News

665 Anak Positif COVID-19 di Jakarta, Ayo Bunda Jangan Lengah Lagi, Simak Antisipasinya!

Dari 665 anak yang terpapar corona 224 diantaranya masih Balita


665 Anak Positif COVID-19 di Jakarta, Ayo Bunda Jangan Lengah Lagi, Simak Antisipasinya!
Ilustrasi anak balita (Business Insider)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) mengeluarkan sejumlah kiat untuk memproteksi anak-anak dari paparan COVID-19 yang sedang menggila di Ibu Kota sekarang ini.

Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sebanyak 665 anak usia 5-18 tahun terpapar COVID-19 pekan lalu. Dari jumlah itu, 224 adalah kasus anak di bawah tahun. Tren kasus corona yang menyasar anak-anak ini disinyalir karena adanya varian baru dari luar negeri.

Anak-anak di bawah 18 tahun yang belum bisa menerima vaksin juga disebut menjadi salah satu pemicu kelompok ini rentan tertular COVID-19.

"Apalagi anak usia di bawah 2 tahun belum bisa menerima vaksinasi, sehingga orang tua menjadi kunci utama untuk menjaga dan melindungi anak," demikian pernyataan DPPAPP melalui akun Instagram resminya @dppappdki dikutip AKURAT.CO , Rabu (23/6/2021).

Ada sejumlah kiat bagi orang tua untuk melindungi buah hatinya dari paparan COVID-19,

  • Hindari kerumunan dan ruangangan berventilasi tertutup
  • Hindari orang yang sedang sakit
  • Cuci tangan sesering mungkin saat kembali dari luar, sebelum menyetuh dan menyusui dan saat menyiapkan susu atau makanan
  • Bersihkan permukaan dan benda yang sering di sentuh
  • Tidak menyentuh mata, hidung dan mulut
  • Memakai masker di rumah saat sakit dan batasi kontak dengan anak
  • Letakkan selimut di atas gendongan ketika membawa anak keluar rumah
  • Bersihkan gendongan atau kereta dorong ketika tiba di rumah.

Pesan Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh masyarakat Ibu Kota meningkatkan kewaspadaan atas penularan COVID-19 di Jakarta.

Dia menyebut pekan lalu sebanyak 665 anak-anak usia 18 tahun ke bawah terpapar COVID-19. Dari jumlah itu 224 di antaranya adalah anak di bawah lima tahun, presentasinya mencapai 16 persen dari total kasus 5.582 yang ditemukan.

"Ini perlu perhatian khusus bahwa Minggu lalu kita alami kasus harian tertinggi yaitu 5.582 kasus baru. Dari angka itu 665 anak usia 5-18 tahun. kira-kira 12 persen, dan 224 adalah kasus anak di bawah tahun, balita. Jadi 16 persen dari kenaikan kasus adalah anak-anak," kata Anies.

Orang nomor satu di Jakarta ini mengaku situasi ledakan corona kali ini berbeda dengan tahun lalu karena kasus baru banyak ditemui pada anak-anak. Hal ini disinyalir karena adanya varian baru yang terkonfirmasi masuk ke Ibu Kota.

"Artinya ktia menghadapi situasi wabah yang berbeda dengan awal tahun kemarin. Besar kemungkinan adalah varian baru yang dengan mudah menular termasuk kepada anak-anak," tuturnya.

Anies meminta kepada warga Jakarta agar tidak membiarkan anak-anaknya bermain di luar rumah mengingat situasinya sangat berbahaya. Sebaiknya, kata dia, anak-anak dibiarkan bermain di rumah saja. 

"Saya berharap kepada keluarga di Jakarta lebih berhati-hati. Usahakan di rumah saja. Anak-anak biarkan bermain di rumah saja demi keselamatan semuanya," pintanya.[]