News

6 Pengakuan Terbaru Bharada E Soal Pembunuhan Brigadir J

Semua pengakuan Bharada E dicatat dalam berita acara pemeriksaan (BAP) pada Sabtu (6/8/2022) malam.


6 Pengakuan Terbaru Bharada E Soal Pembunuhan Brigadir J
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kedatangan Bharada E tersebut untuk dimintai keterangan terkait insiden baku tembak dengan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang terjadi pada Jumat (8/7) lalu di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

AKURAT.CO, Bhayangkara Dua Richard Elizer (Bharada E) mengungkapkan sejumlah pengakuan mengejutkan terkait tewasnya Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Semua pengakuan Bharada E dicatat dalam berita acara pemeriksaan (BAP) pada Sabtu (6/8/2022) malam.

Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara menyebut kliennya saat ini lebih terbuka dalam menyampaikan fakta-fakta pembunuhan Brigadir J. Kliennya juga mengajukan diri sebagai justice collabolator (JC) dan meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

baca juga:

Berikut pengakuan Bharada E terbaru terkait tewasnya Brigadir J.

1. Tak Ada Baku Tembak

Bharada E membantah ada insiden baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo. Pengakuan ini sekaligus menepis penjelasan kronologis awal yang dia sampaikan saat diperiksa.

"Tidak ada memang, kalau informasi tidak ada baku tembak. Pengakuan dia tidak ada baku tembak," kata kuasa hukum Bharada E, Burhanuddin, Senin (8/8/2022).

Burhanuddin mengklaim tembakan yang diletuskan dari pistol Brigadir J hanya rekayasa, seolah-olah terjadi baku tembak. 

Tembakan dari senjata Brigadir J diarahkan ke dinding di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) penembakan.

"Menembak itu dinding arah-arah itunya," ucapnya.

2. Diperintah Atasan Langsung

Deolipa Yumara, kuasa hukum Bharada E mengatakan kliennya mengaku diperintah atasannya langsung untuk membunuh Brigadir Nofriansah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

“Ya dia (Bharada E) diperintah atasannya, atasan langsung, atasan yang dia jaga,” kata Deolipa Yumara, kuasa hukum Bharada E kepada wartawan, Minggu (7/8/2022).

"Ya, perintahnya ya untuk melakukan tindak pidana pembunuhan," tutur Deolipa.

3. Ada Ferdy Sambo di TKP

Burhanuddin menyebut bahwa atasan langsung Bharada E ada di lokasi kejadian saat Brigadir J ditembak.

"Ada di lokasi memang," katanya.

Namun begitu, Burhanuddin enggan menjelaskan detail sosok atasan yang dimaksud. Menurut dia, figur tersebut adalah atasan di mana Bharada E bertugas.

"Atasannya kan kita sudah bisa reka-reka siapa atasannya. Atasan kedinasan, yang di tempat lokasinya," tuturnya.

Menurut Burhanuddin, Bharada E saat itu juga mendapat tekanan untuk menembak Brigadir J.

"Iya betul (ada perintah). Disuruh tembak. 'Tembak, tembak, tembak'. Begitu," kata dia.

4. Penembak Brigadir J Lebih dari 1 Orang

Burhanuddin menyebut terduga pelaku yang menembak Brigadir J lebih dari seorang.

"Pelaku yang menembak lebih dari satu. Tidak ada tembak-menembak," tutur Burhanuddin.

Burhanuddin tak menampik bahwa Bharada E sosok yang pertama kali menembak Brigadir J.

"Menembak pertama Bharada E. Selanjutnya ada pelaku lain," kata Burhanuddin.

5. Bharada E Merasa Tertekan Selama Ini

Deolipa Yumara mengatakan Bharada E saat ini lebih terbuka terkait kasus Brigadir J. Sebab, Bharada E sebelumnya merasa tertekan karena harus mengatakan hal berbeda dari apa yang dialaminya. 

"Bharada E ini kan galau, dan tertekan, kemudian perasaannya tidak nyaman. Tidak nyaman bukan karena tekanan dari penyidik, tidak. Tapi tidak nyaman karena tindakan dia yang memang sudah dia lakukan, tapi dia harus mengatakan hal yang berbeda dari yang dia alami," katanya.

Deolipa menjelaskan, Bharada E mengubah keterangan dalam kasus ini karena adanya intervensi. Namun dia tidak menjelaskan intervensi yang dimaksud. 

"Ada kaitannya dengan masa lalu juga, tekanan-tekanan masa lalu. Kemudian skenario-skenario masa lalu yang dia alami," katanya.

Bharada E mulai terbuka usai menyadari tindakannya. Kini Bharada E ingin mengungkap kasus ini secara terang benderang.

"Jadi ketika kemudian dia sudah tidak lagi seperti itu. Dia kembali ke wilayah baru mulai kemarin, hari Sabtu dia mulai sadar bahwasanya dia harus melakukan tindakan sebenar-benarnya dan seterang-terangnya apa yang dialaminya. Apa yang dilakukannya, apa yang didengarnya," papar Deolipa.

"Kita ajarkan dia mengenai doa supaya Tuhan berkenan kepada apa yang dia lakukan, dia mulai sadar. Ketika dia mulai sadar akhirnya dia merasa plong nyaman dia berdoa sama Tuhan," ucapnya.

6. Bharada E Ajukan Justice Collaborator

Melalui Deolipa, Bharada E mengaku sepakat mengajukan diri menjadi justice collaborator. Deolipa mengatakan kliennya tersebut merupakan saksi kunci dalam kasus tewasnya Brigadir J. Ia mengatakan akan meminta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK.

Keputusan itu diambil usai melakukan perbincangan dari hati ke hati pada Sabtu (7/8/2022) di Bareskrim Polri. Pembicaraan dilakukan usai Bharada E mempercayak Deolipa dkk sebagai kuasa hukum barunya. 

"Beliau pertama kali tadi beliau mulai cerita-cerita, sesuatu yang membuat beliau tidak nyaman selama ini dalam pengalaman-pengalaman yang menghadapi perkara dia," kata Deolipa kepada wartawan di Bareskrim Polri.

"Kami memang minta supaya bicara dari hati ke hati dan dia cerita secara lengkap yang dia alami sehingga kami berpandangan apa yang dialami suatu keadaan kunci yang bisa menjadi titik terang dengan perkara ini," sambung dia.[]