News

50 Tahun Beroperasi, Restoran Terapung Ikonik di Hong Kong Tenggelam

Jumbo Kingdom, kapal tiga lantai yang pernah jadi restoran terapung terbesar di dunia terbalik saat ditarik untuk pindah lokasi.


50 Tahun Beroperasi, Restoran Terapung Ikonik di Hong Kong Tenggelam
Restoran terapung terbesar di dunia itu telah menjadi landmark ikonik Hong Kong. Namun, sejak tahun 2013, restoran itu tidak melaporkan keuntungan. (BBC)

AKURAT.CO Sebuah restoran terapung yang telah menjadi landmark terkenal Hong Kong berakhir tenggelam. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari usai restoran itu ditarik dari pelabuhan.

Jumbo Kingdom, kapal tiga lantai yang pernah menjadi restoran terapung terbesar di dunia, telah ditambatkan di perairan barat daya kota selama hampir setengah abad.

Pada Selasa (14/6), restoran apung itu ditarik oleh kapal penarik. Jumbo dilaporkan terbalik di dekat Kepulauan Paracel di Laut China Selatan. Saat itu, kapal utama restoran dalam 'kondisi buruk' selama melakukan perjalanan ke lokasi yang dirahasiakan, kata perusahaan induknya.

baca juga:

Aberdeen Restaurant Enterprises, dalam pernyataannya, mengaku 'sangat sedih dengan insiden tersebut'. Namun, dikatakan tidak ada anggota awak yang terluka.

"Kapal tenggelam lebih dari seribu meter (3.280 kaki), membuat pekerjaan penyelamatan sangat sulit," kata pernyataan itu, dikutip dari CNN.

Diyakini, lebih dari 3 juta tamu telah berkunjung ke Jumbo selama bertahun-tahun, menikmati masakan Kanton. 

Restoran sepanjang 80 meter itu adalah kapal utama Jumbo Kingdom, yang mencakup kapal restoran saudara yang lebih tua dan lebih kecil, tongkang untuk tangki makanan laut, kapal dapur, dan delapan feri kecil untuk mengangkut pengunjung dari dermaga terdekat.

Di masa keemasannya, Jumbo muncul di banyak film Hong Kong dan internasional, termasuk James Bond. Selain itu, restoran ini juga pernah menjamu figur terkenal dunia, seperti Ratu Elizabeth II, Jimmy Carter, Tom Cruise, hingga pebisnis Richard Branson.

Bagaimanapun, di balik kesohorannya, restoran ini tetap sama dengan bisnis-bisnis lainnya, terpukul fatal oleh pandemi virus corona.

Sebelumnya, sejumlah insinyur kelautan telah disewa untuk memeriksa restoran terapung tersebut. Sebelum perjalanan, semua 'persetujuan yang relevan' juga telah diperoleh, kata pemiliknya.

Kapal itu menurut rencana akan tinggal di lokasi yang dirahasiakan sembari menunggu operator baru.

Namun, pada Minggu (19/6), Jumbo yang sudah berada dalam kondisi buruk, mulai digenangi air dan akhirnya tenggelam, kata Aberdeen Restaurant Enterprises.

Restoran ikonik itu tutup pada Maret 2020 karena pandemi Covid-19. Selain pandemi yang menjadi tantangan terakhir, restoran itu juga menghadapi masalah keuangan selama bertahun-tahun.

Operator Melco International Development bulan lalu mengumumkan bahwa bisnisnya tidak melaporkan keuntungan sejak tahun 2013 dan imbasnya mengalami kerugian besar.[]