News

700 Prajurit BKO Koramil Persiapan Kodam Kasuari Semakin Siap Tugas


700 Prajurit BKO Koramil Persiapan Kodam Kasuari Semakin Siap Tugas
Pembekalan Satuan BKO Koramil Persiapan di jajaran Kodam XVIII/Kasuari yang berada di Balai Latihan Kerja (BLK) Kehutanan Manokwari, Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, Kamis (30/1/2020) (Dok. Kodam XVIII/Kasuari)

AKURAT.CO, Wakil Komandan (Wadan) Resimen Induk Kodam (Rindam) XVIII/Kasuari, Kolonel Inf I Made Suharsana, selaku Komandan Satuan (Dansat) Pembekalan Satuan Bawah Kendali Operasi (BKO) Koramil Persiapan jajaran Kodam XVIII/Kasuari mengungkapkan bahwa dilaksanakannya pembekalan kepada satuannya berawal dari pembentukan Kodam XVIII/Kasuari pada 19 Desember 2016 sampai dengan saat ini yang telah berjalan selama tiga tahun.

Hal itu disampaikan oleh Kolonel Made di Posko Pembekalan Satuan BKO Koramil Persiapan di jajaran Kodam XVIII/Kasuari yang berada di Balai Latihan Kerja (BLK) Kehutanan Manokwari, Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, Kamis (30/1/2020).

"Gelar kekuatan Kodam XVIII/Kasuari hanya baru 39 persen. Jadi dihadapkan dengan luasnya wilayah masih sangat kurang, sehingga untuk memenuhi kebutuhan personel di Kodam ini didatangkanlah Satuan BKO Koramil Persiapan, atas kebijakan pimpinan Angkatan Darat untuk mempercepat proses pembentukan satuan baru, khususnya Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) setingkat Koramil," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Made mengatakan, sebanyak 700 orang Prajurit dari berbagai satuan di jajaran TNI AD di seluruh Indonesia telah berada di Kota Manokwari untuk membantu Kodam XVIII/Kasuari dengan bertugas bersama personel organik Kodam XVIII/Kasuari.

"Nah sebelum mereka kita sebar di Koramil-Koramil yang nantinya akan kita bentuk menjadi 57 Koramil, sebelumnya mereka kita latih, kita didik, kita bekali dulu di Kodam," katanya.

Materi dalam pembekalan kepada 700 orang Prajurit Satuan BKO tersebut meliputi ceramah dari unsur pimpinan di Provinsi Papua Barat, diantaranya Pangdam, Kapolda, Kasdam, Danrem 181/PVT dan Gubernur serta materi Teritorial, Intelijen, Hukum dan materi tempur.

"Semua itu untuk mendukung kegiatan mereka yang akan melaksanakan tugas di lapangan nantinya. Sedangkan tujuan dilaksanakannya pembekalan ini sudah jelas, yaitu untuk membekali mereka dengan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan, khususnya tentang teritorial, sehingga setelah disebar, mereka nantinya bisa melaksanakan tugas dengan baik di lapangan. Nah itu harapan kita," ujar Made.

Lebih lanjut, Made menyampaikan, Kodam berkeinginan, setelah ratusan personel Satuan BKO Koramil Persiapan itu disebar ke tempat tugas masing-masing yakni di Koramil-Koramil yang akan dibentuk, mereka dapat bekerjasama dan bersinergi dengan instansi dan aparat keamanan, termasuk dengan pemerintah daerah setempat, karena salah satu tugas mereka adalah menyiapkan percepatan proses berdirinya Koramil.

"Mereka juga perlu bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat, karena berkaitan dengan lahan yang akan digunakan untuk mendirikan Koramil," ungkapnya.

700 orang Prajurit Satuan BKO Koramil Persiapan tersebut akan menjalani tugas selama 1 tahun, mulai dari Januari 2020 sampai dengan Desember 2020 mendatang. Harapannya, di saat tugas mereka berakhir, sudah tercipta kerangka untuk pembentukan Koramil baru, yakni sebanyak 57 Koramil yang tersebar di 12 Kodim di lingkungan Kodam XVIII/Kasuari.

