Ekonomi

7 Negara Ini Tak Gentar, Terus 'Gaspol' Sanksi ke Rusia

Untuk diketahui bersama, anggota negara G7 atau Group of Seven ialah Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat (AS).


7 Negara Ini Tak Gentar, Terus 'Gaspol' Sanksi ke Rusia
G7 Summit 2021 (REUTERS/Richard Carson)

AKURAT.CO, Ancaman balas dendam Presiden Rusia Vladimir Putin nampaknya hanya dianggap sebagai hal yang remeh. Ini dibuktikan dengan acuhnya negara-negara G7 yang masih gencar melakukan sanksi yang sekiranya dapat menekan Rusia, baik dari segi ekonomi ataupun dari segi politik.

Negara-negara anggota G7 juga masih gencar memasok persenjataan serta amunisi perang ke Ukraina untuk melawan Rusia. Mereka terus menekan Rusia lewat Ukraina.

Untuk diketahui bersama, anggota negara G7 atau Group of Seven ialah Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat (AS). Negara tersebut dikenal sebagai negara yanh mempunyai perekonomian yang kuat serta mempunyai suara dalam kancah perpolitikan dunia.

baca juga:

Seperti yang dikutip dari CNBC.com pada Senin (16/5/2022), negara-negara G7 mulai menggambarkan melawan Rusia ibarat sedang perang gandum atau 'wheat war'. Ini dikarenakan pemasok gandum terbesar di dunia yaitu Ukraina, sedang digempur habis-habisan oleh Rusia, dilain sisi mereka juga terus melakukan perlawanan.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerboc mengungkapkan bahwa perang ini dilakukan dan di inisiasi oleh Presiden Rusia, sehingga rantai pasokan global menjadi terancam.

"Apakah kita sudah cukup untuk menekan dampak perang ini? Ini bukan perang kita tapi perang Presiden Rusia tapi kita yang harus menanggung," kata Annalena, Sabtu (14/5/2022).

G7 dan Uni Eropa sampai saat ini masih berupaya untuk menekan Rusia dari sisi ekonomi, baik dengan mengeluarkan larangan pembelian minyak Rusia dengan negara di Uni Eropa, serta pembatasan transaksi internasional dari berbagai bank yang ada di seluruh dunia. Diperkirakan minggu depan akan mencapai kesepakatan terkait larangan pembelian minyak tersebut.

"Kami akan mempercepat langkah pengurangan dan tak akan lagi ketergantungan energi dari Rusia. Kami berkomitmen untuk menghapus atau menghentikan impor batu bara dan minyak dari Rusia," tegas Annalena dalam pernyataan tersebut.

Selain itu para menteri juga menyebut akan kembali memberikan sanksi yang lebih berat kepada pelaku ekonomi, elit Rusia, lembaga pemerintah pusat dan militer Rusia.

Sumber: CNBC, Reuters