Lifestyle

5 Tanda Mageran yang Wajib Diwaspadai, Yuk Olahraga!

Menggerakkan tubuh atau olahraga adalah cara terbaik untuk menjaga tubuh dan pikiran tetap sehat. Ini tanda yang muncul jika kamu sudah terlalu mager


5 Tanda Mageran yang Wajib Diwaspadai, Yuk Olahraga!
Ilustrasi - Tanda mageran yang wajib diwaspadai (UNSPLASH)

AKURAT.CO, Menggerakkan tubuh adalah cara terbaik untuk menjaga tubuh dan pikiran tetap sehat. Akan tetapi, kamu sering kali terlalu malas untuk bergerak, atau yang lebih populer disebut mager. Dengan semua gadget modern kini, kamu lebih suka bersantai di sofa, tidak berolahraga atau melakukan aktivitas apapun. Kamu bahkan memilih untuk memesan makanan secara online.

Jika kondisi ini terus terjadi dalam jangka panjang, tubuh akan memberi kamu sejumlah tanda. Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa tanda bahwa tubuhmu kurang bergerak, dilansir dari berbagai sumber, Sabtu, (23/10/2021): 

Sembelit

Olahraga penting untuk buang air besar secara teratur. Menurut Harvard Medical School, saat kamu bergerak lebih banyak atau berolahraga, usus besar akan merespons rangsangan tersebut sehingga lebih mudah untuk buang air besar sesuai jadwal.

Tonus otot yang sehat di perut dan diafragma juga merupakan kunci untuk membuang limbah melalui saluran pencernaan. Olahraga yang konsisten dapat membantu kamu tetap teratur untuk buang air, terutama seiring bertambahnya usia. Peregangan sederhana selama 5 menit beberapa kali sehari dapat mencegah sembelit.

Sendi kaku

Sendi yang pegal dan sulit digerakkan terkadang bisa menjadi tanda kondisi peradangan seperti radang sendi atau penyakit autoimun. Tetapi, persendian juga bisa menjadi kaku jika kamu tidak menggunakannya dengan cukup. Menggerakkan tubuh akan membuat sendi bergerak sehingga tidak kaku, dan sakit saat digerakkan.

Berolahraga dapat meringankan gejala radang sendi dan osteoartritis, terutama latihan aerobik. Dengan berolahraga secara teratur, otot juga menjadi lebih kuat dan lebih fleksibel.

Sulit berkonsentrasi dan pelupa

Jika mendapati diri melamun selama rapat Zoom atau kelas online, maka ingat kembali tentang jumlah aktivitas fisik yang telah kamu lakukan. Kurang bergerak secara konsisten bisa menjadi alasan di balik kehilangan fokus yang kamu alami.

Olahraga akan meningkatkan produksi pembuluh darah di otak. Semakin banyak darah yang sampai ke otak, semakin baik kemampuan berpikir, mengingat, dan membuat keputusan. Jadi, lakukan olahraga setiap hari, minimal selama setengah jam. Itu akan membantu mengatasi kelupaan dan mengembalikan fokus kamu. 

Moody dan cemas

Kurangnya gerak tidak hanya memengaruhi fisik, tapi juga psikologis. Hal ini dapat meningkatkan perasaan cemas dan depresi.

Aktivitas fisik, seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau berlari, bisa menghasilkan endorfin dan meningkatkan dan menstabilkan suasana hati, menurut Anxiety and Depression Association of America. Itulah sebabnya banyak psikolog menyarankan olahraga untuk pasien dengan gangguan kecemasan. 

Sering lapar

Banyak orang berpikir bahwa olahraga akan membuat sering lapar, tetapi biasanya yang terjadi adalah sebaliknya. Aktivitas fisik memerangi keinginan mengidam gula dengan sempurna. Ini meningkatkan energi dan melepaskan endorfin, yang mendorong kebahagiaan. Hormon bahagia, pada gilirannya, mengurangi keinginan mengidam gula secara signifikan. 

Yuk, jangan mageran lagi![]