News

5 Pertarungan Perusahaan Raksasa dengan Pemerintah Dunia Paling Sengit Sepanjang Masa

Perseteruan sengit antara perusahaan raksasa dengan pemerintah negara dunia


5 Pertarungan Perusahaan Raksasa dengan Pemerintah Dunia Paling Sengit Sepanjang Masa
Perseteruan sengit antara perusahaan raksasa dengan pemerintah negara dunia

AKURAT.CO, Kekuasaan sebuah perusahaan bisa menjadi begitu besar karena kemampuannya dalam memberikan kebutuhan bagi para konsumennya. Bahkan tak jarang, kekuasaan tersebut harus bersinggungan dengan sejumlah pemerintahan negara. Beberapa di antaranya pun memberikan dampak yang begitu besar bagi kedua belah pihak.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan pertarungan perusahaan raksasa dengan pemerintahan dunia paling sengit sepanjang masa.

1. Australia vs Facebook

baca juga:

 lovemoney.com

Pada 2018 lalu, pemerintah Australia menemukan bahwa Google dan Facebook memiliki kekuasaan yang terlalu dominan di dunia media Australia. Hasilnya, pemerintah mengajukan peraturan bagi para perusahaan raksasa tersebut untuk membayar berbagai konten yang telah diproduksi oleh berbagai perusahaan media. Menanggapi hal tersebut, Google memutuskan untuk membayar konten dari News Corp, sedangkan Facebook sempat memblok segala kegiatan penggunanya terkait konten berita, termasuk melihat hingga membagikannya.

2. Amerika Serikat vs Huawei

 lovemoney.com

Dituduh berbagai teknologinya digunakan sebagai alat mata-mata, pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk melarang peredaran segala teknologi Huawei di negaranya sejak tahun 2018 lalu. Meski kini pemerintahan telah berganti, pelarangan tersebut masih terus dilakukan, bahkan sejumlah perusahaan AS juga dilarang menjual teknologinya kepada Huawei. Menanggapi hal ini, Huawei pun sedang dalam upaya mencari alternatif lain demi mengganti bahan bakunya dari AS.

3. Prancis vs Google

 lovemoney.com

Google dituduh tidak bisa mematuhi peraturan yang telah dikeluarkan oleh Uni Eropa terkait proteksi data, General Data Protection Regulations (GDPR) karena tidak bisa memberikan transparansi dari bagaimana data para penggunanya dikumpulkan. Melalui pihak regulator data, pemerintah Prancis memutuskan untuk memberikan denda kepada perusahaan teknologi raksasa tersebut sebesar USD 60,3 juta atau sekitar Rp859,34 miliar. Sempat menentang dengan mengajukan banding, Google akhirnya setuju untuk membayar denda tersebut.

4. Amerika Serikat vs Facebook

Tomyzul Habib

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first