Ekonomi

5 Kiat Memulai Bisnis Hidroponik dari Rumah

Berikut ini berbagai kiat ampuh yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis hidroponik ini.


5 Kiat Memulai Bisnis Hidroponik dari Rumah
Tanaman sayuran hidroponik di kebun Forever Green Farm di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2020). Bisnis sayuran hidroponik Forever Green Farm milik Michael James Kopot (25) ini terbilang baru. Namun, di kala masa pandemi saat ini, momennya sangat menguntungkan, karena naiknya permintaan warga akan bahan sayuran ketika pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Keunggulan sistem pesan antar menjadi daya tarik konsumen, ketika masyarakat tidak ingin keluar rumah. Sayuran (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Tanah sempit kini bukan lagi menjadi penghalang untuk memulai bercocok tanam. Bahkan, meski dengan lahan yang terbatas pun, bercocok tanam dapat mendatangkan profit yang tidak sedikit. Salah satu metode tanamnya adalah dengan hidroponik. Tak hanya dapat dikembangkan dengan lahan terbatas, bisnis jenis hidroponik ini dapat dilakukan dengan lokasi yang berada di dalam ruangan.

Bahkan, tanaman dengan metode ini memiliki nutrisi yang lebih kaya. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini berbagai kiat ampuh yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis hidroponik ini.

1. Ikuti berbagai forum

baca juga:

Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, kamu bisa menambah pengetahuan tentang budi daya tanaman hidroponik dengan relatif mudah. Ada banyak wawasan bahkan disertai berbagai cara pengembangannya dengan deskripsi yang sangat jelas di berbagai media sosial.

Tak hanya itu, kamu juga bisa mengikuti berbagai forum atau grup untuk mengenal lebih mendalam tentang bisnis tanaman hidroponik.

2. Kenali jenis tanaman

Tidak semua jenis sayuran bisa berkembang dengan metode hidroponik. Pilih tanaman yang benar-benar menjadi kebutuhan pasar yang kamu tuju. Beberapa tanaman yang bisa kamu manfaatkan adalah selada, sawi, timun, tomat, hingga cabai.

Dengan menentukan jenis tanaman terlebih dahulu, kamu akan lebih mudah untuk memulai penyusunan rencana bisnis.

3. Susun perencanaan

Kebutuhan bisnis hidroponik tidaklah banyak. Bahkan, kamu bisa memulai dengan berbagai barang second atau yang sudah tidak dipakai mulai dari pipa bekas atau talang bekas.

Untuk tempatnya, sediakan ruang secukupnya yang memiliki asupan sinar matahari yang cukup. Akan lebih bagus jika kamu memiliki satu ruangan yang beratapkan kaca. Setelah itu, susun dan sesuaikan dengan modal awal.

4. Catat segala pengeluaran dan pemasukan

Ini adalah langkah penting yang sering kali tidak mendapat banyak perhatian dari pebisnis pemula. Catat segala pengeluaran yang telah dilakukan. Setelah itu, setiap kali ada transaksi, catat segala pemasukannya meski dalam bentuk yang sederhana.

Usahakan untuk mencatat hingga angka terkecil karena pembulatan bisa membuat penghitungan meleset sehingga berdampak pada alur keuangan bisnis.

5. Pasarkan dengan tepat

Karena kebanyakan pebisnis hidroponik tinggal di perkotaan, maka cakupan pasar bisnis hidroponik akan semakin luas dan mendatangkan profit lebih banyak dengan cara memasarkannya secara digital. Media sosial hingga e-commerce bisa menjadi pilihan yang tepat. Tak hanya itu, jika kamu berada di daerah pinggir kota atau pedesaan, pasarkan ke tetangga hingga pasar terdekat.

Bisnis ini juga menjadi salah satu cara untuk mendukung imbauan pemerintah untuk di rumah aja yang hingga kini masih terus dilaksanakan. Dengan berkegiatan di rumah, kamu juga tetap bisa mendapatkan tambahan pendapatan. []