News

5 Kisah Tragis Orang yang Suka Menimbun Barang, Tewas di Rumah dalam Tumpukan Sampah

Kebiasaan suka menimbun barang ini berhubungan dengan kesehatan mental


5 Kisah Tragis Orang yang Suka Menimbun Barang, Tewas di Rumah dalam Tumpukan Sampah
Hoarding disorder dikategorikan sebagai gangguan mental, di mana penderitanya gemar menimbun barang meski sudah tidak dibutuhkan (Listverse)

AKURAT.CO, 'Hoarding disorder' merupakan perilaku gemar menimbun barang-barang yang sebenarnya sudah tidak dibutuhkan lagi. Juga dianggap sebagai masalah gangguan mental, penderita hoarding disorder umumnya enggan menyingkirkan benda-benda tersebut, yang biasanya ditumpuk sembarangan. 

Para 'hoarder' cenderung akan merasa cemas, tak aman jika benda-benda bekas yang menumpuk di rumahnya, dibuang atau diberikan ke orang lain. Masalah yang kemudian muncul adalah barang-barang yang ditumpuk menjadi mempersempit ruang gerak, hingga memicu lingkungan tak sehat.

Dalam beberapa kasus, penderitanya benar-benar 'tertawan' oleh barang-barang mereka, hingga meninggal dalam tumpukan sampah, tanpa diketahui orang. Sebut saja, kisah terkenal Collyer Bersaudara, yang meninggal di tengah 140 ton lebih tumpukan barang yang dikumpulkan selama beberapa dekade. Selain Collyer Bersaudara, beberapa orang ini juga bernasib hampir sama, yang berjuang dengan masalah mental hinggga saat-saat terakhir akhirnya ditelan oleh timbunan barang.

baca juga:

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Rabu (6/7) menghimpun 5 kisah penderita hoarding disorder yang tewas dengan tumpukan sampah di rumahnya sendiri.

1. Kisah Sally Honeycheck, yang jenazahnya sampai dimakan anjing sendiri

5 Kisah Tragis Orang yang Suka Menimbun Barang, Tewas di Rumah dalam Tumpukan Sampah - Foto 1
 ERIC SEALS, DETROIT FREE PRESS

Tidak ada yang tahu jika Sally Honeycheck, adalah seorang penimbun berat, sampai semuanya sudah terlambat. Wanita 80 tahun dari Detroit, AS, itu terlanjur ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa, dalam tumpukan barang, dengan jasad digerogoti tikus dan anjingnya sendiri. 

Saat ditemukan pada akhir 2018, mayat Sally sudah membengkak, tergeletak di atas kursi. Tubuhnya saat itu, sudah tidak memiliki mata, hidung, atau mulut. Hanya rambut di tengkorak, dan tulang mencuat dari balik sweter merah dan celana kotak-kotak. Di Hari Thanksgiving itu, jenazah Sally dikelilingi oleh kotoran manusia, kotoran tikus, sampah, dan tumpukan barang yang kacau balau.

5 Kisah Tragis Orang yang Suka Menimbun Barang, Tewas di Rumah dalam Tumpukan Sampah - Foto 2
 ELAINE TWOREK

Kisah Sally berawal ketika ia tinggal dengan saudaranya, Lorraine, di rumah yang dibeli orang tuanya pada tahun 1951. Sally dan Lorraine pun tampak sangat normal, dengan halaman yang dirawat, dan selalu terlihat rapi jika keluar rumah. 

Namun, di balik itu, keduanya ternyata telah menghabiskan tujuh dekade terakhir mengumpulkan berbagai barang, seperti pakaian, perhiasan, make-up, hingga memorabilia bisbol. Karena perilaku menimbunan itu, rumah tersebut menjadi lembab, dengan jamur tumbuh dari dinding yang pudar, dan lantai yang meleyot.