Dengan diberikannya pembekalan yang bertitik berat pada Pembinaan Teritorial (Binter), menurut Made, tentu akan menjadi bekal yang sangat berguna bagi para prajurit itu dalam pelaksanaan tugasnya di lapangan.

"Terkait dengan Binter ini, kita juga berikan materi tentang adat istiadat dan budaya Papua, karena mereka ini banyak yang belum pernah menginjakkan kaki atau bertugas di Papua, sementara tuntutan tugasnya adalah di Papua. Maka kita berikan berbagai ilmu dan pengetahuan dalam proses pembekalan ini kepada 700 Prajurit Satuan BKO Koramil Persiapan di wilayah Kodam XVIII/Kasuari, Provinsi Papua Barat. Untuk kepangkatan, mereka yang masuk dalam Satuan BKO ini, pangkat terendahnya adalah Prajurit Dua (Prada) dan pangkat tertingginya Kapten," katanya.

"Perkembangannya, setelah mendapatkan berbagai materi ilmu dan pengetahuan selama pembekalan, baik di Makodam dan di BLK Kehutanan Manokwari ini, mereka tampak semakin siap untuk bertugas di berbagai wilayah di Papua Barat, sebagai Prajurit yang di BKO-kan di Koramil Persiapan yang ada di Kodim-Kodim jajaran Kodam XVIII/Kasuari," ujar Made menambahkan.

Kunjungan Kasdam XVIII/Kasuari

Sementara itu, Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Ferry Zein, saat mengunjungi BLK Kehutanan Manokwari pada Selasa (28/1/2020) lalu, mengatakan bahwa hasil pengamatan selama kurang lebih satu minggu pelaksanaan pembekalan, para prajurit yang tergabung dalam Satuan BKO dinilai memiliki semangat yang baik dalam mengikuti pembekalan dan dinilai siap untuk menjalani tugas di wilayah Papua Barat.

"Saya berterimakasih atas semangat, kesungguhan dan keikhlasannya, karena saya yakin dari rumah atau pangkalan (markas satuannya) masing-masing, orang sudah berpikiran bahwa saya akan menjalankan tugas di sini selama satu tahun," katanya.

Menurut Kasdam, masa orientasi ini merupakan kurun waktu yang sangat penting untuk mengubah pola pemikiran dan wawasan para prajurit, yang sebelumnya dari Kodam asal pengirimannya ada yang memang sudah bertugas di Satuan Teritorial maupun yang berasal dari Satuan Tempur atau Batalyon dan juga dari Badan Pelaksana (Balak). Maka di masa pembekalan inilah, pemikirannya disamakan menjadi satu yaitu sebagai seorang Prajurit yang sedang menjalani penugasan selama satu tahun di daerah Papua Barat.

"Jadi karena bervariasi sumber satuannya, maka disini kita akan membangun kebersamaan, jiwa korsa, semangat kesatuan, agar nantinya di dalam penugasan kalian bisa bersama-sama mengatasi setiap permasalahan saat menjalani tugas," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Kasdam juga berpesan kepada para Prajurit Satuan BKO tersebut untuk selalu berupaya menjaga kesehatannya, agar penugasan dapat mereka jalankan dengan baik, lancar dan sukses.

"Untuk tetap sehat, yang pertama tentunya makan yang cukup, gizi atau kalori yang masuk harus cukup. Kedua kita harus tetap lakukan pembinaan fisik. Nantinya saat di Pos, olahraga harus terus dilakukan. Saya minta, Prajurit tertua memimpin pembinaan fisik atau olahraga. Jangan lupakan itu, karena itulah dasar kita untuk sehat," ujarnya.

"Kalian juga harus hati-hati, karena disini ada daerah-daerah yang airnya mengandung kapur. Selanjutnya kalian harus jaga pola tidur atau istirahat. Di sini merupakan daerah endemik Malaria, maka jangan banyak tidur siang," kata Kasdam menambahkan.[]