News

6 Negara Ini Mulai Kembali Normal karena Sukses Kendalikan Corona, Indonesia Kapan?

Berkat penanganan yang baik sejak awal pandemi dan tingginya angka vaksinasi COVID-19, sejumlah negara perlahan kembali menjalani hidup normal.


6 Negara Ini Mulai Kembali Normal karena Sukses Kendalikan Corona, Indonesia Kapan?
Warga Israel tak lagi wajib memakai masker di luar ruangan sejak 18 April.

AKURAT.CO, Sudah 1,5 tahun dunia dilanda pandemi COVID-19. Bukannya mereda, tak sedikit negara yang semakin parah dihantam gelombang baru virus corona, terlebih dengan munculnya mutasi baru yang lebih menular. Tak ayal, beberapa negara memperketat pembatasannya untuk menekan laju infeksi.

Di sisi lain, sejumlah negara justru perlahan mulai kembali normal dengan melonggarkan pembatasan pandemi. Pemerintahnya telah mencabut aturan lockdown, tak lagi mewajibkan masker dan jaga jarak, bahkan mengizinkan digelarnya pertemuan massal, seperti konser dan pertandingan olahraga. Situasi yang membaik ini dapat tercapai berkat penanganan yang baik sejak dimulainya pandemi dan suksesnya program vaksinasi massal yang mampu membentuk kekebalan kawanan.

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 negara yang mulai kembali normal setelah sukses mengendalikan pandemi COVID-19.

1. Gibraltar

6 Negara Ini Mulai Kembali Normal karena Sukses Kendalikan Corona, Indonesia Kapan - Foto 1
AFP

Teritori mungil Inggris di ujung selatan Spanyol ini menjadi salah satu wilayah pertama di dunia yang telah memvaksinasi sebagian besar penduduk dewasanya terhadap COVID-19. Sejak 'Operasi Kebebasan' dimulai pada Januari 2021, Gibraltar telah menyuntik 85 persen penduduknya pada akhir Maret. Selain itu, dari 15 ribu komuter tiap hari bolak-balik datang dari Spanyol untuk bekerja di Gibraltar, lebih dari setengahnya telah divaksin setidaknya 1 dosis.

Berkat tercapainya kekebalan kawanan melalui vaksinasi massal ini, sejumlah pembatasan virus corona dapat dicabut. Sejak akhir Maret, masker hanya diwajibkan di ruang publik tertutup, toko, dan di angkutan umum.  Jam malam pun telah dicabut, sehingga usaha bar dan restoran yang telah buka kembali pada 1 Maret semakin ramai. Aturan yang membatasi pertemuan maksimal 16 orang juga dicabut pada 16 April.

Stadion Victoria di Gibraltar juga telah menyambut 600 orang yang sudah divaksin penuh untuk menyaksikan kualifikasi sepak bola Piala Dunia melawan Belanda. Selain itu, pada 27 Maret, 500 penonton menyaksikan pertandingan tinju kelas berat paling bergengsi di Kompleks Olahraga Eropa Gibraltar. Namun, dalam dua acara massal ini, pengunjung juga harus mendapat hasil tes negatif di hari pelaksanaan acara.

2. Israel

6 Negara Ini Mulai Kembali Normal karena Sukses Kendalikan Corona, Indonesia Kapan - Foto 2
REUTERS

Protokol memakai masker di luar ruangan telah dicabut oleh Israel sejak 18 April. Pasalnya, sudah sekitar 81 persen warga di atas 16 tahun, kelompok usia yang memenuhi syarat, telah divaksin COVID-19 dengan vaksin Pfizer-BioNTech di Israel. Berkat suksesnya program vaksinasi ini, angka penularan dan rawat inap langsung menurun tajam.

Meski begitu, protokol ini masih berlaku untuk tempat publik dalam ruangan. Warga pun didesak agar selalu membawa masker. Murid sekolah mulai dari TK hingga SMA, baik yang belajar dari rumah atau belajar di sekolah, akan kembali ke jadwal sebelum prapandemi. Namun, guru diperintahkan agar terus memberi ventilasi di ruang kelas serta menjaga jarak sosial saat pelajaran dan istirahat. Kegiatan ekstrakurikuler pun masih dilarang.

Selain itu, kedatangan warga negara asing masih dibatasi. Warga Israel yang baru kembali dari luar negeri dan belum divaksin pun harus mengisolasi diri agar tidak menggagalkan efektivitas program vaksinasi.

3. Selandia Baru

6 Negara Ini Mulai Kembali Normal karena Sukses Kendalikan Corona, Indonesia Kapan - Foto 3
Associated Press

Saat banyak negara mengunci diri untuk menekan laju infeksi varian baru virus corona, Selandia Baru justru berpesta dengan menggelar konser musik rock. Puncaknya pun digelar pada 24 April 2021 di stadion terbesar Auckland dengan menghadirkan band Six60.

