Ekonomi

60 Pengusaha Warteg Siap Masuk E-commerce dan On-Boarding Laman Bela Pengadaan

60 pengusaha Warung Tegal (warteg)yang sudah siap bergabung dengan e-commerce dan melakukan onboarding untuk masuk Laman Bela Pengadaan


60 Pengusaha Warteg Siap Masuk E-commerce dan On-Boarding Laman Bela Pengadaan
Warung Tegal (Warteg) (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya mengungkapkan terpilih 60 pengusaha Warung Tegal (warteg)yang sudah siap bergabung dengan e-commerce dan melakukan onboarding untuk masuk Laman Bela Pengadaan. Sebagai langkah awal menjadi penyedia, pelaku UMKM harus terlebih dahulu onboarding dalam Laman Bela Pengadaan ataupun e-commerce yang tergabung di Laman Bela Pengadaan.

" Peserta pelatihan merupakan usulan dari 186 pengusaha warteg anggota Paguyuban Pedagang Warteg se-Jakarta dan sekitarnya (Pandawakarta). Peserta yang diusulkan selanjutnya dikurasi PT Grab Teknologi Indonesia," Eddy Satriya pada acara Bimbingan Teknis Perluasan Jangkauan Pemasaran melalui e-commerce dan Bela Pengadaan di Bekasi, Kamis (25/3/2021).

Tujuan pelaksanaan Bimbingan Teknis ini, lanjut Eddy, untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro sektor kuliner. Khususnya pengusaha warteg untuk penyediaan paket meeting.

Selain itu, tujuan lain diantaranya memberikan informasi tentang skim kredit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Usaha Mikro, mendukung program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang akan dicanangkan Menteri Koperasi dan UKM di Jawa Barat (Jabar) pada April mendatang. Maupun digitalisasi pemasaran usaha mikro melalui e-commerce dan laman Bela Pengadaan.

"Juga memberikan informasi dan bimbingan kepada pelaku usaha mikro cara mengakses dan bergabung dalam e-commerce dan Laman Bela pengadaan," imbuh Eddy.

Di sisi lain, pemerintah juga terus menggaungkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, agar produk usaha mikro dapat menjadi tuan di dalam negeri.

"Diharapkan melalui kegiatan bimbingan teknis ini, pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan peluang jangkauan pemasaran Laman Bela Pengadaan dan e-commerce untuk meningkatkan kapasitas usaha yang ada," pungkas Eddy.

Adapun pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Implementasi Pengadaan Barang dan Jasa diyakini dapat memberikan peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terlibat dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. 

Seperti diketahui, Kementerian Koperasi dan UKM tengah merancang dan merumuskan peta jalan pengembangan UMKM masa depan. Karakteristik UMKM masa depan adalah UMKM yang akrab dengan teknologi, mempunyai value creation menjadi market driven, mengenal pasar dan perubahan, serta inovatif.