News

700 Orang Telah Tewas, Junta Justru Jatuhi Dakwaan Baru untuk Aung San Suu Kyi

Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan militer, Aung San Suu Kyi telah dikenai dakwaan baru


700 Orang Telah Tewas, Junta Justru Jatuhi Dakwaan Baru untuk Aung San Suu Kyi
Sementara Aung San Suu Kyi dikenai dakwaan baru, lebih dari 700 orang meregang nyawa hanya dalam waktu hanya 70 hari sejak kudeta (AFP)

AKURAT.CO, Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan militer, Aung San Suu Kyi telah dikenai dakwaan baru. Dalam kasus kali ini, Suu Kyi pun dilaporkan mendapatkan dakwaan atas pelanggaran Undang-undang (UU) penanggulangan bencana alam.

Diwartakan Al Jazeera hingga Strait Times, pidana baru dari junta itu diungkap oleh pengacara Suu Kyi, Min Min Soe Senin (2/4) hari ini.

Dalam pernyataannya, Min Min Soe membeberkan bahwa Suu Kyi didakwa berdasarkan pasal 25 UU manajemen bencana alam. Disebutkan juga bagaimana Suu Kyi secara total telah dipidana dengan enam dakwaan. Di antaranya termasuk dakwaan pelanggaran UU rahasia resmi negara yang muncul awal pekan lalu. Sebagaimana diketahui, dakwaan ini menjadi yang terberat di antara tuduhan lainnya, dan ancaman hukuman dikatakan mencapai hingga 14 tahun.

"Amay (ibu) Suu telah didakwa lagi berdasarkan pasal 25 UU manajemen bencana alam.

"Secara keseluruhan, dia telah didakwa dalam enam kasus- lima dakwaan di Naypyitaw dan satu di Yangon," ungkap Min Min Soe setelah sidang pengadilan di ibu kota Naypyitaw, di mana Suu Kyi muncul melalui tautan video.

Hingga kini, belum jelas ancaman hukuman apa yang dihadapi Suu Kyi atas enam kasus dakwaan itu. Namun, pengacara Suu Kyi menuturkan bahwa sampai saat ini, Suu Kyi masih dalam status tahanan rumah. Ia pun dikatakan dalam kondisi sehat meski dikurung di kediamannya di Naypyitaw.

Selain itu, Suu Kyi juga dikatakan telah mengulangi permintaan untuk bertemu dengan pengacaranya secara langsung. Tidak jelas apakah tuntutan ini dikabulkan oleh militer. Namun, diketahui Suu Kyi bakal menjalani sidang berikutnya pada 26 April mendatang.

Suu Kyi sendiri tercatat belum tampil di hadapan umum sejak digulingkan 1 Februari lalu. Sejak itu, belum diketahui secara pasti apakah ia menyadari kekacauan hingga kematian warga sipil yang ditembaki militer. Padahal, seperti diketahui, selama dua bulan ini, protes terus digelorakan oleh para pejuang anti-kudeta dari berbagai penjuru Myanmar.

Meski, selama itu pula, para demonstran dan warga sipil menghadapi ancaman mematikan dari pasukan keamanan. Imbasnya, jumlah warga sipil yang tewas makin hari makin besar. Hingga kini, jumlah yang meregang nyawa bahkan dilaporkan telah menembus lebih dari 700 jiwa. Sementara, jumlah orang yang ditangkap telah meroket hingga lebih dari 3 ribu orang, menurut kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.