Ekonomi

6 Tips Mengatasi Beban Kerja yang Tinggi

Selama bekerja di bawah pimpinan orang lain, beban kerja pasti selalu ada. Bahkan beban tersebut bisa meningkat dua kali lipat dalam situasi tertentu.


6 Tips Mengatasi Beban Kerja yang Tinggi
Ilustrasi (Pexels)

AKURAT.CO Selama bekerja di bawah pimpinan orang lain, beban kerja pasti selalu ada. Bahkan beban tersebut bisa meningkat dua kali lipat dalam situasi tertentu. Misalnya, saat perusahaan ingin melakukan ekspansi atau membuka cabang ke luar pulau.

Seberat apapun beban kerjamu saat ini, bersyukurlah karena kamu masih memiliki pekerjaan. Lagipula kamu bisa atasi beban kerja tersebut pakai sejumlah tips berikut ini. Yuk, dicoba!

1. Buatkan prioritas pekerjaan

baca juga:

Sama seperti saat membuat anggaran belanja, dalam bekerja kamu perlu membuat skala prioritas. Pekerjaan mana yang deadline-nya paling cepat, itulah yang perlu diselesaikan terlebih dahulu tanpa bermaksud mengabaikan pekerjaan lainnya. 

Pekerjaan yang deadline-nya masih lama bisa disingkirkan terlebih dahulu agar kamu fokus menyelesaikan yang paling penting. Jika sudah selesai, baru beralih ke pekerjaan lain.

Cara ini dapat mengurangi beban kerjamu secara otomatis. Kamu tidak perlu bekerja multitasking kalau memang tidak sanggup. Alih-alih ingin tugas cepat selesai, nyatanya malah terbengkalai.

2. Tenang selama bekerja

Punya tugas-tugas yang mendekati deadline, tapi progres masih sedikit? Redam rasa panik yang muncul dalam dirimu karena kepanikan malah membuatmu burnout dan  bingung harus memulai dari mana. 

Sikapi tugas-tugas tersebut dengan tenang, jadi kamu bisa siapkan strategi terbaik untuk menyelesaikannya satu per satu. Beban kerja otomatis bertambah, tapi selama pekerjaan yang mendekati deadline belum selesai.

Setelah itu, kamu pasti bisa bersantai kembali. Santai dalam arti positif tentunya, bukan berarti malah tidak bekerja seharian. 

3. Beranjak dari kursi kerja

Duduk seharian di kursi sambil menatap layar komputer ternyata tidak cukup efektif untuk menyelesaikan pekerjaan. Kamu justru merasa kalau beban kerjamu tidak ada habisnya, yang membuat motivasi bekerja menjadi berkurang secara perlahan.

Terkadang, beranjak dari kursi kerja itu perlu dilakukan saat beban kerja meningkat untuk menghilangkan penat. Kamu bisa pergi ke kantin, pantry, atau jalan-jalan di sekitar perusahaan dalam upaya untuk swift refreshment.

Ketika penat tersebut hilang, kamu bisa kembali bekerja. Percayalah, kerjanya pasti jauh lebih fokus karena sebagian beban yang dirasakan di awal sudah berkurang.

4. Pertahankan sikap profesional

Jika selama ini kamu menganggap diri sebagai “kuli” atau “robot” perusahaan, coba ubah pola pikirnya. Ingatlah kalau kamu adalah aset perusahaan yang perlu dijaga. Ibaratkan suatu bangunan, apabila pondasinya kurang kokoh, ada kemungkinan bangunannya roboh.

Hal yang sama juga berlaku untuk suatu perusahaan. Tanpa kamu, operasional perusahaan akan sedikit terganggu. Sikap profesional seperti inilah yang harus dipertahankan selama bekerja.

Semakin besar kontribusi yang diberikan, semakin banyak benefit yang didapatkan. Mungkin tidak sekarang, tapi di masa mendatang. Tidak ada yang pernah tahu, bukan?

5. Mintalah bantuan orang lain

Beban kerja yang selama ini dipikul bisa jadi beban kerja tim, tapi kamunya terlalu baik mau menyelesaikannya sendiri. Khusus untuk kerja tim, sebaiknya kerjakan bersama tim dengan beban yang sama rata. 

Buatlah list tugas, lalu bagikan dengan jumlah anggota dalam tim sesuai kapabilitas masing-masing. Fokuslah mengerjakan tugas individu. Bila ada yang ingin ditanyakan, nanti bisa didiskusikan bersama anggota lainnya. 

Masalah yang dihadapi satu orang merupakan masalah bersama. Hasil yang dicapai pun menjadi milik bersama karena proyek tim tidak akan selesai tanpa bantuan anggota lain.

6. Singkirkan benda yang dapat menambah masalah

Masalah bisa bersumber dari mana saja. Bukan hanya kertas-kertas yang menumpuk di meja kerja, tapi juga dari gadget yang biasa kamu gunakan untuk bertukar atau mendapatkan informasi.

Notifikasi atau pesan masuk tidak selamanya positif. Terkadang, justru berisi informasi yang dapat menimbulkan masalah sehingga kamu merasa semakin tertekan di tempat kerja.

Akibatnya, fokus untuk bekerja menjadi kurang dan pekerjaan tak kunjung selesai. Coba singkirkan gadget untuk sementara waktu. Nanti kalau jam istirahat tiba, kamu bisa cek notifikasi apapun yang masuk.