Ekonomi

5 Tips Memulai Bisnis Barang Antik, Mau Coba?

5 Tips Memulai Bisnis Barang Antik, Mau Coba?
Ilustrasi barang antik (rarest.org)

AKURAT.CO, Bisnis barang antik biasanya bermula dari hobi mengoleksi. Bisnis ini juga menjadi ide usaha yang cukup menjanjikan.

Daya tarik barang antik adalah benda-benda tersebut tak lagi diproduksi sehingga sulit didapatkan. Banyak orang yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi mengoleksi barang kuno yang memiliki nilai seni atau budaya tertentu.

Itulah sebabnya, harga barang antik sangat mahal. Dan harganya akan selalu naik terus di masa yang akan datang. Tak heran, barang antik menjadi peluang bisnis menjanjikan. Contoh barang antik yang bisa dijual, antara lain barang seni, furnitur, uang jadul, perabot rumah tangga, kamera kuno, dan sebagainya.

baca juga:

Produk yang sulit didapatkan namun dapat meraup banyak keuntungan itulah usaha barang antik. Sebelum memulai bisnis barang antik  ini beberapa cara dapat Anda lakukan agar bisnis yang dijalankan laris peminat dan tentunya menguntungkan bagi Anda. 

1. Siapkan modal yang cukup

Mengingat harga barang-barang antik tidak murah, penting untuk menyiapkan modal yang cukup sebelum memulai bisnis. Tujuannya agar bisnis tidak terhambat di tengah jalan, sementara penggemar barang antik cukup banyak. Calon pembeli mungkin saja meminta kamu mencarikan satu barang antik yang belum kamu jual.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, kamu mesti mencari dan membayar barang antik yang sudah kamu dapatkan untuk pembeli tersebut. Selain itu, amati bagaimana kondisi pasar barang antik dalam beberapa tahun terakhir.

Apa yang paling digemari oleh pembeli. Jika ternyata harga barang tersebut masih dalam kategori tidak terlalu mahal, sebaiknya buat stok barang. Semakin banyak barang yang dibeli, biasanya semakin murah harganya.

Ini adalah salah satu trik untuk memaksimalkan keuntungan. Selain itu, tenaga dan waktu juga dapat dihemat karena pembelian dilakukan sekaligus.

2. Pasang target pasar yang tepat

Penggemar barang antik tidak hanya anak muda, tetapi juga orang tua semakin banyak yang ikutan mengoleksi. Sebaiknya lebih spesifik membidik target pasar guna mengurangi pembelian yang mubazir. Sebab selera anak muda dan orang tua pasti berbeda.