Lifestyle

6 Cara Sederhana Atasi Nyeri Leher saat WFH

Nyeri leher saat WFH kemungkinan besar disebabkan oleh turunnya aktivitas fisik selama pandemi


6 Cara Sederhana Atasi Nyeri Leher saat WFH
Ilustrasi nyeri leher (FREEPIK)

AKURAT.CO, Pandemi Covid-19 telah mengubah hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari, termasuk cara bekerja. Meskipun bekerja dari rumah (work from home) memiliki keuntungan, perubahan dalam lingkungan dan jadwal kerja membuat banyak orang mengalami nyeri leher dan sakit kepala.

Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa kondisi ini kemungkinan besar disebabkan oleh turunnya aktivitas fisik selama pandemi. Ya, saat WFH, kamu lebih banyak menghabiskan waktu di depan laptop atau komputer. Ditambah lagi, waktu senggang kamu manfaatkan dengan bermain gadget.

Faktanya, penyebab paling umum dari ketegangan leher adalah menatap ponsel, laptop, atau perangkat lain. Selain itu, posisi duduk membungkuk juga akan memberikan tekanan pada otot dan jaringan lunak leher.

Meski terlihat sepele, kondisi ini sangat membuat tidak nyaman. Apalagi nyeri leher juga seringkali berujung pada sakit kepala.

Agar tetap bisa bekerja optimal selama WFH, berikut AKURAT.CO uraikan lima cara cara mencegah nyeri leher akibat kebiasaan duduk di meja kerja seharian, dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (31/7/2021): 

Perhatikan postur tubuh

Jarak dudukmu dan komputer sebaiknya tidak terlalu jauh atau pun dekat. Kepala juga harus tetap lurus, dalam posisi netral dengan telinga berada tepat di atas bahu. Posisi kepala yang cenderung condong ke bawah atau menekuk hanya akan membuat leher menjadi titik tumpu yang tidak baik. Inilah yang membuat leher kamu cenderung menjadi tegang dan nyeri.

Selain itu, jangan lupa untuk menyesuaikan ketinggian kursi agar paha sedikit miring ke bawah. Letakkan kaki di lantai dan jaga agar punggung tetap tegak. Posisi ini membuat berat badan terdistribusi secara ideal. 

Penempatan monitor dan keyboard

Tanpa kamu sadari, penempatan monitor dan keyboard bisa menyebabkan leher kamu menjadi tegang. Maka, posisikanlah  bagian tengah layar yang sejajar dengan hidung. Jika terlalu rendah, kamu akan menunduk, yang pada akhirnya akan memberikan tekanan pada lehermu. Posisikan keyboard cukup dekat dengan kamu. Saat mengetik, pastikan kedua siku yang ditekuk kira-kira 90 derajat. 

Peregangan otot

Meskipun memiliki setumpuk pekerjaan, bukan berarti kamu harus duduk seharian di depan layar. Jadi, berdirilah setidaknya satu atau dua jam selama jam kerja. Kamu bisa berjalan-jalan di dalam rumah sambil merenggangkan otot-otot kamu yang tegang karena duduk. 

Meski terlihat nyaman dan santai, duduk dalam jangka waktu lama juga bisa melelahkan. Saat badan lelah, kamu pun akan kesulitan untuk mempertahankan posisi duduk yang benar. Kondisi inilah yang akan membuat leher kamu menjadi tegang dan nyeri. 

Konsumsi air putih yang cukup

 Kurang minum bisa menimbulkan rasa sakit dan kurang nyaman di punggung. Jadi, ingatlah untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuhmu. Dengan minum air putih, bantalan yang mengisi celah antara tulang punggung dapat terhidrasi. Sehingga dapat meminimalisir posisi duduk yang tidak salah dan terhindar dari nyeri leher. 

Hindari stres

Stres sejak dulu diketahui dapat memicu ketegangan pada leher. Walaupun pandemi belum berakhir, pekerjaan menumpuk, kamu wajib menghindari stres. Cobalah mendengarkan musik, olahraga, meditasi, makan-makanan sehat dan cukup tidur. Kamu juga bisa melakukan aktivitas-aktivitas positif lainnya, seperti memasak, berkembun, menggambar dan masih banyak lagi. 

Latihan peregangan leher

Menjaga otot leher tetap kuat adalah salah satu cara untuk mencegah nyeri pada leher saat bekerja. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah chin tuck Letakkan kedua tangan di belakang kepala. Perlahan turunkan dagu hingga mendekati dada. Lakukan selama beberapa tarikan napas.