Lifestyle

5 Kemungkinan Penyebab Ray Liotta Meninggal Dalam Tidur

Berikut lima penyebab seseorang bisa meninggal saat tidur, yang mungkin dialami Liotta


5 Kemungkinan Penyebab Ray Liotta Meninggal Dalam Tidur
Potret Aktor Hollywood Kawakan Ray Liotta (Instagram/rayliotta)

AKURAT.CO  Aktor Amerika Serikat Ray Liotta yang membintangi film kriminal blockbuster Goodfellas (1990) meninggal dalam tidurnya di usia 67 tahun. 

Dia meninggal pada Kamis (26/5/2022) waktu setempat di Republik Dominika.

Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh Direktorat Jenderal Sinema Republik Dominika kepada Reuters.

baca juga:

Liotta meninggal di tempat tidur di sebuah kamar hotel tempat dia menginap bersama tunangannya, Jacy Nittolo, saat syuting Dangerous Waters. Demikian disampaikan humasnya, Jennifer Allen.

Penyebab kematian Liotta belum ditentukan, kata Dirjen Sinema Republik Dominika. 

Menurut laporan media, tim layanan darurat telah memasuki hotel. Jenazahnya dipindahkan ke lembaga forensik Santo Domingo.

Saat sedang tertidur, seseorang bisa meninggal dunia karena berbagai penyebab.

Kematian mendadak saat tertidur tersebut jamak, membuat syok sekaligus menyisakan kesedihan bagi orang di sekitarnya.

Dari beberapa kejadian, sebelum orang meninggal saat tidur, kondisi mereka baik-baik saja atau tidak menunjukkan gejala sakit.

Namun, di balik kondisi tersebut, biasanya biasanya ada gejala penyakit tertentu, yang dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur.

Dilansir dari laman Mayo Clinic dan Medical News Today, berikut lima penyebab seseorang bisa meninggal saat tidur, yang mungkin dialami Liotta.

Jantung berhenti mendadak

Jantung berhenti mendadak (sudden cardiac arrest) adalah kondisi saat jantung tiba-tiba berhenti berdetak.

Dalam kondisi ini, jantung berhenti memompa darah ke seluruh bagian tubuh.

Jantung bisa berhenti mendadak karena kelainan dan disfungsi pada sinyal elektrik yang mengatur detak jantung.

Jika tidak segera ditangani, jantung berhenti mendadak dapat menyebabkan kematian.

Jantung berhenti mendadak bisa disebabkan hipertensi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, serta faktor genetik.

Gejala jantung berhenti mendadak bisa dikenali lewat tanda nyeri dada, sering pingsan tanpa penyebab yang jelas, serta faktor keturunan.

Sleep apnea

Gangguan tidur apnea (sleep apnea) dapat menyebabkan orang meninggal dunia saat tidur.

Sleep apnea terjadi ketika seseorang berhenti bernapas saat tidur selama sepuluh detik, berulang hingga lima kali dalam satu jam.

Saat gangguan ini bertambah parah, tubuh bisa gagal bernapas, mengganggu kinerja jantung, dan berujung pada kematian.

Gangguan tidur apnea risikonya bisa meningkat pada orang yang obesitas dan punya riwayat penyakit jantung.

Penyakit ini bisa dideteksi dengan mengamati gejalanya, seperti kelelahan, mendengkur, sering mengantuk di siang hari, atau nyeri dada saat tidur.

Penggumpalan darah

Penggumpalan darah biasanya tidak membahayakan kesehatan, karena gumpalan ini dapat terurai dengan sendirinya atau menggunakan bantuan pengobatan.

Akan tetapi, gumpalan darah yang cukup besar dapat menghalangi aliran darah.

Jika aliran yang terblokir adalah pembuluh utama yang memompa darah menuju otak atau jantung, penggumpalan darah bisa membuat seseorang meninggal saat tidur.

Penggumpalan darah yang cukup parah dapat terjadi karena ada trauma seperti luka yang cukup serius, kulit yang tergores, atau darah yang mengental.

Gejala yang tampak biasanya terjadi pembengkakan, kulit pucat, timbul rasa sakit, dan napas yang memburu.

SADS

Penyakit Sudden Arrhythmia Death Syndrome (SADS) merupakan kelainan jantung yang jadi penyebab kematian mendadak pada anak muda. 

Hal ini terjadi karena faktor keturunan, yang membuat dinding otot jantung seseorang menebal.

Otot jantung yang menebal dapat mengganggu sistem kelistrikan jantung. Akibatnya, detak jantung tidak teratur dan  berujung kematian.

Kelainan jantung dari SADS lainnya adalah arteri jantung tidak normal. Saat beraktivitas berat, arteri dapat menjadi padat sehingga mengganggu aliran darah ke jantung.

Orang yang mengalami gangguan jantung ini merasakan gejala detak jantung lebih cepat. Terkadang sampai pingsan.

Seperti beberapa kasus kelainan jantung genetik, SADS juga kerap tidak terdeteksi.

Oleh karena itu, jika seseoang mengalami nyeri di bagian dada dan keluarga punya riwayat penyakit jantung, segera konsultasikan kepada dokter.

Serangan jantung

Serangan jantung dapat terjadi karena aliran darah ke otot-otot jantung terhambat. Akibatnya, jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen dari darah.

Umumnya serangan jantung disebabkan penyakit jantung koroner.

Dalam beberapa kasus, jantung masih tetap berdetak tapi otot-otot yang tidak mendapatkan oksigen, akan mengalami kerusakan.

Beberapa gejala serangan jantung antara lain timbul rasa nyeri, ada rasa tertekan di dada atau lengan, demam, muntah-muntah, dan jantung berdebar tidak teratur.

Belum ada pemberitahuan pasti mengenai kematian Liotta, dibutuhkan tindak forensik untuk mengetahui secara pasti apa penyebab kematian dari Liotta.