News

5 Langkah Diet Syar’i, Pola Makan ala Rasulullah untuk Kesehatan Tubuh yang Optimal


5 Langkah Diet Syar’i, Pola Makan ala Rasulullah untuk Kesehatan Tubuh yang Optimal
Ilustrasi pola makan yang sehat (Pixabay/THE 5TH )

AKURAT.CO, Bagi beberapa orang, diet adalah sesuatu yang penting. Dalam kondisi tertentu seseorang diharuskan untuk melakukan diet, bisa karena penyakit tertentu, untuk menurunkan berat badan, atau pun untuk menjaga kesehatan tubuh. Diet adalah sebuah metode yang mengatur asupan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, untuk mencapai atau menjaga berat badan yang terkontrol.

Saat ini sudah ada banyak sekali jenis diet berdasarkan tujuannya, ada diet ketofastosis, Atkins diet, diet mayo, Rawfood diet, dan masih banyak lagi.

Namun, bagi yang melakukan diet untuk menjaga kesehatan dan kebugaram tubuh, Rasulullah dapat menjadi kiblatnya. Jika dilihat kembali, Rasulullah memang jarang sekali sakit. Ia senantiasa menjaga pola hidup yang sehat, seperti pola makan, pola tidur, olahraga yang rutin, dan sebagainya.

Sumber penyakit yang paling banyak terdapat pada makanan yang kita makan. Oleh karenanya, kita harus senantiasa menjaga pola makan yang sehat. Tak heran juga, Rasulullah menaruh perhatian lebih dalam masalah ini, bahwa makanan dan minuman harus halal dan thoyib. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 168,

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena syaitan musuh nyata bagimu.

Lantas, bagaimana pola makan Rasulullah?

1. Tidak makan berlebih

Rasulullah mengimbau kepada umatnya untuk tidak makan berlebih sebab dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Berdasarkan kajian tasawuf, sumber malapetaka yang menimpa manusia itu disebabkan oleh kerakusan terhadap dunia adalah perut dan kelamin. Jika perut sedang dalam keadaan terisi penuh dengan makanan, maka ilmu tidak akan masuk.

2. Makan makanan yang mengandung nabati lebih banyak

Rasulullah sering makan yang mengandung nabati, meski demikian, ia sesekali juga memakan daging. Ia menyukai daging yang mudah dicerna, yaitu daging bagian lengan. Selain itu, Rasulullah juga sangat menyukai buah labu.

3. Menu makan harian

Menu sarapan Rasulullah setiap paginya adalah segelas air yang dicampur dengan madu. Selain itu, ia juga memakan tujuh butir kurma matang.

Menjelang sore, biasanya Rasulullah mengonsumsi Khol atau cuka yang diberi kurma. Ia juga mengonsumsi minyak zaitun bersamaan dengan makanan pokok, seperti gandum. Manfaat makanan tersebut adalah dapat memperkuat tulang, kepikunan, melancarkan sembelit, mengontrol kadar kolesterol, dan melancarkan pencernaan.

Saat malam tiba, Rasulullah memakan sayur-sayuran.

4. Tidak tidur setelah makan

Setelah makan malam selesai, Rasulullah tidak langsung tidur. Ia akan beraktivitas dulu supaya makanan yang dikonsumsinya masuk lambung dengan cepat dan segera dicerna oleh metabolisme tubuh. Ia akan melakukan salat atau zikir sebelum tidur.

5. Pengelolaan hati

Tak hanya pola makan yang harus dijaga, tapi juga pengelolaan hati. Pengelolaan hati ini melingkupi tidak mudah marah, tidak mudah stres, positive thingking atau selalu berprasangka yang baik, menjaga kebersihan badan dan lingkungan, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebutlah yang diajarkan Rasulullah supaya dapat menempuh pola hidup yang islami.[]