Dihadiri 50 ribu penonton, konser ini disebut-sebut sebagai konser terbesar di dunia sejak pandemi dimulai. Tak tanggung-tanggung, puluhan ribu orang di sana berkerumun tanpa jaga jarak dan tak memakai masker.

Berkat penanganan yang baik sejak awal pandemi, Selandia Baru mencatat total 2.720 kasus COVID-19 dengan hanya 26 kematian, berdasarkan data Worldometer hingga Selasa (22/6).

4. Hongaria

6 Negara Ini Mulai Kembali Normal karena Sukses Kendalikan Corona, Indonesia Kapan - Foto 4
REUTERS

Baru awal tahun ini, Hongaria mengalami lonjakan kasus COVID-19. Bahkan, angka kematiannya mendekati 30 ribu, salah satu tingkat kematian per kapita tertinggi di dunia. Ajaibnya, negara ini dapat mengizinkan penggemar sepak bola datang memenuhi 100 persen kapasitas stadionnya saat Hongaria menjamu Portugal dalam laga pembuka mereka di Euro 2020 pada Selasa (15/6). Untuk pertama kalinya sejak Maret 2020 dalam dunia sepak bola Eropa, pertandingan itu ditonton oleh sekitar 67 ribu orang di Puskas Arena. Mereka juga terlihat tak mengenakan masker maupun menjaga jarak.

Pencapaian ini dapat diraih berkat program vaksinasi massal yang terbilang ambisius. Pemimpin Hongaria yang menggemari sepak bola berhasil memvaksinasi 5,3 juta dari 9,8 juta jiwa penduduknya pada 11 Juni, awal Euro 2020. Ia bahkan berani melawan Uni Eropa dengan menggunakan vaksin dari Rusia dan China yang belum mendapat lampu hijau dari Uni Eropa.

Pembatasan menjelang Euro juga dilonggarkan, terutama bagi warganya yang memiliki kartu kekebalan nasional. Kartu itu diterbitkan oleh pemerintah untuk mereka yang telah divaksinasi atau pulih dari virus corona dan punya antibodi untuk melawannya. Siapa pun yang memiliki bukti kekebalan boleh menghadiri pertemuan dalam ruangan, makan di dalam restoran, atau mengunjungi teater, bioskop, dan museum. Tak hanya itu, jam buka telah dilonggarkan dan diperpanjang hingga jam 11 malam, sedangkan jam malam diundur hingga tengah malam.

5. Italia

6 Negara Ini Mulai Kembali Normal karena Sukses Kendalikan Corona, Indonesia Kapan - Foto 5
AFP

Italia tahun lalu menjadi salah satu negara di Eropa yang paling parah terdampak virus corona. Namun, mulai 28 Juni, masyarakat di negara ini tak lagi diwajibkan memakai masker di luar ruangan. Keputusan ini dibuat berdasarkan saran dari panel penasihat ilmiah Comitato Tecnico Scientifico (CTS) Italia.

Para ahli memperkirakan seluruh Italia akan diklasifikasikan sebagai 'zona putih' pada 28 Juni. Meski begitu, masyarakat masih harus mengenakan masker untuk acara-acara dengan risiko penyebaran virus yang lebih tinggi, seperti pertemuan massal.

Sejauh ini, 30 persen warga yang berusia di atas 12 tahun telah divaksinasi atau sekitar 16 juta dari 60 juta penduduk.

6. Amerika Serikat (AS)

6 Negara Ini Mulai Kembali Normal karena Sukses Kendalikan Corona, Indonesia Kapan - Foto 6
REUTERS

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tak lagi mewajibkan warga AS yang telah divaksinasi lengkap untuk mengenakan masker di luar ruangan dalam keramaian sejak 13 Mei. Presiden AS Joe Biden pun muncul tanpa masker untuk berpidato kepada wartawan di depan Gedung Putih. Ia menyebut pedoman baru CDC ini sebagai pencapaian besar dalam perang melawan COVID-19.

Warga AS telah divaksinasi lengkap dapat mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang karena pandemi, seperti beraktivitas di dalam dan di luar ruangan, baik besar maupun kecil, tanpa mengenakan masker atau menjaga jarak fisik. Sebaliknya, warga AS yang belum divaksinasi lengkap harus terus memakai masker.

Masyarakat juga masih wajib memakai masker di ruang tertutup dan padat, seperti bus, pesawat, dan moda transportasi massal. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti penerima transplantasi organ atau pasien kanker pun harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melepaskan maskernya.

Di sisi lain, Indonesia justru tengah mengalami lonjakan kasus COVID-19 beberapa hari terakhir ini. Tercatat 14.536 orang terinfeksi virus corona dalam 1 hari pada Senin (21/6). Tingkat hunian tempat tidur rumah sakit di sejumlah wilayah juga dilaporkan hampir melebihi ambang batas. Tak heran, sejumlah pemerintah daerah mulai mewacanakan ditariknya 'rem darurat' untuk menekan laju infeksi. []