News

7 Wanita Asia Tenggara Paling Inspiratif Versi BBC, Ada dari Indonesia


7 Wanita Asia Tenggara Paling Inspiratif Versi BBC, Ada dari Indonesia
Kolase foto wanita Asia Tenggara paling inspiratif versi BBC (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Setiap tahunnya BBC memilih 100 wanita paling inspiratif dan paling berpengaruh di dunia untuk dimasukkan dalam daftar "BBC 100 Women". Untuk tahun 2019 ini, para wanita yang terpilih berasal dari beragam kalangan, mulai dari aktivis iklim Greta Thunberg hingga transgender Nisha Ayub. Yang lebih membanggakan, sejumlah wanita Asia Tenggara berhasil terpilih. Salah satunya pun berasal dari Indonesia.

Dilansir dari BBC, ini 7 wanita Asia Tenggara paling inspiratif versi BBC.

1. Swietenia Puspa Lestari (Indonesia)

baca juga:

Instagram/swieteniapuspa

Perempuan yang hobi menyelam ini mendirikan Yayasan Penyelam Lestari Indonesia guna membersihkan sampah-sampah di laut Indonesia. Berkat kerja kerasnya, 1.500 relawan telah bergabung di seluruh penjuru Nusantara, bahkan sampai ke Asia Tenggara.

Swietenia juga merupakan pelopor "Gerakan Tanpa Sedotan" di Indonesia. Gerakan ini berhasil mengurangi sampah plastik dari sedotan sekali pakai yang telah didukung 700 restoran.

2. Maria Ressa (Filipina)

BBC

Jurnalis perempuan ini berhasil meraih penghargaan dari Filipina, berkat membuat laman "Rappler" untuk mengungkap berita palsu. Tak jarang ia menerima ancaman pemerkosaan dan pembunuhan di internet. Pasalnya, laman beritanya berani mengkritik keras penggunaan kekerasan dalam perang narkoba Presiden Filipina Duterte. Tak tanggung-tanggung, sudah 2 kali Maria ditangkap otoritas dengan tuduhan pelanggaran dunia maya. Ia pun menggandeng pengacara HAM ternama, Amal Clooney, untuk membelanya.

3. Nisha Ayub (Malaysia)

Malaymail

Transgender Malaysia ini dianggap punya kisah inspiratif sehingga bisa masuk daftar "100 Wanita BBC" tahun ini. Saat berumur 21 tahun, ia divonis penjara 3 bulan lantaran didakwa melanggar hukum syariah. Pasalnya, Nisha dinyatakan melanggar larangan seorang pria memakai baju wanita atau menyamar sebagai wanita di ruang publik. Meski sudah berubah menjadi wanita, ia tetap dijebloskan ke penjara pria.

Begitu dibebaskan, Nisha tak lelah menjadi aktivis untuk membela hak-hak transgender Malaysia. Ia pun menjadi salah satu pendiri SEED, yayasan transgender pertama di Negeri Jiran. Yayasan itu memperjuangkan isu tunawisma bagi perempuan trans lansia yang terlunta-lunta, tanpa keluarga. Berkat kerja kerasnya, Nisha Ayub dianugerahi penghargaan internasional Amerika Serikat "Women of Courage 2016".

4. Biksuni Dhammananda (Thailand)

Wikipedia

Agama Buddha menjadi agama mayoritas di Thailand. Tak heran Negeri Gajah Putih itu punya sekitar 300 ribu biksu Buddha. Mirisnya, kehadiran biksuni (biksu wanita) justru tidak dianggap, bahkan dilarang ditahbiskan di Thailand.

Tak tinggal diam, di tahun 2003 Biksuni Dhammananda rela terbang ke Sri Lanka untuk ditahbiskan. Ia pun pulang ke negerinya dan jadi biksu wanita pertama di Thailand. Keberaniannya pun menginspirasi biksuni lainnya untuk mengambil langkah yang sama. Kini sudah ada 100 biksuni lainnya di Thailand. Tak sampai di situ, ia menjadi kepala wihara Singdhammakalyani, wihara Buddha pertama di Thailand yang semua biksunya perempuan.

5. Suster Gerard Fernandez (Singapura)

The Straits Times

Biarawati Katolik Roma asal Singapura ini sudah 30 tahun menjadi pembimbing agama bagi narapidana hukuman mati. Kini, di usianya yang sudah 81 tahun, ia telah "menemani" 18 narapidana sebelum menjemput ajalnya. Ia pun menganggap pekerjaannya untuk membantu mereka yang "hancur".

6. Trang Nguyen (Vietnam)

Vietnamnet

Sejak kecil, perempuan Vietnam ini kerap melihat monyet dirantai di tepi jalan untuk dijual. Beruang-beruang pun ditangkap untuk diambil empedunya sebagai obat tradisional. Tak tinggal diam, peraih gelar PhD jurusan Manajemen Keanejaragaman Hayati ini mendirikan WildAct, yayasan nirlaba yang membantu otoritas mengawasi perdagangan gelap satwa liar.

Di tahun 2018, ia meluncurkan mata kuliah magister pertama di Vietnam bertajuk Pemberantasan Perdagangan Gelap satwa Liar. Diharapkan mata kuliah itu bisa mendidik generasi pelestari alam berikutnya.

7. Van Thi Nguyen (Vietnam)

Vietnamnet

Perempuan Vietnam ini merupakan salah satu pendiri Will to Live Center, yayasan yang memberi pelatihan untuk kaum disabilitas di Hanoi, Vietnam. Pasalnya, ia ingin menciptakan lingkungan kerja yang setara untuk semua golongan. Selain itu, Van juga menjalankan perusahaan sosial Imagator yang mempekerjakan 80 orang. Setengah pekerjanya pun merupakan penyandang disabilitas.

Itulah 7 wanita Asia Tenggara paling inspiratif versi BBC. []