News

6 Ribu Warga Suku Anak Dalam Kini Sudah Punya e-KTP

Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan perekaman data kependudukan bagi warga masyarakat adat terpencil di pedalaman Indonesia.


6 Ribu Warga Suku Anak Dalam Kini Sudah Punya e-KTP
Seorang gadis suku Anak dalam mendapat kartu Identitas pribadinya

AKURAT.CO  Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan perekaman data kependudukan bagi warga masyarakat adat terpencil di pedalaman Indonesia.

Salah satu yang disambangi Kemensos adalah warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) di beberapa kabupaten di provinsi Jambi.

Tercatat, hingga saat ini 6 ribu orang masyarakat pedalaman sudah memiliki kartu Identitas pribadi. 

Direktur Pemberdayaan KAT Kemensos Laode Taufik Nuryadin menyatakan, perekaman data masyarakat adat di pedalaman Indonesia itu penting. Sebab, dengan itu mereka akan mendapatkan akses bantuan dari pemerintah. 

 "Ada sekitar 6 ribu warga Suku Anak Dalam (SAD) di beberapa kabupaten Provinsi Jambi yang sudah direkam data kependudukannya,” kata Taufik dilansir dalam keterangan persnya, Selasa (22/6/2021).

Untuk menyukseskan perekaman data itu, Kemensos menggandeng Dirjen Dukcapil, Kemendagri. Berdasarkan data mereka, masih ada 2.500 warga masyarakat adat pedalaman Indonesia yang hingga kini belum memiliki data identitasnya. 

Menariknya, perekaman itu juga diberikan kepada masyarakat adat yang hingga kini masih no maden atau berpindah-pindah tempat tinggal. Tidak hanya masyarakat pedalaman yang telah menetap tinggal di satu kawasan pedalaman. 

“Sesuai kebijakan pemerintah, pemberian bantuan harus by name by address (nama sesuai dengan alamat) sehingga warga yang masih hidup melangun (berpindah-pindah tempat) harus direkam data kependudukannya agar bisa mendapat bantuan," kata Taufik. 

Dia mengatakan, sesuai arahan Mensos, perekaman data kependudukan bagi warga KAT harus dilakukan. Agar mereka masuk dalam skema jaring perlindungan sosial. Perekaman data kependudukan warga KAT sudah dilakukan sejak Februari lalu dengan sistem jemput bola.

Dia menambahkan, dalam penelaahan Kemensos, banyak masyarakat adat pedalaman merupakan masyarakat yang rentan. Baik pada populasi anak-anak maupun Lansia. Menurut Taufik, mereka merupakan kelompok yang menghadapi masalah serius karena terindikasi mengidap gizi buruk dan krisis pangan.

“Untuk itulah Kemensos hadir guna memastikan warga KAT hidup layak dari sisi kemanusiaan," kata Taufik. 

Dengan dilakukannya perekaman data kependudukan, maka harapan hidup warga KAT, terutama kelompok rentan meningkat. Setelah resmi dicatat dalam data kependudukan, warga KAT bisa menikmati program-program Kemensos seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan bantuan sosial lainnya.

Bayu Primanda

https://akurat.co