Rahmah

6 Wisata Religi di Kalimantan Barat yang Bisa Jadi Pilihan Saat Liburan Tiba, Kapan Anda Mau Kesini?

Provinsi Kalimantan Barat memiliki sejumlah wisata religi bersejarah yang dapat dikunjungi traveler Muslim. 


6 Wisata Religi di Kalimantan Barat yang Bisa Jadi Pilihan Saat Liburan Tiba, Kapan Anda Mau Kesini?
Masjid Raya Mujahiddin (Pemerintah Kota Pontianak)

AKURAT.CO  Indonesia merupakan negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya destinasi wisata religi bersejarah di setiap wilayahnya. Salah satunya adalah di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki wisata religi bersejarah yang dapat dikunjungi traveler Muslim. 

Dari sekian banyak masjid-masjid ikonik di Provinsi Kalimantan Barat, berikut Akurat.co telah merangkumnya dalam empat wisata religi bersejarah di Provinsi Kalimantan Barat.

1. Masjid Jamik Sultan Nata 

baca juga:

Masjid Jamik Sultan Nata / Direktorat Jenderal Kebudayaan

Masjid Jamik Sultan Nata merupakan salah satu masjid bersejarah di Provinsi Kalimantan Barat. Menurut catatan sejarah, masjid ini didirikan pada tahun 1672. Pembangunan masjid ini bertepatan dengan penobatan Sultan Nata sebagai raja. 

Masjid ini berarsitektur seperti rumah panggung yang menjadi ciri khas masyarakat pesisir sungai. Sedangkan, konstruksi bangunan masjid ini seluruhnya terbuat dari kayu dari pondasi hingga penutup atapnya.

Lokasi: Kapuas Kiri Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

2. Masjid Jami Keraton Sambas 

Masjid Jami Keraton Sambas / Indonesia Kaya

Dilansir dari laman Dunia Masjid, Masjid Jami Keraton Sambas pada mulanya adalah rumah Sultan yang dijadikan sebagai musala. Masjid bersejarah ini dibangun oleh Sultan Umar Aqomuddin yang memerintah Negeri Sambas pada tahun 1702-1727 Masehi.

Kemudian, bangunan musala direnovasi oleh putranya, Sultan Muhammad Saifuddin dan dikembangkan menjadi Masjid Jami Keraton Sambas yang diresmikan pada tanggal 10 Oktober 1885 Masehi.

Lokasi: Jalan Istana, Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

3. Masjid Jami' Pontianak

Masjid Jami' Pontianak / Celebes

Menurut Wikipedia, Masjid Jami' Pontianak merupakan masjid tertua dan terbesar di Kota Pontianak. Bangunan masjid ini merupakan satu dari dua bangunan yang menjadi tanda berdirinya Kota Pontianak, selain Keraton Kadriyah pada tahun 1771.

Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Syarif Abdurrahman, di mana nama tersebut merupakan nama dari seorang penyebar agama Islam sekaligus pendiri Kota Pontianak. Beliau merupakan putra seorang ulama keturunan Arab, Al Habib Husein.

Lokasi: Kampung Beting Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

4. Masjid Raya Mujahiddin

Masjid Raya Mujahiddin / Pemerintah Kota Pontianak

Masjid Raya Mujahiddin diresmikan pada tahun 1978 Masehi oleh Presiden Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Presiden Indonesia. Masjid Raya Mujahiddin didirikan sebagai salah satu hadiah untuk hari jadi Kota Pontianak ke 120. 

Kemudian pada tahun 2011, terjadi renovasi berupa pelebaran bangunan masjid. Empat tahun kemudian, Masjid Raya Mujahiddin diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 20 Januari 2015 lalu.

Lokasi: Jalan A.Yani, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

5. Keraton Kadriah 

Keraton Kadriah / Tribun Pontianak

Dilansir dari laman Amazing Borneo, Keraton Kadriah dibangun pada tahun 1777 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie yang menjadi sultan pertama Kesultanan Pontianak. Adapun bangunan keraton ini didominasi oleh warna kuning dan terbuat dari kayu belian, yang banyak dikenal sebagai kayu besi karena kekuatannya.

Tepat di halaman keraton terdapat meriam kuno peninggalan Jepang dan Portugis. Sementara di dalam bangunan, kita dapat melihat singgasana sultan dan permaisuri yang dilengkapi dengan foto-foto, pakaian sultan serta berbagai koleksi lainnya. Di keraton ini kita juga dapat melihat koleksi unik yaitu Al-Quran yang ditulis tangan sendiri oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie.

Lokasi: Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. 

6. Kompleks Pemakaman Kesultanan Batu Layang 

Kompleks Pemakaman Kesultanan Batu Layang / Direktorat Jenderal Kebudayaan

Komplek pemakaman Kesultanan Batu Layang merupakan peninggalan warisan penting Kota Pontianak. Di Kompleks pemakaman ini dimakamkan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, pembuka kota Pontianak dan Sultan  Hamid II Alkadrie, pembuat lambang negara Indonesia (Garuda Pancasila).

Lokasi: Jalan Khatulistiwa, Batu Layang, Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Menarik bukan? Yuk, berkunjung![]