News

7 Bencana Terburuk dalam Produksi Film/TV, 62 Kru dan Pemain Tewas dalam Kebakaran

Banyak kecelakaan di mana pada akhirnya kru maupun aktor harus mengalami cedera parah hingga kelumpuhan permanen. 


7 Bencana Terburuk dalam Produksi Film/TV, 62 Kru dan Pemain Tewas dalam Kebakaran
Foto menunjukkan sebuah adegan di film 'A Clockwork Orange' di mana karakter Malcolm McDowell dicuci otak, dan kedua kelopak matanya dibuka lebar dengan properti khusus (Warner Bros. Pictures)

AKURAT.CO  Hollywood sedang berduka setelah direktur fotografi Halyna Hutchins meninggal secara tragis di lokasi syuting film 'Rust' di New Mexico.

Hutchins tewas usai aktor Alec Baldwin secara tidak sengaja menembakkan senjata api properti saat produksi film berlangsung. Selain Hutchins, tembakan itu juga melukai sutradara Joel Souza. Insiden nahas itu terjadi pada Kamis (21/10), di mana Hutchins tertembak di bagian perut, sementara Souza tertembak pada bagian bahu. 

Sayangnya, insiden mengejutkan itu bukanlah yang pertama bagi perindustrian film maupun serial televisi. Seperti diwartakan The Guardian, setidaknya ada 350 kematian disebabkan oleh kecelakaan selama pembuatan film maupun program TV.  Banyak pula kecelakaan di mana pada akhirnya kru maupun aktor harus mengalami cedera parah hingga kelumpuhan permanen. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Senin (25/10) memilih 7 bencana terburuk dalam produksi film ataupun serial TV.

1. Kasus kecelakaan helikopter di film Twilight Zone: The Movie

7 Bencana Terburuk dalam Produksi FilmTV, 62 Kru dan Pemain Tewas dalam Kebakaran - Foto 1
 geocaching / Blogspot via Ranker

Insiden terjadi pada tahun 1982, di mana saat itu, Twilight Zone: The Movie melangsungkan produksinya di bawah asuhan empat sutradara terkemuka, Steven Spielberg, John Landis, George Miller, dan Joe Dante. Pada 23 Juli di tahun itu, keempat sutradara menggarap sebuah adegan yang melibatkan helikopter di lokasi syuting di California. Aktor kawakan Vic Morrow (53) dan dua pemain cilik, Renee Shinn Chen (6) dan Myca Dinh Le (7), diharuskan bermain dalam adegan tersebut. 

Hari itu adalah adalah hari terakhir syuting film yang dijadwalkan. Di hari itu, ketiganya melakoni adegan yang memuat situasi Perang Vietnam, dan para pemain harus berlari untuk mengejar helikopter. Namun, ledakan efek khusus di lokasi terjadi terlalu dini. Ledakan lalu mengenai baling-baling helikopter dan memicu pesawat terbang rendah. Setelahnya, pilot hilang kendali dan langsung menabrak ketiga aktor tersebut. Ketiganya seketika meninggal. Sementara enam kru film yang jadi penumpang helikopter terluka. 

Insiden itu begitu bersejarah lantaran tidak hanya menelan korban, tetapi juga melibatkan tindakan pidana dan perdata selama bertahun-tahun kepada tim produksi, termasuk sutradara John Landis. New York Times dalam laporannya tahun 1987, menyebut bahwa itu adalah kasus pertama di mana seorang sutradara film menghadapi tuntutan pidana atas peristiwa yang terjadi. Kecelakaan itu juga akhirnya menjadi landasan pengenalan prosedur dan standar keselamatan baru dalam industri pembuatan film.

2. Insiden di film Top Gun 

7 Bencana Terburuk dalam Produksi FilmTV, 62 Kru dan Pemain Tewas dalam Kebakaran - Foto 2
 Youtube Image via Allthat'sinteresting

Menjadi salah satu hit terbesar tahun 1980-an, Top Gun berjasa dalam membuat Tom Cruise menjadi ikon Hollywood. Namun, di balik kesuksesannya itu, Top Gun menyimpan tragedi di mana seorang pilot sekaligus juru kamera udara tewas hingga jasadnya tak bisa ditemukan sampai saat ini. 

Pilot yang bernama Art Scholl itu menghilang tanpa jejak setelah melakukan aksi udara dengan pesawat kamera Pitts S-2-nya. Saat insiden terjadi, Scholl mendapati dirinya tidak dapat mempertahankan ketinggian setelah melakukan manuver putaran datar.

Kata-kata terakhirnya yang dilaporkan: "Saya punya masalah. Saya punya masalah nyata."

