News

6 Penyerangan Tempat Ibadah Paling Mematikan, 300 Orang Tewas Seketika

Menurut laporan News19 2019 lalu, jumlah serangan teror terhadap lembaga keagamaan mencapai setidaknya 1.909 kasus.


6 Penyerangan Tempat Ibadah Paling Mematikan, 300 Orang Tewas Seketika
Teror Mematikan Tempat Ibadah (STR / AFP)

AKURAT.CO, Minggu Palma lalu (28/3) menjadi hari yang kelam sekaligus mengejutkan untuk warga Indonesia. Mengingat di hari itu, teror bom bunuh diri kembali terjadi dan meledak tepat di depan gedung Gereja Katedral Makasar.

Imbasnya, setidaknya 19 orang mengalami luka-luka. Sementara, dua pelaku yang menyerang gereja dinyatakan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Hingga kini, kepolisian Indonesia memang masih gencar mengusut tuntas motif hingga dalang di balik teror tersebut. Namun, insiden ini jelas berhasil mengingatkan publik dengan aksi teror serupa di mana teroris nekat menargetkan tempat-tempat ibadah.

Terlebih, menurut laporan News19 2019 lalu, data terbaru menunjukkan bagaimana jumlah serangan teror terhadap lembaga keagamaan mencapai setidaknya 1.909 kasus.

Dari angka itu, di antaranya bahkan berhasil menelan hingga ratusan jiwa.

Lalu apa saja kasusnya?

Berikut 6 kasus serangan mematikan terhadap rumah ibadah selama satu dekade terakhir.

1. Teror Gereja Katolik Our Lady of Salvation di Baghdad, Irak

6 Penyerangan Tempat Ibadah Paling Mematikan, 300 Orang Tewas Seketika - Foto 1
AP



Teror ini terjadi pada tanggal 31 Oktober 2010 lalu. Saat itu, mirip dengan kasus gereja Makassar, kelompok militan juga menyerang Our Lady of Salvation dengan aksi bom bunuh diri.

Tak hanya itu, ketika serangan terjadi, sekitar 100 jemaat juga diketahui tengah melaksanakan ibadah Misa Minggu malam. Serangan terhadap gereja Assyria itu berlangsung dalam dua rangkaian.

Pertama terjadi pada pukul 5 sore di mana empat pria bersenjata yang menyamar dengan seragam militer menerobos kawasan Bursa Efek Irak di Baghdad. Saat itu, karena dicegat, para militan akhirnya meledakkan diri dengan rompi bunuh diri dan langsung menewaskan 5 pejalan kaki.

Selanjutnya, sekitar jam 6 sore, tiga pria lainnya mulai melompati tembok Our Lady of Salvation yang terletak di seberang Bursa Efek. Ketika itu, ketiganya memboyong senapan mesin, sabuk peledak, hingga granat.

Setelahnya, mereka meledakkan mobil yang diparkir di depan gereja, bentrok dengan penjaga dan membunuh sejumlah orang. Setelah berhasil mendobrak masuk gereja hingga mematikan lampu, pria-pria itu lantas memberondong para jemaat dengan peluru.

Saksi kemudian mengungkap bagaimana selama pembantaian itu terjadi, para pelaku mengatakan bahwa aksinya adalah sebagai pembalasan pembakaran Al-Qur'an dan pemenjaraan wanita Muslim di Mesir.

Dalam serangan itu, keenam pelaku akhirnya tewas.  Sementara, korban warga sipil dilaporkan mencapai sedikitnya 58 jiwa, menurut laporan AP News.

Setelahnya, polisi mengungkap bahwa keenam penyerang itu tergabung dalam kelompok Al-Qaeda Irak yang kemudian berubah nama menjadi Negara Islam Irak.

2. Teror makam Filsuf Lal Shahbaz Qalandar, Pakistan

6 Penyerangan Tempat Ibadah Paling Mematikan, 300 Orang Tewas Seketika - Foto 2
Haleem Adil Via India Today



Serangan bom bunuh diri juga sempat mengguncang makam filsuf suci, Lal Shahbaz Qalandar yang dihormati umat Islam di Sehwan, Pakistan. Insiden ini tepatnya terjadi pada 16 Februari 2017, di mana saat itu, para peziarah tengah melakukan ritual Sufi Dhamaal setelah salat Isya.

Ketika itu, pelaku memakai rompi bom dan meledakkan dirinya di luar kompleks Lal Shahbaz Qalandar, dekat Golden Gate. Pengebom juga diketahui sempat melempar sebuah granat meski akhirnya gagal meledak.

Sekitar 20 anak diyakini berada di antara para korban meninggal. Secara total, jumlah yang tewas dalam serangan itu mencapai hingga 98 orang, seperti dikutip AP. Sedangkan, jumlah yang terluka dikatakan mencapai setidaknya 350 orang, menurut News 18.

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut. Sementara pihak berwenang Pakistan mengatakan, serangan itu dirancang dari Afganistan.

3. Teror masjid Syiah Herat di Afganistan

6 Penyerangan Tempat Ibadah Paling Mematikan, 300 Orang Tewas Seketika - Foto 3
AP



Masjid Muslim Syiah terbesar Afganistan, Jawadia, di Kota Herat juga pernah jadi sasaran mematikan dari kaum ekstremis. Serangan terhadap Jawadia ini terjadi hanya 5 bulan setelah insiden Lal Shahbaz Qalandar.

