Ekonomi

8 Fakta Kiprah Garuda Indonesia dalam Bisnis Penerbangan Nasional

Ketahui fakta-fakta menarik tentang perjalanan Garuda Indonesia berikut ini.


8 Fakta Kiprah Garuda Indonesia dalam Bisnis Penerbangan Nasional
Garuda Indonesia efektif lakukan penyesuaian penerbangan mulai Sabtu (25/4) pukul 00.00 WIB (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Kondisi PT Garuda Indonesia (Persero) menjadi sorotan publik setelah laporan keuangannya merugi terus menerus.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, setiap bulannya maskapai pelat merah tersebut harus menghadapi kerugian sebesar US$100 juta atau setara Rp1,45 triliun. Garuda disebut memiliki beban biaya pengeluaran (cost) US$150 juta per bulan, sedangkan pendapatannya hanya US$50 juta.

"Jadi setiap bulan rugi US$100 juta," kata Tiko dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis, 3 Juni 2021. 

Sebelum mengalami kerugian, Garuda sendiri merupakan maskapai penerbangan terbesar dan tertua di Indonesia, Garuda Indonesia memiliki perjalanan yang cukup panjang.

Maka dari itu, kerugian Garuda menjadi sorotan publik karena merupakan salah satu BUMN yang cukup populer di masyarakat.

Untuk itu, ketahui fakta-fakta menarik tentang perjalanan Garuda Indonesia berikut ini.

1. Namanya berasal dari sajak seorang pujangga terkenal

Setelah kemerdekaan Indonesia, Belanda belum sepenuhnya hengkang dari Indonesia. Begitu juga dengan perusahaan maskapai penerbangannya, yaitu KLM, yang sebelumnya bernama KNILM. 

Baru setelah diadakannya Konferensi Meja Bundar pada Agustus 1949, KLM resmi diserahkan kepada Indonesia melalui Presiden Soekarno, tepatnya pada 25 Desember 1949. Dengan mengutip sajak gubahan dari seorang pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto dalam bahasa Indonesia, Soekarno memilih Garuda sebagai nama maskapai penerbangan nasional tersebut.

2. Berusia hampir 70 tahun

Selang tiga hari kemudian, Garuda melakukan penerbangan pertamanya dari Yogyakarta menuju Jakarta, tepatnya pada tanggal 28 Desember 1949. Di awal berdirinya, maskapai yang berusia hampir 70 tahun ini bernama Garuda Indonesian Airways.

3. Dibeli dengan sumbangan dari rakyat Aceh

Douglas DC-3 adalah pesawat angkut pertama yang dimiliki oleh Indonesia dan pesawat kedua yang dimiliki oleh Indonesia. 

Nama Indonesia dari pesawat ini adalah Seulawah, diambil dari perjuangan rakyat Aceh untuk menyumbangkan 20 kg emas untuk membeli salah satu pesawat legendaris ini.

4. Sempat dilarang mendarat di Eropa

Pada tahun 2007, Garuda sempat dilarang untuk melakukan pendaratan di Eropa menyusul kejadian yang sempat menimpa pesawat dari maskapai terbesar se-Indonesia ini. 

Tetapi embargo tersebut dicabut pada tahun 2009. Saat ini, Garuda Indonesia adalah salah satu dari empat maskapai di Indonesia yang boleh mendarat di dataran Eropa.

5. Pesawat jet hingga sponsor tim sepak bola

Di awal perjalanannya, Garuda menjadi maskapai pertama yang menggunakan pesawat jet subsonik di Asia Tenggara. Setelahnya, Garuda juga pernah menjadi maskapai penerbangan terbaik ke-8 sedunia. Bahkan, Garuda sempat menjadi sponsor klub raksasa Inggris, Liverpool FC.

6. Penerbangan first class

Sejak berdirinya, Garuda pernah memiliki rute penerbangan kelas satu hingga akhirnya dihentikan pada tahun 1985 dan diganti dengan kelas bisnis. Tetapi, 28 tahun setelahnya, Garuda kembali membuka penerbangan first class dengan mengandalkan empat pesawat Boeing B777-300, tepatnya pada Juli 2013.

7. Kontroversi laporan keuangan

Beberapa waktu lalu, sempat juga mencuat laporan yang menyesatkan dari laporan keuangan PT Garuda Indonesia tahun 2018. Setelah sempat diwarnai dengan kabar akan mogoknya para karyawannya, akhirnya PT Garuda Indonesia dijatuhi sanksi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) karena kejanggalan dalam laporannya.

8. Kini kerugian capai Rp1,45 triliun dengan utang bengkak

Seperti dijelaskan diatas disebutkan kerugian Garuda sebesar US$100 juta atau setara Rp1,45 triliun.

Di sisi lain, utang Garuda juga membengkak dari Rp20 triliun menjadi Rp70 triliun. Ini membuat neraca Garuda menjadi insolvent yakni keadaan debitur yang jumlah utangnya melebihi ekuitas. []