Tech

7 Jenis Oli Mobil yang Perlu Diketahui

7 Jenis Oli Mobil yang Perlu Diketahui
Ilustrasi mengganti oli mobil. (suzuki.co.id)

AKURAT.CO, Oli merupakan salah satu komponen kendaraan yang memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi utama komponen ini, yaitu sebagai pelumas mesin. Tanpa adanya oli, maka bisa membuat mesin kendaraan, khususnya mobil menjadi cepat panas dan berpotensi membuat mobil jadi mudah rusak.

Selain itu, oli juga bisa berfungsi sebagai pencegahan karat hingga menjadi pendingin. Nah, mengingat pentingnya fungsi oli, maka sebagai pemilik kendaraan tentu kamu harus menjaga supaya kualitas oli tetap baik. Kamu perlu mengganti oli dalam kurun waktu yang ditentukan. 

Selain rutin mengganti oli, kamu juga perlu mengetahui berbagai macam jenis oli. Dengan mengetahui jenis-jenis oli mobil, maka kamu tidak akan salah mengenali. Dilansir dari laman Auto2000, berikut ini jenis-jenis oli mobil yang perlu kamu ketahui.

baca juga:

1. Oli mesin

Jenis oli yang pertama ada oli mesin. Sesuai namanya, oli ini berfungsi sebagai pelumas mesin. Selain itu, oli mesin juga berfungsi untuk mengurangi gesekan dan mendinginkan mesin. Supaya oli bisa berfungsi secara maksimal, maka kamu wajib mengganti oli mesin saat sudah menempuh jarak 5000-10000 km atau kamu juga bisa menggunakan patokan waktu untuk mengganti oli mesin, yakni tiap enam bulan sekali.

2. Oli sintetis

Oli sintetis merupakan salah satu dari tipe oli mesin. Oli ini biasanya terbuat dari bahan baku Polyalphaolefin (PAO), yang merupakan hidrokarbon buatan. Bahan ini dipilih karena memiliki struktur yang mirip dengan struktur hidrokarbon oli mineral.

3. Oli transmisi

Oli transmisi berperan sebagai pelumas pada sistem transmisi mobil. Dengan menggunakan oli ini, maka proses transmisi alias pergantian gigi bisa dilakukan dengan mudah dan halus. Oli ini bekerja sebagai pelumas gear dan bearing pada sistem transmisi manual. Sementara, pada transmisi otomatis oli ini akan bekerja di bagian clutch dan torque.

4. Oli rem

Oli rem atau biasa disebut minyak rem berfungsi untuk melancarkan sistem kerja pengereman. Oli ini bertugas sebagai penyalur dalam sistem hidrolik. Penggantian oli rem, bisa kamu lakukan saat mobil sudah menempuh jarak sekitar 30.000 km.

5. Oli gardan

Jenis oli mobil berikutnya ada oli gardan. Oli ini berfungsi untuk melumasi kontak gigi gardan. Selain itu, oli gardan juga berfungsi untuk melindungi pinion gear supaya tidak bersinggungan langsung dengan bearing. Penggantian oli yang satu ini bisa dilakukan saat mobil sudah menempuh jarak mencapai 10.000 km atau maksimal 20.000 km.

6. Oli power steering

Mobil keluaran terbuat, umumnya memiliki kemudi yang ringan saat diputar. Hal ini berkat adanya sistem power steering. Sistem ini bisa bekerja dengan adanya oli power steering. Di mana oli jenis ini berperan sebagai pelumas pompa sekaligus meringankan perputaran kemudian. Penggantian oli jenis ini, sebaiknya dilakukan setiap 40.000 km sekali.

7. Oli transfer

Oli transfer pada umumnya digunakan untuk mobil dengan sistem penggerak all-wheel Drive (AWD) atau four-wheel drive (4WD). Oli jenis ini berfungsi sebagai pelindung chain dan bearing. Tanpa adanya oli transfer, gigi akan sulit berputar dan mobil juga akan terasa berat saat dijalankan. Penggantian oli transfer sebaiknya dilakukan setiap 40.000 km sekali.[]