News

5 Negara Ini Blokir WhatsApp hingga Google, Akankah Indonesia Menyusul?

5 Negara Ini Blokir WhatsApp hingga Google, Akankah Indonesia Menyusul?
Ilustrasi media sosial. (Unsplash)

AKURAT.CO Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menarik perhatian warganet. Kali ini, Kominfo dikabarkan akan segera menerapkan peraturan kontroversial. Kementerian yang dipimpin oleh Johnny G. Plate ini akan memblokir sejumlah perusahaan teknologi di Indonesia seperti WhatsApp, Facebook, Google, hingga Twitter.

Pasalnya, platform 'sejuta umat' itu belum melakukan pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk pengawasan. Kominfo pun memberikan tenggat waktu hingga 20 Juli 2022 untuk pendaftaran. Jika hingga tenggat waktu tersebut PSE tidak juga melakukan pendaftaran, sesuai dengan ketentuan, maka sejumlah PSE tersebut akan diblokir di Indonesia. Google, Facebook, Netflix, hingga YouTube bisa saja tidak akan bisa beroperasi di Indonesia.

Pemblokiran platform sejuta umat itu rupanya telah dilakukan sejumlah negara lainnya. Namun, alasan utamanya kebanyakan adalah untuk menegakkan stabilitas politik negara.

baca juga:

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 negara yang memblokir berbagai platform besar, seperti WhatsApp hingga Instagram.

1. China

5 Negara Ini Blokir WhatsApp hingga Instagram, Akankah Indonesia Menyusul - Foto 1
REUTERS

Negeri Tirai Bambu telah memblokir layanan Facebook, Twitter, dan Google sejak Juli 2009. Tujuannya untuk memutus komunikasi di kalangan aktivis menyusul kerusuhan di Xinjiang. WhatsApp dan Instagram juga diblokir.

Sebagai alternatif aplikasi perpesanan, warga China menggunakan WeChat. Namun, pihak aplikasi wajib membagikan data pengguna pada negara. WeChat pun memiliki monopoli atas data pengguna, termasuk aplikasi mini untuk membayar tagihan, membuat janji dengan dokter, dan mengajukan laporan polisi. Pada 2017, WeChat meluncurkan rencana kartu ID virtual yang akan diakui oleh negara.

Uniknya, aplikasi TikTok juga tak tersedia di China, meski pengembangnya adalah perusahaan China bernama Bytedance. Sebagai gantinya, warganet menggunakan aplikasi kembarannya, Douyin, yang juga dikembangkan oleh Bytedance. Ada juga aplikasi Sina Weibo sebagai pengganti Twitter, sedangkan Baidu digunakan sebagai mesin pencari pengganti Google.

2. Korea Utara

5 Negara Ini Blokir WhatsApp hingga Instagram, Akankah Indonesia Menyusul - Foto 2
ABC News

Negeri Kim Jong-un ini resmi memblokir Facebook dan Twitter pada 2016. Siapa pun yang mencoba mengaksesnya dengan cara yang 'tak pantas' atau mendistribusikan 'data antirepublik' akan dihukum.

Meski begitu, sebelum ada larangan, hanya segelintir warga Korea Utara yang dapat mengakses internet ke seluruh dunia. Hampir semuanya dibatasi pada intranet yang dikendalikan pemerintah. Pemblokiran resmi pun hanya berpengaruh pada warga negara asing untuk mengunggah informasi dari Korea Utara ke dunia yang lebih luas.

3. Iran

5 Negara Ini Blokir WhatsApp hingga Instagram, Akankah Indonesia Menyusul - Foto 3
REUTERS Institute

Meski tak memblokir WhatsApp, banyak aplikasi sejuta umat dilarang di negara tersebut. Facebook dan Twitter telah dilarang di Iran sejak 2009 di tengah sengketa Pemilu dan protes massa. Sejumlah warganet mencoba mengakalinya dengan VPN. Namun, muncul usulan UU yang dapat mengkriminalisasi VPN, mewajibkan identitas untuk mengakses internet, dan memberi kendali atas laman pada badan keamanan. 

Pada 2020, Iran mengumumkan sedang bekerja sama dengan China untuk membuat internet nasional Iran, serupa dengan kontrol 'Great Firewall' China.

Sejumlah platform besar yang diblokir Iran meliputi Telegram, Twitter, Facebook, dan YouTube. Hanya WhatsApp dan Instagram yang masih menjadi platform media sosial asing tersisa yang tak diblokir negara itu.

4. Turkmenistan

5 Negara Ini Blokir WhatsApp hingga Instagram, Akankah Indonesia Menyusul - Foto 4
TASS

Internet diizinkan diakses perseorangan mulai tahun 2008. Sejak itu aksesnya meningkat. Namun, internet diatur ketat dan hanya tersedia untuk segelintir kalangan.

Laman yang dijalankan oleh organisasi HAM dan kantor berita diblokir. Selain itu, warga biasa tak bisa mengakses World Wide Web dan terbatas pada penggunaan 'Turkmenet', komunitas daring dalam bahasa Turkmenistan atau versi Internet yang disensor.

Platform sejuta umat seperti Facebook, YouTube, dan Twitter tak dapat diakses melalui Turkmenet. Upaya menghindari penyensoran ini pun dapat mendatangkan konsekuensi serius.

Meski begitu, tersedia media sosial Rusia 'Odnoklassniki' dan sistem 'Mail Agent Chatting'. Ada juga media sosial lokal Turkemnistan 'E-Dostluk' yang sudah dapat diakses saat ini.

5. Uganda

5 Negara Ini Blokir WhatsApp hingga Instagram, Akankah Indonesia Menyusul - Foto 5
AFP

Media sosial biasa diblokir di Uganda pada musim Pemilu. Memerintah negara sejak 1986, Yoweri Museveni menyebut Facebook arogan setelah platform ini memutuskan untuk menghapus akun yang terkait dengan Gerakan Perlawanan Nasional (NRM) beberapa hari menjelang Pemilu.

Selain itu, pemerintah mencoba mengenakan pajak pada warga yang menggunakan aplikasi media sosial (termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp) untuk mengurangi 'gosip online'. Warga dikenakan biaya 200 shilling (Rp790) per hari jika ingin mengakses 60 aplikasi ponsel.

Pajak ini gagal karena menuai tentangan yang sangat besar. Namun, negara tak tinggal diam dan mengenakan pajak akses internet sebesar 30 persen.

Setelah dikonfirmasi, pihak Google telah melakukan upaya untuk mematuhi peraturan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia tersebut. Namun, respons yang berbeda ditunjukkan oleh PSE lain. Perusahaan raksasa Meta (WhatsApp, Facebook, Instagram) belum memberikan keterangan dan informasi terkait pendaftaran PSE.[]