Ekonomi

6 Mitos Keuangan yang Sering Menghantui Orang Indonesia

berikut ini berbagai mitos keuangan yang menyebar di masyarakat:


6 Mitos Keuangan yang Sering Menghantui Orang Indonesia
Penjual uang baru pecahan receh berada di kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Senin (10/5/2021). (AKURAT.CO/Ikhwan Fajar Ramadhan)

AKURAT.CO Pengetahuan ekonomi tidak hanya memberikan pengetahuan yang lebih luas tentang keuangan pribadi, tetapi juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan berbagai keputusan ekonomi.

Tanpa adanya pengetahuan ekonomi yang memadai, banyak orang yang akhirnya mengambil keputusan yang berdampak buruk kepada keuangan pribadinya karena lebih percaya dengan berbagai mitos keuangan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini berbagai mitos keuangan yang menyebar di masyarakat:

1. Menabung lebih baik daripada investasi

Faktanya, investasi lebih menguntungkan daripada menabung karena imbal hasil yang didapatkan bisa sangat jauh berbeda. Meskipun memiliki risiko, investasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan berbagai instrumen investasi yang sangat beragam mulai dari reksa dana, emas, deposito, hingga saham.

Meskipun begitu, menabung tetap harus dilakukan karena uang tabungan sewaktu-waktu bisa ditarik dengan mudah dan bisa juga dijadikan sebagai dana darurat.

2. Utang membawa kemalangan

Utang memang berdampak buruk jika digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli gadget keseharian atau pakaian yang harganya di luar batas kemampuan. Bahkan akan sangat berdampak kepada keuangan pribadi jika telat membayarnya.

Namun, tidak semua utang itu konsumtif, ada pula yang produktif bahkan sangat diperlukan. Melakukan pinjaman modal di pinjaman online adalah salah satu utang produktif jika digunakan untuk membangun usaha. Kredit kepemilikan rumah juga menjadi produktif karena memperbanyak jumlah aset.