Pesawat Scholl jatuh ke Samudra Pasifik dan tidak pernah ditemukan. Ini membuat penyebab sebenarnya dari kecelakaan tidak akan pernah sepenuhnya dipahami.

Scholl dinyatakan tewas pada 16 September 1985 di usia 53 tahun. Film tersebut kemudian didedikasikan untuk mengenang Scholl.

3. Kasus meninggalnya anak Bruce Lee di film 'The Crow'

7 Bencana Terburuk dalam Produksi FilmTV, 62 Kru dan Pemain Tewas dalam Kebakaran - Foto 3
 Everett Collection

Tewasnya Hutchins di film Rust secara tidak langsung menggemakan kasus kematiaan tragis aktor Brandon Lee, putra seni bela diri dan legenda akting Bruce Lee. Lee yang kariernya sedang naik daun, tewas setelah tertembak pada bagian perut saat tengah syuting film The Crow pada tahun 1993. 

Insiden terjadi pada tanggal 31 Maret 1993, saat Lee sedang memainkan karakter di mana ia akan ditembak oleh preman. Dalam adegan itu, karakter Lee masuk ke apartemennya dan menemukan tunangannya dipukuli dan diperkosa. Saat Lee masuk ruangan, preman yang diperankan oleh aktor Michael Massee menembakkan revolver Smith & Wesson Model 629 .44 Magnum.

Sebelum pengambilan gambar, pistol properti (yang merupakan revolver asli) diisi dengan kartrid kosong atau peluru tiruan dengan muatan bubuknya dihapus oleh kru dengan efek khusus. Jadi secara 'close-up' revolver akan menunjukkan amunisi yang tampak normal. Namun, kru lalai melepaskan primer (bagian dari kartrid yang berfungsi sebagai penyulut mesiu). Ini berarti ketika dikeluarkan, peluru mengenai Lee dengan kecepatan hampir seperti peluru sungguhan. Pada satu titik, salah satu peluru telanjur ditembakkan. 

Lee meninggal pada usia 28 tahun di rumah sakit akibat tembakan tersebut. 

Pada Jumat (22/10), keluarga Brandon Lee memposting tweet setelah insiden fatal di set 'Rust', menulis, "Tidak ada yang boleh terbunuh oleh pistol di set film. Titik."

4. Aktor menembak kepalanya sendiri di lokasi syuting acara TV 'Cover Up' 

7 Bencana Terburuk dalam Produksi FilmTV, 62 Kru dan Pemain Tewas dalam Kebakaran - Foto 4
 CBS

Kematian lain yang melibatkan kecelakaan dengan senjata properti terjadi pada tahun 1984, ketika aktor Jon-Erik Hexum, meninggal saat syuting serial televisi CBS 'Cover Up'.

Pada tanggal 12 Oktober 1984, para pemain dan kru Cover Up sedang syuting episode ketujuh dari seri, 'Golden Opportunity'. Salah satu adegan yang difilmkan hari itu meminta karakter Hexum untuk memasukkan peluru ke dalam pistol properti Magnum 44. Jadi, dia diberikan pistol dengan cartridge kosong. 

Ketika adegan tidak diputar seperti yang diinginkan sutradara, ada penundaan dalam pembuatan film. Namun, penundaan itu justru membuat Hexum menjadi gelisah dan tidak sabar. Untuk meringankan  suasana, ia pun mulai bermain-main dengan pistol properti tersebut. 

Hexum lalu mengosongkan hampir semua peluru, dan hanya menyisakan satu. Saat itu, ia ingin bermain dan mensimulasikan permainan 'roulette Rusia'. Setelahnya, ia menodongkan revolver ke pelipis kanannya dan menarik pelatuknya. Hexum tampaknya tidak menyadari bahaya dari senjata tersebut. 

Diketahui, meskipun senjata properti, tetapi revolver yang digunakan asli. Beberapa kartrid kosong menggunakan kertas atau gumpalan plastik untuk menyegel bubuk mesiu ke dalam kartrid. Namun, gumpalan ini didorong dari laras senjata dengan kekuatan ledakan yang cukup untuk menyebabkan kematian atau cedera serius jika senjata ditembakkan dalam jarak beberapa kaki dari tubuh.

Gumpalan kertas kosong yang Hexum keluarkan tidak menembus tengkoraknya. Namun, efek ledakan dari moncong pistol telah menyebabkan kepatahan pada seperempat bagian tengkoraknya dan mendorong pecahan tulang ke otaknya. Hexum mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala. Ia dilarikan ke Beverly Hills Medical Center, di mana dia menjalani operasi selama lima jam. Pada 18 Oktober, Hexum yang berusia 26 tahun, dinyatakan mati otak.

