News

6 Kasus Main Hakim Paling Menggegerkan Dunia, 9 Tewas dalam Aksi 'Perburuan Vampir'

6 Kasus Main Hakim Paling Menggegerkan Dunia, 9 Tewas dalam Aksi 'Perburuan Vampir'


6 Kasus Main Hakim Paling Menggegerkan Dunia, 9 Tewas dalam Aksi 'Perburuan Vampir'
Gambar kasus main hakim geng perampok di Calabar, Nigeria ( Vanguard News)

AKURAT.CO, Sudah naluri manusia untuk mencegah ketidakadilan atau kejahatan. Karenanya, jika melihat suatu kasus kriminal, warga cenderung langsung bereaksi dan melakukan upaya untuk melawan.Dalam pikirannya, mereka adalah 'pahlawan' dan perlu melakukan sesuatu untuk membela korban kejahatan. 

Namun, dalam aksinya itu, justru tak jarang ada sekelompok warga yang mudah terbawa 'arus emosi' dan akhirnya mengambil tindakan sendiri. Meski dalam hal ini, mereka tahu adanya pengadilan atau polisi. 

Di tengah situasi itulah pada ujungnya, ada orang-orang yang tak bersalah justru yang jadi korban amukan massa. Beberapa kasus ini bisa jadi bukti bagaimana warga yang tak bersalah disiksa hingga hilang nyawa karena aksi main hakim.

Apa saja kasusnya, dan bagaimana kisahnya?

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Rabu (21/7) memilih 6 kasus paling menggegerkan aksi main hakim kepada orang tak bersalah.

1. Kasus Sebastian Judalet dan dua orang lainnya, dituding pedofil dan dibakar hidup-hidup 

6 Kasus Main Hakim Paling Menggegerkan Dunia, 9 Tewas dalam Aksi Perburuan Vampir - Foto 1
 AFP

Sebastian Judalet adalah seorang sopir bus Prancis dan ayah dari satu anak. Pada tahun 2013, ia melakukan perjalanan ke Nosy Be, sebuah pulau yang kerap ia kunjungi di dekat Madagaskar.

Di Pulau Nosy Be itu, Judalet awalnya mendambakan liburan santai. Namun, harapan Judalet itu mendadak berubah 180 derajat. Saat itu, Judalet dicurigai sebagai pelaku aksi pedofil yang baru membunuh dan memutilasi seorang bocah lelaki berusia 8 tahun.

Dengan niatan menegakkan 'keadilan' untuk anak itu, ratusan warga setempat langsung mengepung Judalet. Detik-detik saat Judalet diamuk massa itu bahkan sempat terekam dalam sebuah video. Di video itu, Judalet berteriak, menangis dan bersikukuh mempertahankan ketidakbersalahannya.