News

5 Kontroversi Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Izinkan Warga Hajatan hingga Sebut Menteri Luhut Penjahit

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK, Budhi Sarwono beberapa kali menjadi perbincangan publik


5 Kontroversi Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Izinkan Warga Hajatan hingga Sebut Menteri Luhut Penjahit
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. (Banjarnegarakab.go.id)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, sebagai tersangka tindak pidana korupsi. 

Budhi diduga terlibat kasus korupsi dalam pengadaan barang dan jasa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pada tahun anggaran 2017-2018.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK, Budhi Sarwono beberapa kali menjadi perbincangan publik. Sosoknya yang dikenal kontroversial pun kerap menuai kritikan. 

Berikut beberapa kontroversi yang pernah dilakukan Budhi Sarwono, dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber.

1. Izinkan warganya berkerumunan di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)

Pada bulan Juni 2021 lalu, Budhi Sarwono sempat menjadi sorotan setelah ia memperbolehkan warganya menggelar hajatan dan acara lainnya seperti pengajian dan kegiatan keolahragaan di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Saat itu, video orasi Budhi di tengah masyarakat pun viral di media sosial. Bahkan, tidak hanya mengizinkan warganya berkerumun, Budhi juga meminta warganya melapor kepada dirinya jika ada anggota yang membubarkan kegiatan warganya.

2. Sebut Luhut dengan Menteri Penjahit

Belum lama ini, pada akhir Agustus lalu, Budhi kembali menjadi sorotan. Hal tersebut bermula saat ia menjelaskan kondisi Banjarnegara di tengah pandemi. 

Saat itu, ia menyebut kasus Covid-19 di Banjarnegara berhasil turun drastis, setelah pihaknya menindaklanjuti perintah Presiden yang diturunkan kepada Luhut Binsar Pandjaitan.

Namun, bukannya menyebut nama Luhut Binsar Pandjaitan, Budhi justru menyebutnya dengan menteri penjahit. Sontak, pernyataan Budhi pun menuai beragam kecaman karena dianggap merendahkan marga Pandjaitan.