Dengan izin ibunya, tubuhnya diterbangkan ke San Francisco dan jantung Hexum kemudian ditransplantasikan ke seorang pria Las Vegas. Ginjal dan kornea Hexum juga disumbangkan: Satu kornea diberikan kepada seorang pria berusia 66 tahun, yang lainnya kepada seorang gadis muda. Salah satu penerima ginjal adalah seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang sakit kritis, dan yang lainnya adalah seorang nenek berusia 43 tahun yang telah menunggu delapan tahun untuk mendapatkan ginjal. Kulit Hexum akhirnya ikut disumbangkan dan digunakan untuk merawat seorang balita yang mengalami luka bakar tingkat tiga.

5. Insiden pembuatan film Hell's Angels

7 Bencana Terburuk dalam Produksi FilmTV, 62 Kru dan Pemain Tewas dalam Kebakaran - Foto 5
 IMDb

Hell's Angels yang dirilis pada tahun 1930-an menjadi produksi film besar di mana lebih dari 70 pilot digunakan dalam pembuatannya. Bersama dengan 'Wings' dan 'The Dawn Patrol', Hell's Angels juga dianggap sebagai salah satu dari tiga film awal bertema aviasi dan paling menentukan dalam pembuatan film serupa. 

Namun, film tersebut juga harus berujung tragedi lantaran tiga pilot akhirnya meregang nyawa saat syuting. Tak hanya itu,  produser sekaligus sutradara film, Howard Hughes harus menderita luka parah setelah melakukan manuver udara sendirian di ketinggian rendah. Padahal, sebelumnya, para pemeran pengganti profesional sudah memperingatkan bahwa aksi itu tidak dapat dilakukan dengan aman atau berhasil.

Pernyataan para pemeran pengganti terbukti benar. Hughes jatuh dan mengalami luka parah di kepala. Hughes menjalani operasi plastik untuk memperbaiki kerusakan pada wajahnya, tetapi tulang pipi kirinya tidak dapat diperbaiki.

6. Insiden tabrakan pesawat produksi film 'Such Men Are Dangerous'

7 Bencana Terburuk dalam Produksi FilmTV, 62 Kru dan Pemain Tewas dalam Kebakaran - Foto 6
 IMDb

Produksi Such Men Are Dangerous (1930) harus berujung nestapa selama pengambilan gambar udara di lepas pantai California Selatan dekat Santa Monica. Insiden terjadi pada 2 Januari 1930, di mana saat adegan diambil, dua pesawat Stinson Detroiter, yang digunakan sebagai pesawat kamera, bertabrakan di atas lautan. 

Semua penumpang yang terdiri dari sepuluh orang tewas. Di antaranya termasuk sutradara Kenneth Hawks; asisten sutradara Max Gold; sinematografer Conrad Wells; direktur fotografi George Eastman; juru kamera Otto Jordan; dan Ben Frankel. Dari total korban, hanya lima jenazah yang berhasil ditemukan.

7. Insiden drama televisi The Sword of Tipu Sultan

7 Bencana Terburuk dalam Produksi FilmTV, 62 Kru dan Pemain Tewas dalam Kebakaran - Foto 7
Youtube Image

Insiden tunggal terburuk terjadi di lokasi syuting drama televisi berbahasa Hindi 1989 'The Sword of Tipu Sultan'. Saat itu, kebakaran meletus di studio, menewaskan 62 pemain dan kru. Sanjay Khan, sutradara dan bintang film, juga mengalami luka dalam insiden nahas itu. Ia menghabiskan setidaknya 13 bulan di rumah sakit dan menjalani 72 operasi untuk mengobati luka bakarnya.

Kebakaran itu sendiri terjadi pada sore hari tanggal 8 Februari ketika Khan baru saja mulai syuting episode kedua. Adegan itu adalah pernikahan Tipu Sultan, dan diambil di ruang 'C studio'. Menurut karyawan studio, Khan rencananya akan mengambil gambar kembang api yang mengiringi pernikahan. Namun, sayang, semburan api justru membakar langit-langit yang mudah terbakar dan menyebar ke seluruh ruangan. 

Masih banyak insiden mematikan yang  terjadi selama pembuatan film ataupun serial TV. Salah satunya termasuk kasus pembuatan film The Conqueror (1956). Dari 220 pemain dan kru yang bekerja, 91 dilaporkan menderita kanker dan lebih dari setengahnya meninggal karena penyakit tersebut. Kasus terkait dengan syuting yang terjadi di daerah pedesaan Nevada di mana pengujian nuklir ekstensif telah dilakukan tiga tahun sebelumnya.[]