Rahmah

5 Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Indonesia, Penuh Makna!

5 Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Indonesia, Penuh Makna!
Grebeg Muludan di Yogyakarta (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)

AKURAT.CO Indonesia merupakan negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Wajar saja jika saat tiba bulan Maulid Nabi, perayaan acara tersebut digelar di berbagai daerah dengan beragam tradisi yang semuanya menarik perhatian.

AKURAT.CO merangkum beberapa tradisi dari beberapa daerah.

1. Sekaten dan Grebeg Muludan, Yogyakarta

baca juga:

Sekaten merupakan tradisi bagi masyarakat Surakarta (Solo) dan Yogyakarta. Sekaten merupakan perayaan yang yang dinanti-nanti setiap tahunnya. Sekaten juga dimaknai sebagai sarana hiburan keluarga yang menunjukkan identitas kearifan lokal daerah setempat.

Puncak rangkaian upacara tradisional Sekaten adalah tanggal 12 Rabiul Awal, tepat hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang ditandai dengan upacara Grebeg Muludan.

Grebeg Muludan merupakan sedekah yang dilakukan pihak Keraton untuk masyarakat. Pihak keraton akan menyiapkan hasil bumi yang dibuat berupa gunungan dan tersesun melingkar. Nantinya, masyarakat yang hadir akan berebut hasil bumi tersebut.

Masyarakat percaya, jika mereka mendapatkan hasil bumi akan terbebas dari segala macam bencana dan malapetaka.

Menurut laporan Kompas, sampai saat ini, tradisi tersebut masih dilestarikan oleh Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. 

2. Berbut koin di Kediri