Lifestyle

6 Tanda Kecanduan Kopi, Salah Satunya Pemarah

Jika tidak bisa menjalani hari tanpa secangkir kopi, ada kemungkinan kamu kecanduan kopi atau kafein


6 Tanda Kecanduan Kopi, Salah Satunya Pemarah
Ilustrasi - 6 tanda kecanduan kopi (Unsplash/Gian Cescon)

AKURAT.CO Kopi saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama penghuni ibu kota. Baik pagi, siang atau sore, kamu mungkin menikmati secangkir kopi panas ataupun dingin.

Tetapi jika tidak bisa menjalani hari tanpa secangkir kopi, ada kemungkinan kamu kecanduan kopi atau kafein.

Pada dasarnya kopi tidak selalu "buruk." Penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat memberi energi, membuat waspada dan meningkatkan mood. 

baca juga:

Tetapi terlalu banyak bukanlah ide yang baik. Itu dapat menyebabkan masalah tidur, jantung berdebar-debar dan gugup. Belum lagi semua efek negatif ketika kamu berhenti minum kopi.

“Kamu bisa menjadi kecanduan kafein jika terbiasa minum sedikitnya 100 miligram (mg) per hari atau setara dengan satu cangkir kopi,” kata Partha Nandi MD, FACP, dikutip AKURAT.CO pada Selasa (18/1/202). 

"Tubuh akan terbiasa dengan stimulan, sehingga dapat mengalami penarikan ketika tidak mengkonsumsinya," imbuhnya. 

Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa tanda kecanduan kopi, Selasa (18/1/2022): 

Sakit kepala

Seseorang yang kecanduan kopi umumnya akan mengalami sakit kepala jika melewatkan kebiasaan tersebut sekali saja. Sakit kepala akibat kopi jelas bukan hal yang bisa disepelekan.

Menghentikan asupan kafein akan menyebabkan perubahan dalam aliran darah otak. Dengan kata lain, kafein memperlambat aliran darah ke otak Anda.

Menjadi pemarah

Kafein merangsang reseptor dopamin (pusat kesenangan) di otak, serta adrenalin. Keduanya membuat kamu merasa baik.

Tanpa kopi, tubuh akan mengandalkan dirinya sendiri untuk mengatur suasana hati. Oleh karena itu, kamu menjadi mudah marah jika tidak minum kopi. 

Tidak bisa konsentrasi

Kamu tidak dapat berkonsentrasi tanpa kafein. Otak berkabut adalah tanda lain bahwa kamu mungkin ketergantungan kafein.

Ini sekali lagi berkaitan dengan kemampuan kafein untuk meningkatkan adrenalin, yang membantu kamu tetap waspada dan fokus.

Jika terbiasa dengan dorongan itu, kamu kesulitan untuk berkonsentrasi bila tidak mengonsumsi kafein. 

Merasa gugup atau cemas

Setiap orang memproses kafein secara berbeda. Beberapa dapat minum tiga cangkir tanpa masalah, sementara yang lain lebih sensitif.

Jika kafein dosis tinggi membuat kamu merasa gugup, cemas, gelisah, mual atau gelisah, mungkin sudah waktunya untuk menguranginya.

Pada dasarnya, kopi menciptakan stres dalam tubuh (melalui adrenalin), menghasilkan 'gejala kopi' yang sering kamu rasakan.

Membutuhkan lebih banyak kopi untuk efek yang sama

Jika kamu mulai dengan satu cangkir kopi dan sekarang minum lima cangkir sehari, hanya untuk mendapatkan efek yang sama, ini adalah tubuh membangun toleransi terhadap efek kafein.

Di sinilah banyak orang terjebak, apakah kamu harus minum lebih banyak untuk mendapatkan efek yang sama, atau mulai menguranginya?

Merasa tidak mampu untuk berhenti minum kopi

Jika tidak dapat membayangkan dunia tanpa kopi, kemungkinan besar kamu sudah lebih bergantung pada kopi daripada yang kamu kira.

Untuk menguranginya, para ahli menyarankan untuk menguranginya secara perlahan. Ingat,  jangan sampai mengejutkan tubuh kamu!