News

8 Investor Saham Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Korupsi Asabri

Mereka merupakan pemilik nomor tunggal investor pasar modal alias SID


8 Investor Saham Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Korupsi Asabri
Gedung Bundar Jampidsus. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap para saksi terkait Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di PT Asabri (Persero) pada Senin (21/6/2021).

Sebanyak 8 orang saksi diperiksa dalam kesempatan ini. Mereka terdiri dari para pemilik nomor tunggal investor pasar modal alias SID (Single Investor Identification) dan 4 orang pengurus perusahaan sekuritas yang terkait dengan perkara Asabri.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer di kantornya, Senin (21/6/2021).

Delapan saksi yang diperiksa terkait SID adalah

1. S selaku pribadi / Ibu Rumah Tangga, diperiksa terkait klarifikasi blokir SID. 

2. ERS selaku pribadi / Ibu Rumah Tangga, diperiksa terkait klarifikasi blokir SID.

3. AN selaku pribadi / Wiraswasta, diperiksa terkait klarifikasi blokir SID.

4. H selaku pribadi / Wiraswasta, diperiksa terkait klarifikasi blokir SID.

5. NAP selaku pribadi / Freelance EO, diperiksa terkait klarifikasi blokir SID.

6. K selaku pribadi / Ibu Rumah Tangga, diperiksa terkait klarifikasi blokir SID.

7. NRI selaku pribadi / Ibu Rumah Tangga, diperiksa terkait klarifikasi blokir SID.

8. MPA selaku pribadi / Ibu Rumah Tangga, diperiksa terkait klarifikasi blokir SID.

Kemudian empat saksi lain yang diperiksa adalah

1. DJ selaku Direktur Utama PT. Minapadi Investama Sekuritas, diperiksa terkait pendalaman broker PT. Asabri.

2. HHK selaku Direktur Utama PT. Panca Global Sekuritas, diperiksa terkait pendalaman broker PT. Asabri.

3. M selaku Direktur Utama PT. BNC Sekuritas Indonesia, diperiksa terkait pendalaman broker PT. Asabri.

4. CK selaku Deputi Head Equity Brokeage PT. Mega Capital Sekuritas, diperiksa terkait pendalaman broker PT. Asabri.

Sebelumnya penyidik Kejaksaan Agung (Kejakgung) menyita kepemilikan saham atas nama tersangka Heru Hidayat senilai Rp 325 miliar dari PT Trada Alam Minera (TRAM).

Penyitaan tersebut, dilakukan terkait dengan penyidikan lanjutan dugaan korupsi dan pencucian uang (TPPU) yang terjadi di PT Asabri.

Direktur Penyidikan Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah mengatakan, penyitaan saham-saham tersebut, menambah nilai sementara seluruh aset rampasan.

"Ada aset lagi yang kita sita, yaitu penyitaan saham TRAM, di SMRU (SMR-Utama) senilai lebih kurang Rp325 miliar. Itu punya Heru Hidayat. Jadi sekarang, tembus sudah lebih dari (Rp) 14 triliun (nilai aset sitaan)," kata Febrie saat ditemui di gedung Pidana Khusus Kejakgung, Jakarta, pada Senin (14/6/2021).

Dalam kasus ini Kejagung sudah menetapkan sembilan nama sebagai tersangka di kasus ini.

Mereka antara lain Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri (ARD) sebagai Direktur Utama Asabri periode 2011-2016, Letjen Purn Sonny Widjaja (SW) sebagai Direktur Utama Asabri periode 2016-2020, dan Bachtiar Effendi (BE) sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Asabri periode 2012-2015.

Lainnya yakni Hari Setianto (HS), Direktur Investasi dan Keuangan Asabri periode 2013-2019.

Selanjutnya, Ilham W Siregar (IWS), Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2012-2017, Lukman Purnomosidi (LP), Presiden Direktur PT Prima Jaringan & Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), Heru Hidayat (HH) Presiden PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Benny Tjokrosaputro (BTS) atau Bentjok sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) dan Jimmy Sutopo (JS), Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship.

Nama Benny Tjokro dan Heru Hidayat juga ditetapkan tersangka kasus TPPU. []