Lifestyle

7 Tantangan Kesehatan di 77 tahun Kemerdekaan Indonesia

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada tujuh masalah yang masih dihadapi Indonesia dalam bidang kesehatan. 

7 Tantangan Kesehatan di 77 tahun Kemerdekaan Indonesia
Warga saat mengikuti kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, MH Thamrin, Jakarta, Minggu (19/6/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Indonesia dinilai masih memiliki serangkaian masalah di bidang kesehatan. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Republik Indonesia diharapkan bisa mendorong pemerintah dan masyarakat menghadapi tantangan yang ada di depan mata.

Guru Besar Fakultas Kedokteran UI sekaligus Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada tujuh masalah yang masih dihadapi Indonesia dalam bidang kesehatan. 

Pertama, bagaimana terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberi prioritas penting bagi kesehatan. 

baca juga:

"Covid-19 sebenarnya memang membuat masyarakat dan penentu kebijakan publik makin memberi prioritas pada kesehatan. Kita semua harus menyadari, “health is not everything, but without health everything is nothing,” ujar Prof Tjandra dalam keterangan tertulis, pada Rabu (17/8/2022).

Kedua, bagaimana menjamin tersedianya pelayanan kesehatan primer seperti Puskesmas, utamanya untuk menjaga yang sehat agar tetap sehat, paradigma sehat. 

"Walaupun sudah sejak sebelum 1980 kita sudah punya Puskesmas di semua kecamatan tapi kini 5.498 dari 10.373 Puskesmas (53%) belum memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar, dan 586 Puskesmas belum memiliki tenaga dokter," jelasnya.

Ketiga adalah peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit, apalagi bila dihubungkan dengan  pernyataan bahwa uang yang keluar untuk membiayai yang sakit dan ke luar negeri, lebih dari Rp110 triliun setiap tahunnya. 

"Untuk ini setidaknya ada tiga hal yang perlu dibenahi, pertama tentang aturan termasuk perpajakan alat kesehatan, ke dua adalah sarana dan prasarana serta ketiga tentang ketersediaan dan pemerataan tenaga kesehatan yang bermutu,"sambungnya.

Keempat adalah penanggulangan pandemi Covid-19, dan juga bagaimana kita bersiap menghadapi kemungkinan masalah keamanan kesehatan di masa depan, termasuk kemungkinan wabah dan pandemi lagi.