News

6 Tahun Tak Diberi Cucu, Orang Tua India Ini Tuntut Putranya Kompensasi Rp9,5 Miliar!

Sanjeev dan Sadhana Prasad menuntut kompensasi senilai USD 650 ribu (Rp9,5 miliar) jika tak ada cucu yang lahir dalam waktu 1 tahun.


6 Tahun Tak Diberi Cucu, Orang Tua India Ini Tuntut Putranya Kompensasi Rp9,5 Miliar!
Sanjeev dan Sadhana Prasad menggugat Shrey Sagar atas 'kekerasan mental' karena putra mereka tak kunjung punya anak. (Twitter/ANINewsUP)

AKURAT.CO Sepasang suami istri di negara bagian Uttarakhand, India utara, menuntut putra semata wayangnya dan istrinya. Alasannya, mereka tak kunjung dapat cucu setelah putranya menikah 6 tahun.

Dilansir dari BBC, Sanjeev dan Sadhana Prasad mengeluh telah menghabiskan tabungan mereka demi membesarkan putra mereka, membayar pelatihan pilot untuknya, serta pernikahan mewah. Mereka lantas menuntut kompensasi senilai USD 650 ribu (Rp9,5 miliar) jika tak ada cucu yang lahir dalam waktu 1 tahun.

Gugatan tak lazim ini diajukan dengan alasan 'kekerasan mental'.

baca juga:

Prasad mengaku telah menghabiskan semua tabungan untuk Shrey Sagar. Pasangan berusia 61 dan 57 tahun itu mengirim putranya ke Amerika Serikat (AS) pada 2006 untuk pelatihan pilot dengan biaya USD 65 ribu (Rp951 juta).

Pria 35 tahun itu kembali ke India pada 2007. Namun, ia kehilangan pekerjaannya, sehingga keluarganya harus mendukungnya secara finansial selama 2 tahun lebih.

Sagar akhirnya mendapat pekerjaan sebagai pilot. Orang tuanya lantas mengatur pernikahannya dengan Shubhangi Sinha pada 2016. Mereka berharap bisa memiliki cucu untuk menghibur mereka selama masa pensiun.

Prasad pun membiayai resepsi pernikahan di hotel bintang 5, mobil mewah senilai USD 80 ribu (Rp1,1 miliar), dan bulan madu di luar negeri.

"Putra saya telah menikah selama 6 tahun, tetapi mereka masih belum berencana punya anak. Jika kami punya cucu untuk menghabiskan waktu bersama, setidaknya rasa sakit kami akan tertahankan," ungkapnya.

Menurut pengacara mereka, AK Srivastava, pasangan itu menuntut uang atas 'kekerasan mental'.

"Setiap orang tua punya impian menjadi kakek-nenek. Mereka telah menunggu bertahun-tahun untuk menjadi kakek-nenek," belanya.

Gugatan mereka diperkirakan akan disidangkan di pengadilan pada 17 Mei.[]