News

7 Kasus Peretasan Terbesar Tahun 2020, Twitter Tokoh Dunia hingga Data Perusahaan

Dengan meningkatnya penggunaan, dunia digital juga menjadi sasaran empuk bagi para kriminal.

7 Kasus Peretasan Terbesar Tahun 2020, Twitter Tokoh Dunia hingga Data Perusahaan
Peretasan terbesar tahun 2020 (lovemoney.com)

AKURAT.CO, Di tengah penyebaran pandemi COVID-19 tahun 2020 lalu, dunia digital menjadi salah satu medan paling berharga di dunia. Tak heran sejumlah perusahaan dunia pun mulai menggarap sektor ini semakin serius. Dengan meningkatnya penggunaan, dunia digital juga menjadi sasaran empuk bagi para kriminal. Sejumlah perusahaan dan pemerintah pun diketahui mengalami pembobolan oleh para hacker dunia.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah kasus peretasan dan pembobolan data terbesar di dunia tahun 2020.

1. Data nomor telepon Pakistan

baca juga:

7 Kasus Peretasan Terbesar Tahun 2020, Twitter Tokoh Dunia hingga Data Perusahaan - Foto 1
 lovemoney.com

Pada April 2020 lalu, data dari 44 juta nomor telepon di Pakistan tersedia secara online. Data tersebut berisi nama, alamat rumah, nomor telepon hingga tanggal berlangganan yang dicatat sejak tahun 2013 hingga 2020. Data senilai USD 2,1 juta atau sekitar Rp29,2 miliar tersebut adalah bagian dari 115 juta data nomor telepon yang berusaha dijual pada April lalu.

2. Intel

7 Kasus Peretasan Terbesar Tahun 2020, Twitter Tokoh Dunia hingga Data Perusahaan - Foto 2
 lovemoney.com

Perusahaan teknologi raksasa dunia, Intel, juga sempat mengalami pembobolan data. Berukuran lebih dari 20 gigabyte, sejumlah dokumen internal yang berlabel rahasia dipublikasi secara gratis di sebuah situs penyimpanan online, MEGA. Dari berbagai dokumen tersebut tidak ada data sensitif tentang karyawan atau pelanggan.

3. LG dan Xerox

7 Kasus Peretasan Terbesar Tahun 2020, Twitter Tokoh Dunia hingga Data Perusahaan - Foto 3
lovemoney.com

Sebuah ransomware atau penyerangan melalui malware dengan meminta tebusan yang dilakukan oleh salah satu kelompok siber populer, Maze, juga terjadi kepada perusahaan teknologi LG dan Xerox. Peretas bahkan membocorkan 50,2 gigabyte data dari LG dan 25,8 gigabyte data dari Xerox pada Agustus 2020 lalu. Meski begitu, kedua perusahaan tersebut menolak untuk memberikan keterangan lanjutan.

4. Twitter