Entertainment

6 Fakta Perjalanan Payung Teduh, Ditinggal Vokalis hingga Jadi Parade Hujan

6 Fakta Perjalanan Payung Teduh, Ditinggal Vokalis hingga Jadi Parade Hujan
Band Payung Teduh (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO Nama band musik indie Payung Teduh kembali melambung setelah sempat meredup. Sebelumnya, sang vokalis Mohammad Istiqamah Djamad atau Is sempat meninggalkan grup musik beraliran keroncong jazz ini dan memulai solo karier dengan nama Pusakata. Keluarnya Is tentu membuat para penggemar kecewa karena 'jiwa' dari Payung Teduh terletak pada sang vokalis itu.

Baru-baru ini, tersiar kabar kembali bergabungnya Is dengan Payung Teduh. Pusakata dan Payung Teduh bersatu menjadi sebuah band bernama Parade Hujan. Hal tersebut disambut antusias oleh penggemar setianya.

Lantas bagaimana perjalanan Payung Teduh hingga menjadi band bernama Parade Hujan? 

baca juga:

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta mengenai perjalanan Payung Teduh hingga menjadi Parade Hujan.

1. Dimulai dari nongkrong bareng di kantin kampus

Payung teduh adalah grup musik alternatif Indonesia yang bergenre Folk, Keroncong, dan Jazz. Band ini dibentuk pada akhir tahun 2007 oleh dua orang sahabat yaitu Is (vokal dan gitar) dan Comi (bass). Mereka merupakan pemusik di Teater Pagupon yang sering nongkrong bareng di kantin Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Kemudian di tahun 2008, Payung Teduh mengajak Cito untuk bergabung sebagai drummer, lalu mengajak Ivan untuk menjadi pemain guitalele dan terompet.

2. Merilis album indie pertama pada 2010

Pada tahun 2010, Payung teduh meluncurkan album indie pertama mereka berjudul sama dengan nama band mereka. Album 'Payung Teduh' diawali dengan lagu Angin Pujaan Hujan yang menjadi ciri khas nuansa musik mereka. Kemudian tercipta lagu-lagu lain yakni Kucari Kamu, Amy, serta Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan. Mereka juga memasukkan lagu-lagu dari pementasan teater pada album tersebut antara lain Resah, Tidurlah, Malam, dan Cerita Tentang Gunung dan Laut.

Seiring berjalannya waktu, kepopuleran Payung Teduh mulai meningkat di belantika musik Tanah Air berkat lagu-lagunya yang puitis dan digandrungi anak muda. Lalu, di tahun 2012 barulah Payung Teduh merilis album studio mereka dengan nama 'Dunia Batas'.

3. Meluncurkan Single Akad dengan warna musik yang berbeda

Payung Teduh kian populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia khususnya para generasi muda. Setelah sepuluh tahun berkarya di dunia musik Tanah Air, Payung Teduh merilis sebuah single berjudul Akad pada awal tahun 2017.

Lagu Akad berbeda dari warna musik yang selama ini dibuat oleh Payung Teduh. Kala itu, para penggemar sempat kecewa karena band tersebut dianggap meninggalkan ciri khas musik mereka. Para penggemar menilai Payung Teduh tidak konsisten dengan genre musik yang mereka bawakan. Selain Akad, Payung Teduh juga merilis album berjudul 'Ruang Tunggu' di tahun yang sama.