Lifestyle

7 Alasan Deodoranmu Tidak Bekerja Efektif

Deodoran adalah andalan untuk mencegah keringat dan bau di area ketiak. Namun, banyak orang yang masih tidak mengetahui cara menggunakannya dengan benar


7 Alasan Deodoranmu Tidak Bekerja Efektif
Ilustrasi - Alasan deodoran tidak bekerja efektif (FREEPIK/gpointstudio)

AKURAT.CO Deodoran adalah andalan hampir setiap orang untuk mencegah keringat dan bau dari area ketiak. Sayangnya, banyak orang yang masih tidak mengetahui cara menggunakannya dengan benar, bahkan membedakan antara deodoran dan antiperspiran. Kondisi inilah yang membuat deodoran tidak bekerja secara efektif. Alih-alih melindungi, pemakaian deodoran yang tidak tepat hanya akan membuatmu berbau tidak sedap. 

Untuk mengatasi hal itu, kamu perlu mengetahui beberapa kesalahan paling umum yang sering dilakukan saat memakai deodoran dan menghindarinya. Berikut AKURAT.CO uraikan satu per satu , dilansir Bright Side, Senin (29/11/2021): 

Menggunakan antiperspiran

Hal pertama yang harus selalu kamu  ingat adalah bahwa deodoran dan antiperspirant adalah dua  produk yang sangat berbeda. Deodoran berfungsi untuk menekan atau setidaknya mengendalikan bau yang tidak sedap. Kebanyakan deodoran sebenarnya hanya akan menutupinya. Deodoran umumnya berbasis alkohol sehingga kulit menjadi asam yang tidak disukai bakteri, yang bertanggung jawab atas bau tak sedap.

Antiperspiran, di sisi lain, tidak ada untuk menutupi bau tetapi untuk menghentikan tubuh dari berkeringat. Faktanya, antiperspiran dikategorikan sebagai obat di beberapa negara, termasuk AS, karena itu digunakan untuk mempengaruhi fungsi tubuh tertentu. Beberapa bahan aktif pembentuk antiperspiran termasuk garam aluminium yang berfungsi memblokir pori-pori keringat, sehingga mengurangi jumlah keringat.

Memakai terlalu banyak deodoran

 Jika menggunakan deodoran aerosol, semprotkan sejauh 15 sentimeter dari ketiak. Kamu dapat menentukan berapa banyak deodoran yang akan digunakan sesuai dengan apa yang ditunjukkan oleh produsen. Namun, para ahli menyarankan untuk tidak menyemprotkan terlalu banyak deodoran sehingga akan menyebabkan kabut di ketiak. Sebagai aturan praktis, seprotkan deodoran  selama sekitar dua detik pada setiap ketiak. Jika deodoran berbentuk roll-on, gulingkan di ketiak beberapa kali untuk meratakannya. Ingat, tidak perlu berlebihan!

Kandungan produk yang tidak tepat

Jika  mengalami ruam ketiak terus-menerus, kamu mungkin telah mengalami alergi terhadap deodoranmu. Dalam hal ini, kamu  akan lebih baik mencari alternatif. Coba pilih deodoran  yang dirancang khusus untuk kulit sensitif dan yang tidak mengandung garam aluminium, wewangian, parfum, atau pewarna. Menurut Food and Drug Administration (FDA), empat  kategori bahan ini dapat memicu alergi dan iritasi.