakilan tinggi untuk Aliansi Peradaban PBB (UNAOC), Miguel Moratinos, pada Sabtu (8/5) menyatakan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas bentrokan tersebut. Dalam pernyataan persnya, Moratinos menyerukan untuk menghormati kesucian situs keagamaan itu dan menekankan hak jemaah untuk menunaikan ibadah dan tradisi keagamaannya secara damai dan aman tanpa rasa takut atau intimidasi. Ia juga memohon perdamaian dan menghormati status quo Situs Suci di Yerusalem Timur dan mendoakan mereka yang terluka agar segera pulih.

Sementara itu, juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM (OHCHR), Rupert Colville, mendesak Israel agar membatalkan penggusuran dan memperingatkan tindakannya bisa dianggap sebagai 'kejahatan perang'.

"Kami ingin menekankan bahwa Yerusalem Timur yang diduduki tetap menjadi bagian dari wilayah Palestina. Artinya, hukum humaniter internasional berlaku di sana. Kekuatan pendudukan tidak dapat menyita properti pribadi di wilayah pendudukan," tegasnya.

2. Kuartet Timur Tengah

REUTERS

Kuartet Timur Tengah yang terdiri dari Uni Eropa, Rusia, Amerika Serikat (AS), dan PBB pada Sabtu (8/5) mengatakan mereka memantau dengan cermat situasi di Yerusalem Timur, termasuk di kawasan Kota Tua dan Sheikh Jarrah.

"Kami mengkhawatirkan pernyataan provokatif dari sejumlah kelompok politik, serta peluncuran roket dan dimulainya kembali balon pembakar dari Gaza menuju Israel, dan serangan terhadap lahan pertanian Palestina di Tepi Barat. Kami menyerukan kepada otoritas Israel agar menahan diri dan menghindari tindakan yang akan semakin memanaskan situasi selama Hari Raya Muslim," bunyi pernyataan tersebut.

Mereka juga menyerukan agar semua pihak menegakkan dan menghormati status quo di tempat-tempat suci. Menurutnya, semua pemimpin bertanggung jawab untuk itu. Kuartet Timur Tengah pun menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi 2 negara yang dinegosiasikan.

3. Yordania

REUTERS

Kecaman terhadap Israel juga datang dari Yordania pada Sabtu (8/5). Negara ini mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggarannya.

Presiden Senat Faisal al-Fayez pun menyerukan kepada komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab moral dan hukumnya demi menghentikan kawanan pemukim dan terorisme yang disponsori negara yang diperintah sayap kanan ekstrem Israel terhadap Palestina.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Deifallah al-Fayez mendesak otoritas Israel agar membiarkan jemaah melakukan salat malam dengan aman dan bebas selama bulan suci Ramadan.

4. Qatar

REUTERS

Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam keras penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh polisi Israel. Menurutnya, tindakan itu merupakan provokasi terhadap perasaan jutaan Muslim di seluruh dunia sekaligus pelanggaran berat terhadap HAM dan kesepakatan internasional.

Negara ini pun mendesak komunitas internasional agar bekerja sama untuk mengakhiri agresi berulang Israel terhadap Palestina dan Al-Aqsa. Qatar juga menegaskan kembali dukungannya terhadap hak sah rakyat Palestina untuk mendirikan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967.

5. Arab Saudi

REUTERS

Arab Saudi turut mengecam rencana penggusuran warga Palestina di kawasan Sheikh Jarrah.

"Arab Saudi menolak rencana dan tindakan Israel yang mengusir puluhan warga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem dan memaksakan kedaulatan Israel atas mereka," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

6. Uni Emirat Arab (UEA)

REUTERS

UEA yang menormalisasi hubungan dengan Israel tahun lalu ikut mengutuk bentrokan dan potensi penggusuran. Negara ini juga mendesak pemerintah Israel agar meredakan ketegangan.

Menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Khalifa al-Marar, otoritas Israel perlu bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan terhadap hak warga sipil Palestina dalam menjalankan agama mereka. Hal ini sejalan dengan hukum internasional. UEA juga meminta Israel mencegah praktik yang melanggar kesucian Masjid Al-Aqsa.

7. Rusia

AFP

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk serangan terhadap warga sipil Palestina dan mendesak kedua belah pihak agar menahan diri dari meningkatnya kekerasan.

"Perkembangan peristiwa ini mengundang keprihatinan mendalam di Moskow. Kami mengutuk keras serangan terhadap warga sipil. Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dari setiap langkah yang mengeskalasi kekerasan," pinta Rusia.

8. Uni Eropa (EU)

AFP

EU mengutuk bentrokan kekerasan antara polisi Israel dan warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa dan mendesak otoritas untuk meredakan ketegangan.

"Kekerasan dan penghasutan tak dapat diterima. Para pelaku dari kedua pihak harus dimintai pertanggungjawaban. Uni Eropa meminta otoritas agar segera bertindak untuk meredakan ketegangan saat ini di Yerusalem," desak mereka.

Sementara itu, Indonesia mengutuk penggusuran paksa 6 warga Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Melalui twit Kementerian Luar Negeri RI pada Sabtu (8/5), negara ini juga mengutuk penggunaan kekerasan terhadap warga sipil Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa yang melukai ratusan korban, sehingga melukai perasaan umat. Menurut instansi tersebut, pengusiran paksa dan penggunaan kekerasan bertentangan dengan berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, Hukum Humaniter Internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, dan berpotensi meningkatkan ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan tersebut.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co