Itu terjadi pada 1 Agustus 2017 di mana dua pelaku bom bunuh diri berhasil merengsek masuk ke Jawadia, dan langsung melemparkan peledak ke kerumunan jemaah yang sedang salat Isya.

Setelahnya, salah satu dari pelaku melakukan bunuh diri dengan meledakkan rompi bomnya. Sementara, penyerang satunya terus-terusan menembaki kerumunan sebelum meledakkan rompinya juga.

Jadwadia sendiri letaknya hanya 50 meter dari kantor Polisi Nasional Afganistan. Namun, seorang anggota parlemen bernama Mehdi Hadid, mengatakan polisi terlalu takut untuk mengambil tindakan dan berdiri di luar masjid saat serangan terjadi.

Dalam serangan itu, setidaknya 90 orang akhirnya meregang nyawa, menurut AP. Sedangkan korban yang mengalami luka mencapai hingga ratusan orang.

Sampai saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab. Sementara  juru bicara Taliban, Qari Mohammad Yousuf, mengatakan Taliban tidak terlibat dalam insiden ini.

4. Teror dua masjid Syiah di ibu kota Yaman

6 Penyerangan Tempat Ibadah Paling Mematikan, 300 Orang Tewas Seketika - Foto 4
Amnesty International



Teror ini terjadi pada 20 Maret 2015 di mana empat pengebom bunuh diri menyerang sepasang masjid di ibu kota Yaman, Sanaa. Dua masjid itu adalah Masjid Badr di selatan Sana'a, dan Masjid al-Hashoosh di distrik utara ibu kota.

Serangan itu mirip tragedi Christchurch lantaran pada saat kejadian, para jemaah sedang melakukan salat Jumat. Akibat serangan itu, sedikitnya 137 jemaah dinyatakan tewas, menurut AP hingga Reuters. Sementara korban terluka dikatakan mencapai hingga 357 orang.

Terungkap bahwa serangan itu telah terkoordinasi dan diklaim langsung oleh kelompok ISIS. Sementara, dua masjid yang diserang ternyata digunakan sebagai tempat ibadah oleh para pendukung pejuang Muslim Syiah Houthi yang mengendalikan Kota Sanaa.

5. Teror masjid Syiah di Shikarpur, Pakistan

6 Penyerangan Tempat Ibadah Paling Mematikan, 300 Orang Tewas Seketika - Foto 5
EPA via BBC



Masih di tahun sama, teror bom bunuh diri terjadi di sebuah masjid Syiah di Kota Shikarpur, Pakistan. Insiden ini terjadi pada tanggal 30 Januari 2015, setelah warga baru selesai menunaikan ibadah salat Jumat.

Pada masa itu, kekerasan sektarian memang dilaporkan sedang meningkat di Pakistan, dan kelompok militan Sunni telah menargetkan minoritas Syiah di masa lalu.

Militan Sunni yang terkait dengan Taliban Pakistan juga telah mengonfirmasi serangan pada Jumat itu. Kelompok ini bernama Jundallah yang juga dikaitkan dengan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan mengumumkan kesetiaannya kepada ISIS pada tahun 2014.

Akibat ulah Jundallah itu, 71 orang dinyatakan tewas, dan empat di antaranya adalah anak-anak, seperti diwartakan AP hingga BBC.

6. Teror masjid Sinai di Mesir

6 Penyerangan Tempat Ibadah Paling Mematikan, 300 Orang Tewas Seketika - Foto 6
STR / AFP



Tanggal 24 November 2017 menjadi salah satu hari paling berdarah dan mematikan sepanjang sejarah modern Mesir. Pasalnya, di hari itu, 300 lebih nyawa langsung melayang setelah teror melanda Masjid al-Rawda.

Masjid itu ada di sebelah timur Kota Bir al-Abed di Kegubernuran Sinai Utara Mesir, dan menjadi salah satu masjid utama yang terkait dengan tarekat Jaririya Sufi. Ini adalah salah satu tarekat Sufi terbesar di Sinai Utara.

Insiden itu sendiri bermula pada pukul 13.50 waktu setempat di mana warga tengah melaksanakan salat Jumat. Saat tengah beribadah itulah, 40 pria bersenjata tiba-tiba masuk Masjid al-Rawda dan mulai membantai para jemaahnya.

Media lokal kemudian mengungkap bagaimana saat itu, penyerang awalnya menanam tiga bom di kendaraan off-road mereka. Lalu mereka menggunakan bangkai mobil yang terbakar untuk memblokir rute pelarian. Setelah ledakan itu, para pelaku meluncurkan granat berpeluncur roket dan menembaki jemaah yang memadati al-Rawda.

Lalu saat ambulans hendak mengangkut korban luka, para pelaku menembaki petugas medis. Situasi itu begitu kacau sampai-sampai penduduk ramai mengambil senjata untuk melawan para pelaku.

Serangan itu pada akhirnya menelan total 311 orang, termasuk 27 anak-anak. Sementara korban luka mencapai sedikitnya 122 orang.

Hingga kini, belum ada kelompok yang mengatakan bertanggung jawab. Namun, para penyintas mengatakan kepada kejasaksaan Mesir bahwa para pelaku sempat mengibarkan bendera Negara Islam (ISIS).


Teror-teror di atas hanyalah secuil dari berbagai kasus serangan terorisme yang menyasar tempat ibadah. Bagaimana menurutmu? Semoga tidak ada lagi kasus serupa di kemudian hari ya.[]