News

6 Pahlawan Indonesia Ini Diabadikan Jadi Nama Jalan di Luar Negeri, Ada R.A. Kartini

Jasa beberapa pahlawan Tanah Air ternyata turut diapresiasi negara lain dengan diabadikan sebagai nama jalan, termasuk di antaranya R.A. Kartini.


6 Pahlawan Indonesia Ini Diabadikan Jadi Nama Jalan di Luar Negeri, Ada  R.A. Kartini
Nama 6 Pahlawan Indonesia Ini Diabadikan Jadi Nama Jalan di Luar Negeri (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Tanggal 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Di hari tersebut, sudah sepantasnya rakyat Indonesia mengenang jasa-jasanya yang telah mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan. 

Tak hanya di dalam negeri, jasa beberapa pahlawan Tanah Air ternyata turut diapresiasi negara lain, termasuk di antaranya R.A. Kartini. Bahkan, nama mereka diabadikan sebagai nama jalan di luar negeri.

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 6 pahlawan Indonesia yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di negara lain.

1. Ir. Soekarno

Istimewa

Nama pahlawan proklamator ini diabadikan di 2 negara sekaligus, yaitu Maroko dan Mesir. Di Rabat, Maroko, nama Jalan Soekarno ditulis dalam bahasa setempat sebagai Rue Soekarno. Rupanya Indonesia merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Maroko usai negara di Afrika Utara tersebut merdeka pada 2 Maret 1956 dari jajahan Prancis. Soekarno pun dianggap berperan penting dalam kemerdekaan Maroko. Sebagai bentuk apresiasi terhadap jasanya, nama Soekarno diabadikan sebagai nama jalan di ibu kota Maroko.

Sementara di Mesir, nama Soekarno diabadikan sebagai Ahmed Sokarno Street. Presiden pertama Indonesia ini memang dikenal dengan nama Ahmad Soekarno di Mesir. Penambahan nama Ahmad dilakukan para mahasiswa Indonesia di negara Afrika Timur ini agar lebih islami sehingga menarik perhatian rakyat Mesir. Di bawah kepemimpinan Soekarno dan Gamal Abdul Nasser, hubungan Indonesia dan Mesir sangat harmonis dan sama-sama menjadi pemrakarsa Konferensi Asia-Afrika. Tak heran nama Soekarno begitu harum di Negeri Piramida sehingga diabadikan sebagai salah satu nama jalan di daerah Kit-Kat Agouza Geiza.

2. Mohammad Hatta

Istimewa

Nama wakil presiden pertama Indonesia ini juga tak luput dari perhatian dunia. Nama Mohammad Hatta tertulis sebagai Mohammed Hattastraat di kawasan perumahan Zuiderpolder, Haarlem, Belanda. Rupanya penamaan jalan ini sebagai bentuk penghormatan untuknya yang pernah menuntut ilmu di Belanda.

3. R.A. Kartini

Istimewa

Nama pahlawan emansipasi wanita ini harum di Belanda berkat aktivitas surat-menyuratnya dengan teman-temannya di Eropa. Di tahun 1911, kumpulan suratnya dibukukan dengan judul Door Duisternis tot Litch (Habis Gelap Terbitlah Terang). Kritiknya terhadap kondisi perempuan Jawa kala itu mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi. Tak heran namanya diabadikan jadi nama jalan di 4 kota Belanda sekaligus, yaitu Utercht, Haarlem, Venlo, dan Amsterdam.

4. Pattimura

Istimewa

Nama Thomas Matulessy atau lebih dikenal sebagai Pattimura dijadikan nama jalan di Wierden, Belanda. Penamaan Pattimurastraat ini diusulkan komunitas Maluku yang sudah puluhan tahun menetap di Wierden. Di tahun 2011, namanya resmi tersemat sebagai cabang dari jalan Jan Jansweg.

5. Martha Christina Tiahahu

Istimewa

Sama seperti Pattimura, nama pahlawan wanita asal Maluku ini dijadikan nama jalan di Wierden, Belanda. Penamaan jalan itu pun bersamaan dengan penamaan Pattimurastraat. Letak kedua jalan ini juga berdekatan.

6. Sutan Syahrir

Istimewa

Perdana menteri Indonesia pertama ini menuntut ilmu di Universitas Amsterdam dan Universitas Leiden. Bersama Hatta, ia menjadi sosok terdepan diplomasi Indonesia melawan Belanda. Setelah wafat, mantan Perdana Menteri Belanda, Wim Schermerhorn menyebutnya ksatria politik terhormat dengan idealisme tinggi. Berkat keharuman namanya di Negeri Kincir Angin, namanya diabadikan sebagai nama jalan di 3 kota, yaitu Leiden, Gouda, dan Haarlem.

Apresiasi internasional terhadap pahlawan Tanah Air tentu sangat membanggakan rakyat Indonesia. Namun, perlu diingat mereka berjuang tidak sekadar untuk dijadikan nama jalan. Sudah sepantasnya perjuangan mereka terus dikenang dan diteladani generasi zaman sekarang.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu