News

5 Negara dengan Lonjakan COVID-19 Terparah Baru-baru Ini, Ada Tetangga Indonesia

Tak hanya menghancurkan India, ancaman krisis COVID-19 juga mengintai berbagai negara lainnya, termasuk kawasan Asia Tenggara.


5 Negara dengan Lonjakan COVID-19 Terparah Baru-baru Ini, Ada Tetangga Indonesia
Lonjakan kasus COVID-19 di India telah menyebabkan rumah sakit kewalahan menangani pasien.

AKURAT.CO, Setelah setahun berlalu, pandemi COVID-19 di seluruh dunia rupanya belum berakhir. Banyak negara kini berlomba-lomba menggiatkan vaksinasi untuk mengakhiri peperangan ini. Namun, di tengah gencarnya vaksinasi, muncul berbagai varian baru yang kemudian menyebabkan angka kasus COVID-19 meroket di sejumlah negara.

Lonjakan ini telah dialami sejumlah negara, misalnya India yang menggegerkan dunia beberapa hari terakhir. Namun, ancaman krisis COVID-19 ternyata juga mengintai negara lainnya, termasuk Asia Tenggara.

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 negara yang mengalami lonjakan COVID-19 terparah baru-baru ini.

1. India

Associated Press

Negeri Taj Mahal telah menggegerkan dunia lantaran laju pertambahan kasus COVID-19 hariannya terus memecahkan rekor sejak akhir April. Jumlahnya pun terus berada di atas 350 ribu. Bahkan, angkanya menembus 400 ribu dalam sehari pada Jumat (30/4). Berdasarkan data Worldometer, angka infeksi hariannya melonjak hingga 15 persen dalam seminggu terakhir.

Tak hanya itu, angka kematiannya bahkan bertambah hingga 41 persen dalam seminggu terakhir. Total jumlah pasien COVID-19 yang meninggal di India mencapai 222.408 jiwa.

Tak heran, situasi ini membuat rumah sakit, kamar mayat, dan krematorium kewalahan. Berbagai negara pun turun tangan dengan mengirimkan bantuan untuk melawan gelombang kedua virus corona di sana. Sementara itu, banyak negara memutuskan menutup pintu perbatasan bagi kedatangan dari India demi mencegah penyebaran infeksi virus corona.

2. Nepal

Associated Press

Bertetangga dengan India, Nepal juga mengalami lonjakan hebat kasus COVID-19. Tak tanggung-tanggung, angka infeksi hariannya meroket 126 persen pekan ini. Kasusnya bertambah 17.661 pada pekan lalu. Angka ini lantas naik 2 kali lipat lebih pekan ini hingga 39.857 pada pekan ini. Total kasus COVID-19 di Nepal hingga hari ini mencapai 343.418.

Kementerian Kesehatan Nepal pun pada Jumat (30/4) memperingatkan kalau ranjang rumah sakit mulai habis di tengah lonjakan infeksi. Hampir 40 persen orang yang dites hasilnya positif. Tak ayal, pemerintah memberlakukan lockdown atau penguncian sebagian di hampir setengah dari 77 distrik di Nepal.

3. Malaysia

Malay Mail

COVID-19 juga memburuk di negara tetangga Indonesia ini. Pada Minggu (2/5), kasus infeksi baru hariannya dilaporkan mencapai 3.418. Tak ayal, sejumlah ahli memperingatkan ancaman gelombang keempat pandemi COVID-19 karena jumlah pertambahan kasus hariannya hampir menembus angka 4 ribu.

Sementara itu, jumlah pasien kritis telah meningkat 62 persen hanya dalam 2 pekan. Tak heran, ICU di kebanyakan rumah sakit besar kewalahan. Di enam rumah sakit Lembah Klang, lebih dari 70 persen ranjang ICU sudah ditempati.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah pun mengunggah video 45 detik di Twitter yang menunjukkan sebagian besar ranjang di ICU Rumah Sakit Sungai Buloh telah terisi. Ia juga mengunggah foto pasien COVID-19 yang kritis terpaksa ditempatkan di bangsal umum lantaran ICU sudah kewalahan.

4. Kosta Rika

The Brazilian Report

Tak hanya di Asia, krisis COVID-19 juga menular hingga ke Kosta Rika di Amerika Tengah. Berdasarkan data Worldometer, angka infeksi hariannya melonjak 48 persen dalam seminggu terakhir. Jumlah infeksinya bertambah 15.436 kasus pada pekan ini. Padahal, seminggu sebelumnya, angka kasus COVID-19 hanya bertambah 10.403 dalam 7 hari. Total kasus COVID-19 di Kosta Rika pun mencapai 256.676 kasus hingga hari ini.

Tak hanya itu, angka kematiannya terkait COVID-19 melonjak 77 persen. Hingga hari ini, dilaporkan 3.290 pasien meninggal akibat virus corona.

5. Sri Lanka

Xinhua

Berbatasan laut dengan India, Sri Lanka juga terancam krisis COVID-19 dengan lonjakan kasus harian hingga 114 persen dalam sepekan terakhir. Pekan lalu, angka infeksi hariannya selama 7 hari mencapai 5.271. Namun, jumlah kasus baru tersebut melonjak dua kali lipat lebih pada pekan ini di angka 11.300 kasus. Tak ayal, otoritas memberlakukan pembatasan lebih lanjut pada pergerakan dan aktivitas di sejumlah negara bagian.

"Kami terancam menghadapi krisis seperti India dalam waktu dekat, kecuali kami menghentikan tren infeksi saat ini," kata kepala ahli epidemiologi Sudath Samaraweera.

Data di atas menunjukkan kalau dunia belum sepenuhnya aman dari virus corona. Meski program vaksinasi telah berjalan, negara belum dapat keluar dari pandemi jika kekebalan kawanan belum tercapai. Untuk itu, protokol kesehatan seperti masker, menjaga jarak sosial, dan menghindari kerumunan tetap harus dipatuhi. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu