News

5 Kasus Tragis Pelecehan Ayah pada Anak, Sekap Putri di Basemen hingga Sebabkan 19 Kehamilan Inses

Tidak hanya di Indonesia, beberapa kasus juga terjadi di negara-negara lain yang bahkan menjadi perbincangan global lantaran kasusnya yang menggemparkan. 


5 Kasus Tragis Pelecehan Ayah pada Anak, Sekap Putri di Basemen hingga Sebabkan 19 Kehamilan Inses
Ilustrasi kasus pelecehan anak (India Times)

AKURAT.CO Kasus dugaan kekerasan seksual seorang bapak terhadap ketiga anaknya di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, berhasil menghebohkan publik Indonesia. Kasus ini sendiri terjadi dua tahun lalu, tetapi kembali jadi perbincangan setelah dikuak kembali oleh situs Project Multatuli.

Menurut pemberitaan, pelaku yang merupakan ASN dilaporkan oleh mantan istrinya, RA, pada Oktober 2019 karena dugaan telah mencabuli tiga anak kandungnya yang masih di bawah umur. Namun, saat RA tengah mencari keadilan untuk ketiga buah hatinya tersebut, kasus itu kemudian dihentikan hanya dalam waktu sekitar dua bulan oleh para penyidik dari Polresta Luwu Timur.

Alasannya adalah karena tidak cukupnya bukti untuk menjerat terduga pelaku. Sementara RA pada akhirnya dituding mempunyai dendam kepada mantan suaminya hingga dicap memiliki 'gangguan jiwa'. Karena pengakuan RA itulah, publik makin dibuat geram hingga tanda tagar #PercumaLaporPolisi sempat jadi trending topic di jagat Twitter. 

Kasus juga makin menjadi perhatian ketika pemberitaan kasus pemerkosaan itu justru dilabeli 'hoax' melalui unggahan Polresta Luwu Timur. Sementara kasus ini terus bergulir, insiden di mana keluarga terdekat, terutama ayah melakukan pelecehan terhadap anaknya tercatat kerap terjadi. Tidak hanya di Indonesia, beberapa kasus juga terjadi di negara-negara lain. Bahkan, beberapa di antaranya sempat menjadi perbincangan global lantaran kasusnya yang menggemparkan. 

Apa saja kasusnya, dan bagaimana kisahnya?

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Rabu (13/10) menghimpun 5 kasus menggemparkan terkait pelecehan ayah terhadap anak kandungnya.

1. Kasus Fritzl, Austria

5 Kasus Menggemparkan Terkait Pelecehan Ayah Terhadap Anak, Sekap Putri Kandung di Ruang Bawah Tanah hingga 24 Tahun - Foto 1
 SID Lower Austria

Kisah terus diperbincangkan hingga masa sekarang, kasus Fritzl pertama muncul pada 2008 silam. Ketika itu, seorang wanita berusia 42 tahun bernama Elisabeth Fritzl melapor kepada polisi di Kota Amstetten, Austria bahwa dia telah melarikan diri setelah ditawan selama 24 tahun. Pelaku yang menyekapnya itu  tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri, Josef Fritzl yang saat dilaporkan berumur 73 tahun. 

Dari laporan itulah, terungkap tragedi kelam di mana Elisabeth telah diperkosa setidaknya hingga 3 ribu kali selama ditahan dua dekade di ruang bawah tanah keluarganya. Pelecehan Josef itu pun akhirnya menyebabkan Elisabeth berulang kali hamil hingga melahirkan tujuh anak. Namun, dari ketujuh anak itu, satu meninggal setelah lahir, dan tiga anak tinggal bersama dengan Elisabeth di ruang bawah tanah. 

Sementara tiga anak lainnya dibesarkan Josef yang memanipulasi istrinya bahwa anak-anak itu adalah anak-anak terlantar dan hasil hubungan gelap Elisabeth dengan pria lain.

5 Kasus Menggemparkan Terkait Pelecehan Ayah Terhadap Anak, Sekap Putri Kandung di Ruang Bawah Tanah hingga 24 Tahun - Foto 2
Youtube

Diketahui selanjutnya bahwa Elisabeth diculik saat masih berusia 18 tahun, dan ketika itu ia dinarasikan kabur dari keluarga. Saat ditanya polisi, Josef juga menuduh bahwa putrinya itu telah ikut semacam sekte keagamaan. Namun, pada kenyatannya, Josef justru menyekap putrinya di ruang bawah  tanah dan menjadikannya seperti budak seks. 

Atas aksi kriminalnya itu, Josef dijerat dengan sejumlah dakwaan, seperti pemerkosaan, inses, penahanan, hingga pembunuhan karena kelalaian. Josef mengaku bersalah atas semua tuduhan, dan ia kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

2. Kasus Sheffield, Inggris

5 Kasus Menggemparkan Terkait Pelecehan Ayah Terhadap Anak, Sekap Putri Kandung di Ruang Bawah Tanah hingga 24 Tahun - Foto 3
 Daily Mail

Dijuluki sebagai 'Fritzl-nya Inggris', kasus Sheffield memiliki kronologi yang hampir mirip dengan kasus Fritzl dari Austria. Kasus Sheffield melibatkan seorang pria Inggris berusia 54 tahun yang didakwa telah melakukan pemerkosaan berulang kali terhadap dua putrinya. Sama seperti Fritzl, pria ini juga akhirnya menjadi ayah dari tujuh anak hasil insesnya kepada putri-putrinya tersebut. Namun, agak sedikit berbeda dengan anak Elisabeth, kedua korban dalam kasus Sheffield secara total mengalami sembilan belas kehamilan, dan beberapa anak meninggal karena keguguran. 

Kasus ini juga muncul 2008 silam dengan terdakwa hanya diidentifikasi oleh Pengadilan Sheffield sebagai 'The Gaffer' atau 'Mr X'. Gaffer dianggap telah bertanggung jawab telah menghamili dua putrinya dan melakukan pelecehan dari awal 1980-an hingga penangkapannya pada 2008.

Menurut laporan, pelaku melakukan aksinya dengan sering memindahkan keluarganya untuk diisolasi. Disebutkan pula bahwa para korban terbiasa dijauhkan dari sekolah jika menunjukkan luka hasil kekerasan. Ibu korban dilaporkan telah pergi karena kekerasan sebelum kasus pelecehan mulai terjadi.

Pelecehan seksual kemudian dimulai ketika gadis-gadis itu berusia delapan dan sepuluh tahun. Pelaku yang berusia 56 tahun akan memanggil para korban di tengah malam, melakukan pemukulan, hingga pengancaman. Hingga pelecehan pada akhirnya dilakukan saban hari hingga keduanya hamil. Terungkap pula bagaimana semasa melakukan aksinya, pelaku menolak menggunakan kontrasepsi. Ia juga biasa melakukan pemerkosaan terhadap salah satu putrinya yang masih hamil, sedangkan putrinya yang lain mengasuh anak. 

Karena tindakan amoralnya itu, pelaku mendapatkan vonis 25 hukuman seumur hidup dan diharuskan menjalani minimal empat belas setengah tahun penjara. 

3. Kasus pelecehan Detlef S, Jerman

5 Kasus Menggemparkan Terkait Pelecehan Ayah Terhadap Anak, Sekap Putri Kandung di Ruang Bawah Tanah hingga 24 Tahun - Foto 4
 Reuters via BBC

Ramai jadi pemberitaan 2011 lalu, kasus melibatkan seorang pria 48 tahun asal Jerman yang didakwa dengan 350 tuduhan pelecehan seksual, termasuk kepada putri kandungnya, putri dan putra tirinya. Aksi itu pun dilakukan pelaku selama lebih dari lebih dari 20 tahun. 

Menurut NBC News, pelaku saat itu juga menghadapi 35 tuduhan pelecehan seksual lain, yakni pemaksaan prostitusi. Dilaporkan bahwa terdakwa memaksa kedua anak perempuannya itu untuk berhubungan seks dengan pria lain demi uang. 

Dijuluki media lokal sebagai 'Fritzl-nya Jerman', pelaku adalah seorang sopir truk dan hanya diidentifikasi sebagai Detlef S. Detlef S pertama kali mulai menganiaya putrinya ketika sang putri berusia sembilan tahun. Dan setelah pesta ulang tahun sang putri ke-12, ia secara teratur menyerangnya secara seksual.

Detlef S. juga telah menganiaya anak tiri kembarnya mulai tahun 1987 ketika mereka baru berusia 4 tahun. Aksi itu ia lakukan setidaknya hingga tahun tahun 2010. Karena ulahnya itu, putri tiri Detlef S hamil berulang kali dan melahirkan delapan anak, yang satu di antaranya meninggal. 

Kasus ini telah memicu kritik terhadap layanan kesejahteraan pemuda yang telah berhubungan selama beberapa waktu dengan keluarga, yang tinggal di desa kecil Fluterschen. Dalam komentarnya, warga pun mengaku heran mengapa tidak ada yang memperhatikan anak tirinya itu hamil berkali-kali tanpa keterlibatan pacar yang jelas.

Anak tirinya sendiri juga telah mengeluh tentang perilaku para pekerja sosial, dan menyebut bahwa mereka tidak pernah mewawancarai para korban tanpa kehadiran pelaku.

Atas aksinya itu, pelaku dijatuhi hukuman 14,5 tahun  penjara. 

4. Kasus Eddie Lee Sexton, Amerika Serikat (AS)

5 Kasus Menggemparkan Terkait Pelecehan Ayah Terhadap Anak, Sekap Putri Kandung di Ruang Bawah Tanah hingga 24 Tahun - Foto 5
 The War Report Online

Eddie Lee Sexton adalah seorang terpidana pembunuh dan pemerkosa AS yang terkenal karena memaksa anak-anaknya untuk membunuh dan melakukan pelecehan seksual terhadap keluarganya sendiri. Aksi mirip seperti aliran sesat di mana Eddie menggabungkan berbagai praktik okultisme hingga satanisme. 

Bersama dengan istrinya, Estella Sexton, Eddie secara teratur mengekspos anak-anaknya pada pelecehan fisik dan seksual dengan payung kultus yang ia ciptakan sendiri. Praktik ini pada akhirnya meninggalkan trauma mendalam kepada anak-anaknya yang hidupnya diwarnai dengan pelecehan seksual dan perilaku inses.

Dipimpin Eddie, beberapa korban mulai melakukan pelecehan seksual terhadap saudara mereka. Eddie juga menjadi ayah dari setidaknya tiga anak dengan dua putrinya. Pixie, salah satu putri yang dihamilinya, kemudian disuruh menikahi teman sekelas SMA-nya yang bernama Joel. Namun, Joel akhirnya meregang nyawa di karena ulah Eddie. 

Eddie ditangkap setelah hidup sebagai buronan selama lebih dari setahun untuk menghindari tuduhan pelecehan anak. Dia dijatuhi hukuman mati karena mengatur pembunuhan menantunya, Joel, dengan menodongkan pistol ke kepala putranya sendiri, Willie, dan menyuruhnya mencekik Joel. 

5. Kasus pelecehan Al-Mutahan McLean, AS

5 Kasus Menggemparkan Terkait Pelecehan Ayah Terhadap Anak, Sekap Putri Kandung di Ruang Bawah Tanah hingga 24 Tahun - Foto 6
 The Sun

Kasus Al-Mutahan McLean dari Ohio, AS masih ramai diperbincangkan hingga September lalu. Kasusnya mulai bergulir 2019, McLean didakwa telah melakukan penculikan, pemerkosaan, hingga pembunuhan atas putranya sendiri, Takoda Collins yang berusia 10 tahun.

Mengutip NYPost hingga The Sun, pelecehan dimulai pada 2015 dan berakhir dengan kematian korban pada 13 Desember 2019. Jaksa Wilayah Montgomery Mat Heck, Jr. menyebut bahwa korban meninggal setelah setelah mengalami penganiayaan traumatis dan pemerkosaan. 

Menurut dokumen pengadilan, Takoda hidup dalam kondisi yang mengerikan di rumah ayahnya, di mana dia dikurung dalam kondisi telanjang di loteng sendirian dan secara teratur mengalami pelecehan emosional, fisik, dan seksual.

Terungkap pula bagaimana saat masih hidup, korban akan dipaksa untuk berdiri membungkuk dan bersila untuk waktu yang lama atau menghadapi pemukulan oleh McLean jika dia berhenti.

Pada Mei 2018, McLean Takoda dan pasangannya kedapatan mengeluarkan Takoda dari sistem Sekolah Umum Dayton dan akhirnya membuat anak itu makin terisolasi dari lingkungannya. 

Hingga pada tahun 2019, McLean dilaporkan menelepon polisi ketika mengetahui Takoda menjadi tidak responsif setelah pemerkosaan dan pemukulan yang sangat parah.

Kantor Koroner Kabupaten Montgomery secara resmi memutuskan kematian Takoda karena trauma benda tumpul, asfiksia tekan, dan perendaman air di bak mandi.

Dia juga ditemukan dengan luka dan memar yang ditemukan di sekujur tubuhnya, dan foto-foto yang diperoleh oleh Dayton Daily News menunjukkan darah berceceran di dinding rumah selama penyelidikan selanjutnya.

"Takoda menjadi sasaran berbagai jenis pelecehan, yang meningkat menjadi penyiksaan ekstrem," kata Kantor Kejaksaan dalam sebuah pernyataan.

McLean yang tahun ini berusia 32 tahun menghadapi hukuman minimal 40 tahun di balik jeruji besi dan maksimal penjara seumur hidup.

Pacar sekaligus rekan terdakwa, Amanda Hinze, juga mengaku bersalah pada September 2021, atas pembunuhan tidak disengaja dan berbagai tuduhan membahayakan anak. Dia menghadapi hukuman hingga 30 tahun penjara.

Kasus-kasus di atas sebenarnya hanyalah secuil dari contoh bagaimana anak bisa menjadi korban penganiayaan hingga pelecehan dari keluarga terdekatnya sendiri. Semoga kasus-kasus semacam itu bisa ditekan seminimal mungkin, dan para korban  bisa memperoleh keadilan dan perlindungan dari semua pihak.[]