Lifestyle

5 Perbedaan Pola Asuh Ayah Milenial dengan Generasi Sebelumnya

Pola asuh ayah zaman dulu dengan ayah milenial sangat berbeda


5 Perbedaan Pola Asuh Ayah Milenial dengan Generasi Sebelumnya
Selamat Hari Ayah Sedunia

AKURAT.CO, Kamu pasti sering mendengar kata milenial, kan? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), milenial adalah orang atau generasi yang lahir pada tahun 1980-an dan 1990-an. Artinya, saat ini sudah banyak generasi melenial yang sudah menjadi orangtua. 

Bicara soal pola asuh, orangtua milenial, khususnya ayah memiliki cara yang berbeda dengan ayahnya dulu. Dibandingkan ayahnya dulu, ayah milenial jauh lebih progresif, dan mau memahami anak-anak mereka dengan cara yang lebih baik. 

Berikut AKURAT.CO uraikan lima hal yang dilakukan oleh ayah milenial, tapi tak dilakukan oleh ayah mereka, menurut Dr. Santosh Kumar K, Konsultan Neonatologis dan Dokter Anak, Motherhood Hospitals, Banashankari, Bangalore:

Membangun ikatan

Satu hal yang dilakukan ayah milenial, tapi jarang dilakukan oleh ayah zaman dulu adalah menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama keluarga. Ayah milenial lebih berusaha untuk selalu terhubung dan dekat dengan keluarganya, melalui berbagai kegiatan seperti menonton film bersama, bermain papan permainan, memasak bersama, pergi jalan-jalan atau olahraga, dan masih banyak lagi.

Punya cuti 'orangtua'

Awalnya cuti 'orangtua' ini hanya dikenal sebagai 'cuti ibu'. Namun, sekarang dengan perubahan zaman, para ayah juga mengambil tanggung jawab untuk menjadi pengasuh anak mereka. Sekarang tidak hanya para ibu yang boleh mengambil  cuti untuk mengasuh anak dari pekerjaan mereka tetapi juga para ayah.

Lebih pengertian

Para ayah milenial berusaha lebih terbuka dan pengertian dengan anak-anak mereka. Mereka menyadari bahwa masa remaja tidaklah mudah. Ya, para ayah milenial memahami bahwa anak-anak mereka juga mengalami banyak tekanan dan stres dari sekolah dan persaingan yang berlebihan, seperti mereka dulu. 

Mengikuti perkembangan zaman

Para ayah berusaha untuk menerima kenyataan bahwa anak-anak mereka mungkin memiliki sudah pacar. Di zaman mereka, para ayah biasanya sangat ketat tentang hal asmara. Namun, para ayah milenial memahami hal tersebut. Alih-alih melarang, ayah milenial memilih untuk bertemu dengan pacar anaknya. 

Mencoba belajar dari anak

Di masa lalu, ayah dikenal sebagai figur otoritas dan pencari nafkah keluarga, tidak banyak 'menerima bantuan/gagasan dari anak-anak mereka'. Namun, saat ini para ayah secara terbuka mendengarkan anak-anak mereka dan terbuka untuk menerimal ide atau masukan dari anak-anak mereka.